Kasus Pelecahan Anak secara Online di Thailand Meningkat Di Tengah Pandemi

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 21 Juni 2020 | 11:24 WIB
Kasus Pelecahan Anak secara Online di Thailand Meningkat Di Tengah Pandemi
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Kasus pelecehan seksual anak secara online di Thailand meningkat di tengah pandemi Covid-19 yang juga menyerang negara gajah putih tersebut.

Menyadur Asia One, Sabtu (20/6/2020), kasus pelecehan anak secara online mencapai rekor tertinggi tahun ini. Menurut polisi Thailand, predator cybersex mengeksploitasi krisis virus corona.

Gugus tugas Internet Crime Against Children (TICAC) yang dipimpin polisi telah menyelamatkan lebih dari 100 anak dalam dua bulan terakhir. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari 53 korban yang ada pada tahun 2018, yang merupakan angka tahunan tertinggi sejak tahun 2016.

"Anak-anak tidak bersekolah dan penjahat memanfaatkan ini untuk mencari penghasilan selama menganggur," kata kolonel polisi Thakoon Nimsomboon, kepala TICAC.

Internet berkecepatan tinggi yang murah dan meningkatnya jumlah anak yang memiliki ponsel pintar juga menjadi pememicu kejahatan cybersex dalam beberapa tahun terakhir. Anak-anak dari Thailand hingga Filipina dieksploitasi melalui streaming langsung untuk membayar klien di seluruh dunia.

Pejabat dan aktivis melihat pelecehan cybersex anak memburuk saat pandemi virus corona karena keluarga berjuang untuk mencari nafkah sementara anak-anak di rumah dan online.

Sejak pertengahan April, satuan tugas kepolisian telah memulihkan lebih dari 150.000 file materi pelecehan seksual anak dan membuka 53 kasus. Pada 2019, terdapat 72 kasus yang melibatkan 46 korban.

"Ada kemungkinan besar bahwa angka tahun ini akan mencapai rekor tertinggi, terutama karena petugas memiliki waktu untuk melakukan investigasi karena berkurangnya kejahatan di jalanan," kata Thakoon, yang juga wakil komandan unit anti-perdagangan manusia.

Thailand tengah meningkatkan upaya untuk mengatasi pelecehan seks anak dalam beberapa tahun terakhir, dengan peluncuran TICAC oleh Polisi Thailand pada tahun 2016. Satuan tersebut bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah setempat untuk melacak pelanggar dan korban.

baca juga

TICAC sudah menyelidiki lebih dari 280 kasus eksploitasi seksual anak secara online sejak 2016, yang 81 di antaranya terkait dengan perdagangan manusia. Sisanya terkait dengan pelecehan seksual dan pornografi.

Wirawan Mosby, direktur Proyek HUG, badan amal yang membantu anak-anak yang diperdagangkan, mengatakan pemerintah harus meningkatkan kebijakan keamanan internet sekolah, terutama ketika anak-anak belajar dari rumah.

"Memiliki fitur tinggi seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan, dan penegakan hukum tidak menyelesaikan masalah pada akar penyebabnya," katanya.

Para ahli hak-hak anak mendesak Thailand untuk membuat undang-undang yang akan mengkriminalisasi pelecehan seksual terhadap anak, yang akan membantu melindungi mereka dari perdagangan seks.

"Karena kami belum memiliki undang-undang ini, anak-anak perlu menjadi korban terlebih dahulu untuk mengajukan tuntutan [terhadap pelaku],” kata Wirawan.

"Inilah mengapa kita perlu fokus pada pencegahan dan mendidik anak-anak." tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ansel Elgort Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Penggemar

Ansel Elgort Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Penggemar

Entertainment | Sabtu, 20 Juni 2020 | 11:40 WIB

Bulan Depan, Perjalanan Bisnis ke Thailand akan Kembali Dibuka

Bulan Depan, Perjalanan Bisnis ke Thailand akan Kembali Dibuka

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 22:21 WIB

Biksu Buddha Tabrak dan Tusuk Ibu Hamil, Ternyata Selingkuhannya

Biksu Buddha Tabrak dan Tusuk Ibu Hamil, Ternyata Selingkuhannya

News | Kamis, 18 Juni 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang

APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang

Sulsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:01 WIB

BGN Minta Mitra Laporkan Pungli Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis

BGN Minta Mitra Laporkan Pungli Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie

Jabar | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?

Sumsel | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:38 WIB

×