Dampak Pandemi: Pendapatan Iklan Google Bakal Turun, Facebook Berjaya

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 24 Juni 2020 | 22:06 WIB
Dampak Pandemi: Pendapatan Iklan Google Bakal Turun, Facebook Berjaya
Ilustrasi Google di ponsel. [Shutterstock]

Suara.com - Untuk kali pertama sejak tahun 2008, nilai pendapatan iklan Google Inc diprediksi merosot tajam.

Goole diprediksi bakal kehilangan pendapatan iklan hingga 5,3 persen bila dibandingkan dengan tahun 2019.

Menyadur lembaga riset eMarketer pada Rabu (24/06/2020), pendapatan iklan Google diprediksi turun pada tahun 2020 dari USD 41,80 miliar atau Rp 594 triliun jadi USD 39,58 miliar atau Rp 563 triliun.

Analis utama eMarketer, Nicole Perrin mengatakan, penurunan pendapatan iklan ini merupakan dampak dari pandemi virus corona covid-19.

Banyak perusahaan yang mengalami krisis dan memangkas pengeluaran mereka, termasuk iklan di Google.

"Google telah meningkatkan pendapatan iklan Amerika Serikat di tingkat yang lebih lambat dari keseluruhan pasar iklan digital sejak 2016. Jadi tahun ini, Google akan kehilangan pangsa pasar iklan digital di AS," kata Nicole Perrin.

Selain itu, lesunya industri penerbangan juga memberi pengaruh besar terhadap bisnis perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, ini.

"Pendapatan bersih iklan Google AS akan menurun tahun ini terutama karena mundurnya pengeluaran dari iklan perjalanan. Sebelumnya, iklan perjalanan adalah salah satu yang tertinggi di mesin pencarian," kata Perrin.

Tabel pendapatan iklan Google dan Amazon. (eMarketer)
Tabel pendapatan iklan Google dan Amazon. (eMarketer)

Perjalanan menjadi industri yang paling terdampak selama pandemi dibandingkan industri mana pun. Perin melanjutkan, pengeluaran iklan yang terkait dengan e-commerce juga mengalami penurunan.

baca juga

"Amazon dilaporkan menarik iklannya dari pencarian Google awal tahun ini karena mereka berjuang untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk layanan e-commerce-nya," ujarnya.

Pendapatan iklan pencarian bersih Google di AS diperkirakan akan turun 7,2 persen tahun ini.

Pangsa pasar iklan pencariannya akan menurun dari 61,3 persen menjadi 58,5 persen secara bersih dari tahun ke tahun.

Tabel pendapatan iklan Google, Facebook dan Amazon. (eMarketer)
Tabel pendapatan iklan Google, Facebook dan Amazon. (eMarketer)

Merosotnya pendapatan iklan ini memberi peluang kompetitor untuk tumbuh kuat, sebut saja Facebook yang sebelumnya memegang 22,7 persen dan Amazon hanya 7,8 persen dari total pengeluaran iklan di platform digital.

"Aktivitas pengguna mesin peramban (google.com) masih menyumbang sebagian besar dari pendapatan iklan bersih Google. Jadi meskipun pemasukan YouTube akan terus tumbuh tahun ini, tidak akan cukup untuk sepenuhnya mengimbangi tren pencarian yang lebih negatif," kata Perrin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendapatan Anjlok 70%, Pengusaha Kuliner: Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Pendapatan Anjlok 70%, Pengusaha Kuliner: Semoga Pandemi Cepat Berlalu

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2020 | 18:50 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Pendapatan Industri Penerbangan Defisit 90 Persen

Pandemi Covid-19 Bikin Pendapatan Industri Penerbangan Defisit 90 Persen

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2020 | 18:41 WIB

Pendapatan Negara Seret Akibat Pandemi Covid-19

Pendapatan Negara Seret Akibat Pandemi Covid-19

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2020 | 17:58 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×