Diterima Fraksi PKS, Massa Tolak RUU HIP Tetap Ingin Bertemu Pimpinan DPR

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 15:43 WIB
Diterima Fraksi PKS, Massa Tolak RUU HIP Tetap Ingin Bertemu Pimpinan DPR
Massa aksi "Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme" yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila mengirim perwakilannya ke dalam Gedung DPR untuk melakukan audensi. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Massa aksi "Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme" yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila mengirim perwakilannya ke dalam Gedung DPR untuk melakukan audensi. Rencananya mereka disebut akan bertemu pimpinan DPR, namun hingga 30 menit berjalan, pimpinan belum juga datang.

Pantauan Suara.com, perwakilan massa diwakilkan oleh Ketua Umum FPI Sobri Lubis, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak, Ketua PA 212 Slamet Maarif dan lainnya.

Kedatangan mereka justru disambut oleh beberapa perwakilan dari Fraksi PKS, mulai dari Jazuli Juwaini, Mardani Ali Sera, Aboe Bakar Alhabsyi, Bukhori dan dari Fraksi PAN diwakili Ali Taher.

Perwakilan massa aksi Slamet mengatakan bahwa mereka menginginkan bertemu langsung dengan pimpinan DPR untuk kemudian melakukan audensi.

"Jadi pertama terima kasih kepada kawan-kawan PKS yang memang sudah satu pemikiran, satu sikap dengan kita tentang rancangan undang-undang ini. Tetapi kami juga menyampaikan amanah umat yang di luar agar bisa bertemu pimpinan DPR RI. Mungkin nanti Ustad Yusuf Martak juga akan memberikan kepada pimpinan DPR RI," tutur Slamet di ruang KK I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Menanggapi keinginan Slamet, Jazuli yang mewakili PKS kemudian menyatakan memang lebih sesuai apabila pernyataan dari perwakilan massa disampaikan langsung kepada pimpinan DPR yang diketuai Puan Maharani.

"Mungkin pernyataan sikap nanti bagus disampaikannya kepada pimpinan DPR saja supaya lebih pas dan lebih berwibawa," ujar Jazuli.

Sementara itu, Yusuf Martak menegaskan kembali bahwa yang ingin mereka temui adalah pimpinan DPR.

"Datang ke tempat ini mau menyampaikam aspirasi masyarakat yang sudah melalui beberapa tahapan tapi tampaknya masih belum mendapat repson positif dari DPR. Jadi saya sepakat tidak akan membacakan apapun apabila ketua tidak hadir, ketua kenapa harus takut hadir?," kata Yusuf.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Aksi di Gedung DPR, Anak-anak Pecinta Habib Bahar: Bebaskan Habib Kami

Ikut Aksi di Gedung DPR, Anak-anak Pecinta Habib Bahar: Bebaskan Habib Kami

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 15:26 WIB

Aksi di Gedung DPR, Ketua GNPF: Masker Jangan Dibuka, Demi Keselamatan

Aksi di Gedung DPR, Ketua GNPF: Masker Jangan Dibuka, Demi Keselamatan

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 14:07 WIB

Pembahasan RUU HIP Ditunda, Ngabalin: Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

Pembahasan RUU HIP Ditunda, Ngabalin: Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 10:02 WIB

Tunda Pembahasan RUU HIP, KSP: Terjadi Perdebatan Luar Biasa

Tunda Pembahasan RUU HIP, KSP: Terjadi Perdebatan Luar Biasa

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 09:57 WIB

Pemerintah Enggan Bahas RUU HIP, PBNU: Berpotensi Menentang Ideologi

Pemerintah Enggan Bahas RUU HIP, PBNU: Berpotensi Menentang Ideologi

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 05:30 WIB

Terkini

KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas

KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:19 WIB

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:17 WIB

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:48 WIB

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB