Direktur Eijkman Tegaskan Terapi Plasma Konvalesen Bukan Pencegah Corona

Chandra Iswinarno | Stephanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 26 Juni 2020 | 16:46 WIB
Direktur Eijkman Tegaskan Terapi Plasma Konvalesen Bukan Pencegah Corona
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandriyo. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio menegaskan, terapi plasma konvalesen bukan pencegah Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Amin mengatakan, solusi dari Pandemi Virus Corona adalah pengadaan vaksin yang hingga saat ini masih dalam proses pengembangan peneliti di berbagai negara.

"Terapi plasma konvalesen ini adalah terapi, bukan pencegahan, jadi tidak menggantikan vaksin, jadi terapi plasma konvalesen ini adalah imunisasi pasif, artinya antibodi sudah ada di luar yang sudah terbentuk itu yang diberikan kepada pasien," kata Amin dalam diskusi di BNPB, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

"Kalau imunisasi aktif itu ya namanya vaksin kemudian kita merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh manusianya, jadi berbeda," lanjutnya.

Terapi plasma konvalesen ini masih dalam tahan uji klinis di beberapa rumah sakit di berbagai negara, di Indonesia ada beberapa rumah sakit yang sudah melakukannya antara lain RSPAD Gatot Soebroto, RSCM dan RSUP Persahabatan.

Amin menjelaskan, terapi plasma konvalesen ini dilakukan dengan mengambil plasma darah dari pasien yang sudah sembuh atau penyintas Covid-19 dan sudah terbentuk antibodi di dalam darahnya.

"Nanti kita ambil plasmanya kemudian setelah dipastikan semuanya aman dan cocok untuk pasienya maka itu diberikan kepada pasien yang masih dirawat dalam keadaan berat," jelasnya.

Plasma yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien yang masih sakit tersebut diharapkan akan memutus lingkaran infeksi sehingga membetuk antibodi yang memperbaiki jaringan yang rusak akibat diserang virus SARS-CoV-2.

Amin membeberkan beberapa syarat bagi penyintas covid-19 yang mau mendonorkan plasma darahnya, antara lain:

  • Diutamakan adalah laki-laki
  • Jika perempuan, adalah sampel perempuan yang belum pernah hamil
  • Baik laki-laki maupun perempuan hatilah yang sehat dan terbukti dari hasil laboratorium
  • Bebas dari infeksi Virus Corona
  • Bebas dari virus, parasit ataupun patogen lainnya yang berkemungkinan bisa ditransmisikan melalui darah
  • Memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Ditolak Donor Plasma Karena Gay

Seorang Dokter Sembuh dari Covid-19 Ditolak Donor Plasma Karena Gay

Health | Jum'at, 26 Juni 2020 | 08:30 WIB

Sempat Sembuh dan Donasikan Plasma, Perempuan Ini Malah Kena Covid-19 Lagi

Sempat Sembuh dan Donasikan Plasma, Perempuan Ini Malah Kena Covid-19 Lagi

Health | Senin, 22 Juni 2020 | 14:30 WIB

Ilmuwan Kembangkan Perawatan Covid-19 Pakai Plasma Sapi, Siap Uji Manusia

Ilmuwan Kembangkan Perawatan Covid-19 Pakai Plasma Sapi, Siap Uji Manusia

Health | Kamis, 18 Juni 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Bisikan Prabowo yang Bikin Rocky Gerung Tertawa-tawa di Istana: Pokoknya Ada

Bisikan Prabowo yang Bikin Rocky Gerung Tertawa-tawa di Istana: Pokoknya Ada

News | Senin, 27 April 2026 | 19:45 WIB

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

News | Senin, 27 April 2026 | 19:35 WIB

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

News | Senin, 27 April 2026 | 19:22 WIB

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

News | Senin, 27 April 2026 | 19:18 WIB

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

News | Senin, 27 April 2026 | 19:13 WIB

MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan

MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan

News | Senin, 27 April 2026 | 18:59 WIB

Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur

Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur

News | Senin, 27 April 2026 | 18:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

News | Senin, 27 April 2026 | 18:51 WIB

Cak Imin Minta Masyarakat Sabar, Pemerintah Fokus Bereskan Kemiskinan Ekstrem

Cak Imin Minta Masyarakat Sabar, Pemerintah Fokus Bereskan Kemiskinan Ekstrem

News | Senin, 27 April 2026 | 18:49 WIB

Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!

Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!

News | Senin, 27 April 2026 | 18:48 WIB