alexametrics

Kasus Terus Meningkat, WHO Sebut Amerika Belum Sentuh Puncak Pandemi

Rendy Adrikni Sadikin | Rima Suliastini
Kasus Terus Meningkat, WHO Sebut Amerika Belum Sentuh Puncak Pandemi
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Amerika belum mencapai puncak kasus virus corona.

Suara.com - Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut pandemi virus corona belum mencapai puncak di Amerika. Menyadur Channel News Asia Kamis (25/06/2020), Tedros memprediksi infeksi global bisa mencapai 10 ribu kasus dalam seminggu.

Meski angka yang disebut cukup tinggi, Tedros mengatakan jumlahnya bisa berkurang jika pemerintah berani mengambil tindakan yang tepat.

"Pada bulan pertama wabah ini, kurang dari 10.000 kasus dilaporkan ke WHO. Pada bulan lalu, hampir empat juta kasus telah dilaporkan. Prediksi kami angkanya mencapai 10 ribu kasus dalam satu minggu," jelasnya.

Tedros juga membahas tentang pentingnya fasilitas medis di rumah sakit. Ia berharap rumah sakit siap dengan segala fasilitas agar tak kewalahan menghadapi krisis.

Baca Juga: Waduh, 80 Persen Kasus Covid-19 di Amerika pada Maret Tidak Terdeteksi!

Salah satu fasilitas yang disebut adalah konsentrator, alat yang digunakan untuk memurnikan oksigen. Alat ini sama pentingnya dengan ventilator yang digunakan untuk pasien gangguan pernafasan.

Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

"Ini adalah pengingat, bahkan ketika kita melanjutkan penelitian untuk vaksin dan terapi, kita masih memiliki tanggung jawab mendesak untuk melakukan segala yang kita bisa dengan alat yang kita miliki sekarang."

Sementara itu, Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan memperingatkan tentang kencangnya penyebaran virus corona di Amerika, utamanya Amerika Tengah dan Selatan.

"Kami telah melihat kelanjutan krisis yang stabil dan mengkhawatirkan, dengan banyak negara mengalami kenaikan antara 25 dan 50% kasus selama seminggu terakhir.

"Sayangnya, pandemi bagi banyak negara di Amerika belum memuncak, kemungkinan akan menghasilkan jumlah kasus yang berkelanjutan dan kematian terus dalam beberapa minggu mendatang".

Baca Juga: 5 Fakta Jamur Enoki yang Jadi Penyebab Wabah Listeria di Amerika

Komentar