Gugus Tugas NTT Ungkap Kunci Wilayahnya Jadi Zona Hijau Covid-19

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Kamis, 25 Juni 2020 | 11:39 WIB
Gugus Tugas NTT Ungkap Kunci Wilayahnya Jadi Zona Hijau Covid-19
Ilustrasi Virus Corona [Unsplash/Glen Carrie]

Suara.com - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nusa Tenggara Timur (NTT), Jelamu Ardu Marius bercerita tentang penanganan pandemi virus corona covid-19 di wilayahnya yang kini menjadi salah satu zona hijau yang ditetapkan gugus tugas nasional.

Jelamu mengatakan kunci penangananya adalah pencegahan sedini mungkin dengan menerapkan protokol kesehatan, Pemprov NTT memutuskan untuk membatasi perjalanan dinas PNS agar tidak keluar dari NTT sejak pemerintah pusat mengumumkan kasus pertama pada awal Maret lalu.

Kasus pertama di NTT baru terjadi pada akhir April, saat salah seorang warga NTT yang baru pulang dari Jakarta secara inisiatif melakukan pemeriksaan di rumah sakit karena temannya di Ibu Kota positif covid-19.

"Waktu itu pulang dari Jakarta terus kembali ke NTT ke Kupang dan ada tanda-tanda sesak nafas dan sebagian temannya di Jakarta yang waktu itu rapat bersama tertular virus maka dia secara aktif memeriksakan diri ke rumah sakit di Kupang," kata Jelamu dalam diskusi virtual bersama BNPB, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Setelah itu, terjadilah transmisi lokal di NTT sehingga pemerintah langsung meningkatkan sosialisasi ke masyarakat hingga ke level RT.

"Kemudian menyebar juga transmisi lokal di kupang dan juga di Mangarai Barat, tapi semuanya sudah tertangani," ucapnya.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga langsung menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengedukasi warga agar disiplin mengikuti protokol kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.

"Sosialisasi kami pagi dan malam. Jadi setiap hari kami rilis pers secara publik melalui TV, radio, Facebook sehingga masyarakat mengikuti. Jadi edukasi kita lakukan berkali-kali," jelasnya.

Hasilnya, dalam lima hari belakangann ini NTT tidak melaporkan kasus positif covid-19 baru, dan tercatat sudah 111 kasus positif dengan angka kesembuhan 40 orang dan satu jiwa meninggal dunia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masa Pagebluk Corona, Anak-anak dan Lansia Dilarang ke Pesta Pernikahan

Masa Pagebluk Corona, Anak-anak dan Lansia Dilarang ke Pesta Pernikahan

Jabar | Kamis, 25 Juni 2020 | 11:36 WIB

Update Covid-19 Globa: Angka Kematian di Inggris Catat Sejarah Baru

Update Covid-19 Globa: Angka Kematian di Inggris Catat Sejarah Baru

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 11:28 WIB

Heboh Pesan Berantai Bogor Masuk Zona Hitam Covid-19, Wawali: Itu Hoaks!

Heboh Pesan Berantai Bogor Masuk Zona Hitam Covid-19, Wawali: Itu Hoaks!

Jabar | Kamis, 25 Juni 2020 | 11:23 WIB

Viral Pembeli Tendang hingga Siram Barang Paketan dari China, Publik Ribut

Viral Pembeli Tendang hingga Siram Barang Paketan dari China, Publik Ribut

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 11:18 WIB

Heboh Jamur Enoki Sebabkan Listeria, Tekanan di Telinga Tanda Covid-19

Heboh Jamur Enoki Sebabkan Listeria, Tekanan di Telinga Tanda Covid-19

Health | Kamis, 25 Juni 2020 | 10:50 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Jakarta Kembali Zona Merah dan Bogor Zona Hitam Corona?

CEK FAKTA: Benarkah Jakarta Kembali Zona Merah dan Bogor Zona Hitam Corona?

News | Kamis, 25 Juni 2020 | 10:54 WIB

Kisah Pasien Penyakit Kronis yang Terabaikan Akibat Pandemi

Kisah Pasien Penyakit Kronis yang Terabaikan Akibat Pandemi

Video | Kamis, 25 Juni 2020 | 11:33 WIB

Terkini

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:39 WIB

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:30 WIB

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:21 WIB

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:18 WIB

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:15 WIB

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:10 WIB

×