Polri Siapkan Dua Pertiga Kekuatan untuk Amankan Pilkada Serentak 2020

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Selasa, 23 Juni 2020 | 16:40 WIB
Polri Siapkan Dua Pertiga Kekuatan untuk Amankan Pilkada Serentak 2020
Ilustrasi personel Polri saat melakukan pengamanan.

Suara.com - Mabes Polri telah menyiapkan dua pertiga anggotanya untuk melakukan pengamanan terkait kegiatan Pilkada serentak tahun 2020. Mereka nantinya akan bertugas mengamankan 270 wilayah yang akan melaksanakan pilkada secara serentak pada 9 Desember mendatang.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengemukakan hal itu berdasar Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz Nomor 307 tertanggal 16 Juni 2020 tentang Rincian Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Pilkada Serentak Tahun 2020. Surat telegram Kapolri itu dikeluarkan menindaklanjuti terbitnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Serentak Tahun 2020.

"Pelibatan kekuatan Polri dalam pengamanan Pilkada serentak tersebut sesuai dengan ketentuan adalah sebanyak dua pertiga (2/3) kekuatan jumlah personel Polri. Data real tentunya nanti kekuatan akan kita update setiap saat karena saat ini masih digodok," kata Awi saat jumpa pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020).

Awi mengemukakan, dalam pelaksanaannya Polri akan dibantu oleh TNI dan stakeholder lainnya. Sementara, terkait pola pengamanan Pilkada Serentak 2020, kekinin masih dalam proses perencanaan yang didasari atas empat indikator potensi kerawanan.

Empat indikator potensi kerawanan itu, yakni pertama, dimensi penyelenggaraan; kedua, dimensi peserta atau kontestan; ketiga, dimensi potensi gangguan Kamtibmas; dan kempat, dimensi ambang gangguan.

Awi menambahkan, pola pengamanan nantinya juga akan didasari dengan hasil pemetaan kerawanan tentang tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang dilakukan di wilayah masing-masing. Misalanya, potensi konflik di setiap daerah berkaitan dengan pelaksanaan pilkada-pilkada sebelumnya.

"Beberapa hal yang menjadi perhatian dari Pemilu atau Pilkada sebelumnya yaitu antara lain adanya praktik money politik, kemudian politik identitas, kemudian hoaks, hate speech dan black campaign," pungkas Awi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuh Provinsi Ini Masuk Kategori Rawan Saat Pilkada 9 Desember

Tujuh Provinsi Ini Masuk Kategori Rawan Saat Pilkada 9 Desember

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 16:33 WIB

Menlu: ABK WNI di Kapal Asing Kerap Dapat Upah Rendah dan Tidak Penuh

Menlu: ABK WNI di Kapal Asing Kerap Dapat Upah Rendah dan Tidak Penuh

News | Senin, 22 Juni 2020 | 20:41 WIB

Selenggarakan Pilkada di Tengah Covid, DPR Minta KPU Jamin Kesehatan Rakyat

Selenggarakan Pilkada di Tengah Covid, DPR Minta KPU Jamin Kesehatan Rakyat

News | Senin, 22 Juni 2020 | 19:22 WIB

Lima Orang Reaktif saat Rapid Test CFD Dinyatakan Negatif Covid-19

Lima Orang Reaktif saat Rapid Test CFD Dinyatakan Negatif Covid-19

News | Senin, 22 Juni 2020 | 17:59 WIB

Terkini

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB