10 Hal Patut Diketahui soal Tarif PLN: Kisah Tukang Las Ditagih Rp 20 Juta

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 16:22 WIB
10 Hal Patut Diketahui soal Tarif PLN: Kisah Tukang Las Ditagih Rp 20 Juta
Ilustrasi meteran listrik. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dalam klarifikasi tertulisnya, Rabu (10/06), PLN UP3 Malang mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi terhadap Teguh Wuryanto, pelanggan PLN yang mengaku lonjakan tagihan "tidak wajar".

Berdasarkan data PLN, lonjakan tagihan tersebut tidak ada hubungannya dengan perhitungan rata-rata tiga bulan untuk rekening April dan Mei, yang berakibat pada naiknya tagihan listrik di mayoritas pelanggan rumah tangga.

PLN UP3 Malang mengaku telah memeriksa dan hasil konfirmasi dengan pelanggan, diketahui bahwa peralatan kapasitor milik pelanggan tidak berfungsi sama-sekali dan mengakibatkan pemakaian listrik melonjak tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

"PLN telah membantu melakukan pengecekan peralatan dan instalasi pelanggan, agar hal ini tidak terjadi di kemudian hari," kata manager PLN UP3 Malang, Mohammad Eryan Saputra, seperti tercantum dalam situs resmi PLN Distribusi Jawa Timur, 10 Juni 2020.

Disebutkan bahwa Teguh Wuryanto bersedia menyelesaikan tagihan rekening yang naik dikarenakan kejadian tersebut.

"Dan PLN bersedia membantu dengan memberikan keringanan pembayaran dengan cicilan."

Di tempat terpisah, Kamis (11/06), dalam diskusi daring yang difasilitasi YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengatakan, penggunaan listrik untuk kegiatan industri las milik Teguh memiliki apa yang disebutnya sebagai "kapasitor".

"Kapasitor itu digunakan untuk mengkompensasi supaya untuk memenuhi tarif KPRH untuk industri. Itu selisih yang harus dibayar kompensasinya, karena PLN menanggung beban. Itu ada harganya."

Menurutnya, alat kompensasinya (milik pelanggan) rusak dan pemiliknya tidak menyadari alat tersebut rusak. "Dan alat ukur PLN sudah benar."

3. Mengapa tukang las di Malang mau melunasi tagihan?

Dihubungi BBC News Indonesia, Kamis (11/06), Teguh Wuryanto mengaku dia akhirnya mau membayar tagihan listrik yang membengkak sedemikian besar sampai sekitar Rp20 juta karena "usaha saya bengkel UMKM, saya sangat membutuhkan listrik - listrik adalah bahan baku saya".

Dan lagi pula, "hanya PLN yang menyediakan listrik nasional," tulisnya dalam pesan Whatsapp yang diterima BBC News Indonesia, Kamis sore.

"Jika saya membeli genset, harga genset dengan kapasitas di atas 23KVA yang bekas saja, harganya 40 jutaan, lebih mahal dari tagihan PLN saya [yang harus saya bayar], dan beli genset tidak bisa mencicil," jelas Teguh.

"Belum lagi masalah bahan bakar dan perawatannya."

Dia juga mengakui solusi cicilan yang ditawarkan PLN merupakan paling sederhana dan singkat, sehingga saya bisa cepat bekerja lagi secara normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tagihan Listrik Melonjak, Pemerintah Gelar Aduan Secara Online

Tagihan Listrik Melonjak, Pemerintah Gelar Aduan Secara Online

Jogja | Sabtu, 13 Juni 2020 | 10:09 WIB

Tagihan Listrik PLN Naik Drastis, Pemerintah Buka Aduan Online

Tagihan Listrik PLN Naik Drastis, Pemerintah Buka Aduan Online

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2020 | 09:55 WIB

Heran, Meteran Listrik PLN Masih Dicatat Manual Padahal Sudah Era Digital

Heran, Meteran Listrik PLN Masih Dicatat Manual Padahal Sudah Era Digital

Jogja | Sabtu, 13 Juni 2020 | 08:03 WIB

Sudah Zaman Now, Pencatatan Meteran Listrik PLN Kok Masih Manual

Sudah Zaman Now, Pencatatan Meteran Listrik PLN Kok Masih Manual

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:53 WIB

Tagihan Listrik Naik, Erick Thohir: Biasa Kalau Pas Ditagih Marah

Tagihan Listrik Naik, Erick Thohir: Biasa Kalau Pas Ditagih Marah

Jogja | Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:40 WIB

Tagihan Listrik Naik Drastis, Erick Thohir Semprot PLN

Tagihan Listrik Naik Drastis, Erick Thohir Semprot PLN

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2020 | 07:03 WIB

Pelanggan PLN Ribut Tagihan Naik, Erick Thohir: Bukan Kenaikan Tarif

Pelanggan PLN Ribut Tagihan Naik, Erick Thohir: Bukan Kenaikan Tarif

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2020 | 17:51 WIB

Protes Tagihan Listrik Melonjak, Tompi: Mendadak Jadi Kampret, Enak Juga

Protes Tagihan Listrik Melonjak, Tompi: Mendadak Jadi Kampret, Enak Juga

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 17:04 WIB

Sempat Protes karena Tagihan PLN Rp 20 Juta, Teguh Akhirnya Menyicilnya

Sempat Protes karena Tagihan PLN Rp 20 Juta, Teguh Akhirnya Menyicilnya

Jatim | Jum'at, 12 Juni 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:35 WIB

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:29 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

Skakmat Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Sengaja 'Tutup Telinga' ke Dirjen demi Gol-kan ChromeOS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:57 WIB

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

Balas Rocky Gerung Soal Grup WhatsApp Nadiem, Jaksa: Apa Tak Ada Orang Pintar di Kemendikbudristek?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:52 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB