Akademisi Sebut Ada Enam Klaster Masyarakat yang Bermasalah Saat Pandemi

Chandra Iswinarno

Jum'at, 03 Juli 2020 | 22:25 WIB
Akademisi Sebut Ada Enam Klaster Masyarakat yang Bermasalah Saat Pandemi
Ilustrasi corona dan peta Indonesia

Suara.com - Literasi terhadap masyarakat oleh stakeholder di akarrumput mengenai Covid-19 dinilai sangat lemah. Bahkan di sejumlah daerah masyarakat masih buta mengenai Virus Corona tersebut, sehingga penyebaran wabah tersebut terus meningkat setiap harinya, seperti kasus yang terjadi di Jawa Timur.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Ahmad Zainul Hamdi mengatakan, di sejumlah daerah di Jawa Timur, misalnya banyak warga yang memilih merahasiakan keluarganya yang terinfeksi positif Covid-19.

Salah satu faktornya karena mereka malu menginformasikan kepada warga lain, lantaran dianggap terpapar wabah tersebut adalah sebuah aib. Sehingga penularan terus terjadi di lingkungan masyarakat.

"Jadi narasi edukatifnya rendah, yang dikencangin malah narasi menakutkan dan ancaman yang cenderung menyudutkannya warga (yang terpapar)," kata Ahmad dalam sebuah diskusi daring bertajuk Memperkokoh Kerjasama di Tengah Zona Siaga Covid-19 yang digelar PUSAD Paramadina, Jumat (3/7/2020).

Ia menilai, pemerintah dan otoritas sejak awal reaksinya tergagap dalam menghadapi wabah ini. Tak ada yang siap menghadapi pandemi.

Ahmad membedakan enam klaster kelompok masyarakat yang bermasalah di masa pandemi tanpa ada literasi dari stakeholder. Pertama, kelompok masyarakat yang tidak tahu mengenai Covid-19 dan apa yang harus dilakukan agar tak terpapar dan mencegah penyebaranya.

Kedua, kelompok masyarakat yang pada dasarnya harus bekerja untuk bertahan hidup. Orang seperti ini pilihannya bukan bekerja untuk mati, tapi pilihannya mati di mana.

Jadi seluruh kebijakan tentang lockdown, karantina wilayah, isolasi mandiri, tanpa didukung jaminan bahwa mereka di dalam rumah dijamin tetap hidup, mereka akan tetap keluar rumah.

"Mereka rata-rata berpendidikan rendah, sehingga mereka sangat tidak disiplin untuk melakukan protokol Covid-19 ketika beraktivitas ke luar rumah," ujarnya.

baca juga

Ketiga, kelompok 'Ndableg'. Ini adalah kelompok orang-orang yang mungkin sebagian diantara mereka sadar, bahkan tahu mengenai wabah. Ndableg itu nakal, sembrono dan cendrung untuk menantang. Misalkan dalam situasi seperti saat ini mereka tetap berkerumuman tanpa protokol kesehatan.

Keempat, kelompok yang paling sulit diedukasi yaitu kelompok anti sains. Mereka menganggap sains itu tidak lebih sekedar kebohongan, oleh karena itu mereka cendrung mendelegitimasi informasi sains. Bahkan mereka membuat informasi tandingan yang membuat masyarakat jadi bodoh.

Kelima, kelompok masyarakat yang berfikir konspiratif, bahwa Covid-19 sama sekali tidak ada. Kelompok ini memandang Virus Corona hanyalah sebuah konspirasi fitnah.

"Bahkan ada yang menyebut Covid-19 ini sengaja dibuat untuk membuat umat Islam tidak berangkat ke mesjid dan mesjid menjadi sepi serta digerogoti akidahnya," tuturnya.

Terakhir adalah kelompok masyarakat yang terologinya fatalistik. Kelompok ini hampir ada disemua agama, ada tokoh-tokoh agama yang teologinya fatalistik, dan sengaja disebarkan di tengah situasi pandemi.

Mereka berpandangan, karena wabah ini virus, virus itu mahkluk, virus itu ciptaan tuhan, tuhan maha besar maka tidak boleh melarang orang berdoa secara massal di masjid.

"Maka yang paling berbahaya menurut saya tiga kelompok terakhir. Tiga kelompok pertama justru lebih mudah diedukasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral, Jasad Pasien Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang Oleh Petugas!

Viral, Jasad Pasien Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang Oleh Petugas!

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 20:49 WIB

Tambah 147 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 11.824 Orang

Tambah 147 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 11.824 Orang

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 20:45 WIB

Gugus Tugas: 99 Daerah di Tanah Air Masuk Kategori Zona Hijau Covid-19

Gugus Tugas: 99 Daerah di Tanah Air Masuk Kategori Zona Hijau Covid-19

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:29 WIB

Terkini

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:55 WIB

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:00 WIB

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:52 WIB

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:46 WIB

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

Pelayat Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Ingin Donald Trump Meninggal Dunia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:44 WIB

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

Ada Tamu Negara! Simak Rute Penutupan Jalan di Jakarta Selama Kunjungan PM Singapura

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:25 WIB

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

Jurus Baru Roy Suryo: Ajukan Praperadilan Jilid 2 Demi Runtuhkan Dasar Tersangka UU ITE

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 12:04 WIB

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

Rugikan Nasabah Rp90 M, Kasus Akses Ilegal Mirae Asset Naik Penyidikan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:57 WIB

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

Melejit 300 Persen! Penumpang Stasiun JIS Membeludak di Akhir Pekan, Tiket Rp1 Jadi Magnet

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:30 WIB

×