Ilmuwan Kembangkan Perawatan Covid-19 Pakai Plasma Sapi, Siap Uji Manusia

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Kamis, 18 Juni 2020 | 16:43 WIB
Ilmuwan Kembangkan Perawatan Covid-19 Pakai Plasma Sapi, Siap Uji Manusia
Ilutrasi sapi (Unsplash/James Hammond)

Suara.com - Sebuah perusahaan yang berbasis di South Dakota, Amerika Serikat, mengharapkan bisa memulai uji coba manusia bulan Juli untuk perawatan antibodi Covid-19 yang berasal dari plasma sapi.

Dilansir dari CNN, terapi dari plasma sapi bukan diambil dari sapi biasa. Para ilmuwan secara genetik merekayasa hewan itu dengan memberi mereka sistem kekebalan dari manusia.

Dengan begitu, hewan menghasilkan antibodi manusia yang melawan penyakit seperti Covid-19 di mana akan diubah menjadi obat untuk menyerang virus.

"Hewan-hewan ini memproduksi antibodi penawar yang membunuh (virus corona baru) di laboratorium," kata Eddie Sullivan, CEO SAB Biotherapeutics kepada CNN.

"Kami ingin segera datang ke klinik dengan harapan membawa terapi Covid-19 potensial ini kepada pasien yang membutuhkan," tambahnya.

Perusahaan tidak mengatakan berapa banyak orang yang akan dipelajari dalam uji klinis atau berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Untuk membuat obatnya, SAB mengambil sel-sel kulit dari seekor sapi dan menghancurkan gen yang bertanggung jawab untuk menciptakan antibodi sapi. Sebagai gantinya, mereka memasukkan kromosom manusia buatan yang direkayasa yang menghasilkan antibodi manusia.

Peneliti memasukkan DNA dari sel-sel itu ke dalam sel telur sapi dan mengubahnya menjadi embrio. Mereka kemudian menanamkan embrio itu ke dalam seekor sapi untuk memulai kehamilan, dan selama dua dekade terakhir, telah menghasilkan ratusan sapi yang identik secara genetik dengan sistem kekebalan manusia.

Para ilmuwan kemudian menyuntikkan beberapa sapi dengan bagian tidak menular dari virus yang menyebabkan Covid-19. Sapi itu sekarang memproduksi antibodi manusia terhadap virus corona yang secara alami melawan virus..

baca juga
Ilustrasi sapi Belgian Blue. (Dok: Shutterstock)
Ilustrasi sapi . (Dok: Shutterstock)

Sapi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan donor plasma manusia. Sebab menurut perusahaan SAB, sapi secara alami memiliki respon imun yang lebih kuat daripada manusia dan suntikan berulang dengan coronavirus membuat respons itu bahkan lebih kuat.

Selain itu sapi cenderung bertubuh besar dan memiliki lebih banyak plasma untuk diberikan. Serta bisa memberi plasma tiga kali sebulan, bukannya sebulan sekali seperti manusia.

Menurut SAB, obat mereka yang terbuat dari plasma sapi memiliki tingkat antibodi penetral empat kali lebih tinggi dari antibodi paling kuat dalam sampel manusia yang mereka pelajari. Penelitian ini, dilakukan di Universitas Pittsburgh, dibagikan dalam siaran pers oleh perusahaan dan belum dipublikasikan atau ditinjau oleh rekan sejawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simak! Cara Kerja Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Pasien Covid-19

Simak! Cara Kerja Terapi Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Pasien Covid-19

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 20:14 WIB

Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Studi di AS: Plasma Darah Pasien Sembuh Bisa Ringankan Gejala Covid-19

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 19:52 WIB

Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jalani Terapi Plasma Darah

Kesaksian Pasien Covid-19 Berhasil Sembuh Jalani Terapi Plasma Darah

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 13:18 WIB

Terkini

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Karhutla Membara, Komunikasi Krisis Para Gubernur Dipertanyakan

Karhutla Membara, Komunikasi Krisis Para Gubernur Dipertanyakan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Syarat dan Batas Waktu Diskon Denda Pajak hingga 100 Persen

Syarat dan Batas Waktu Diskon Denda Pajak hingga 100 Persen

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:09 WIB

5 Manfaat Viva Retinol Serum, Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

5 Manfaat Viva Retinol Serum, Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

103 Atlet Indonesia Siap Tempur di Asian Para Games 2026

103 Atlet Indonesia Siap Tempur di Asian Para Games 2026

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Listrik Batam dan Sekitarnya Blackout, Gara-gara Proyek Data Center?

Listrik Batam dan Sekitarnya Blackout, Gara-gara Proyek Data Center?

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×