Miris, Sisa Peninggalan PDRI di Limapuluh Kota Dibiarkan Lapuk Dimakan Usia

Chandra Iswinarno | Suara.com

Minggu, 05 Juli 2020 | 04:30 WIB
Miris, Sisa Peninggalan PDRI di Limapuluh Kota Dibiarkan Lapuk Dimakan Usia
Salah Satu Bekas Markas Syafruddin Prawiranegara. [Klikpositif.com]

Suara.com - Bangunan bernilai sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Mudiak Dadok, Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinisi Sumatera Barat dibiarkan mangkrak tak terurus.

Padahal, bangunan tersebut pernah menjadi markas mantan Pemimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Prawiranegara dalam memegang kendali republik saat itu.

Lantaran itu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) berencana untuk membangun replika markas yang tersisa dari masa PDRI di Mudiak Dadok, Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota .

"Kita dari UMSB mungkin dalam waktu yang terlalu lama ini akan mereplika kembali bangunan itu, masalah pembiayaan kita akan gandeng stakeholder yang konsen dalam hal itu," kata Rektor UMSB Riki Saputra seperti dilansir Klikpositif.com-jaringan Suara.com pada Sabtu (4/7/2020).

Dia mengatakan, keinginan tersebut muncul setelah melihat bekas markas Syafruddin dalam kondisi tak terawat dan tak dihuni selama puluhan tahun. Sehingga dikhawatirkan, nilai-nilai sejarahnya luntur seiring dengan hancurnya fisik bangunan.

Dikatakannya, PDRI berkontribusi luar biasa terhadap NKRI. Karena itulah, dia berkeinginan mereplika bekas bangunan tersebut dengan membawa tim teknik UMSB .

"Bangunannya tidak akan rubah struktur fisiknya, akan kita perkokoh dan mungkin akan kita isi foto-foto di dalamnya seperti sebuah museum," ucapnya.

Sementara menurut tokoh masyarakat setempat Zulfikri Tuanku Gindo, Mudiak Dadok merupakan basis pertahanan atau persembunyian dari tentara republik semasa PDRI. Kondisi tersebut ditopang topografi alam dengan kontur bukit dan lokasi strategis serta terpencil sehingga menjadi salah satu alasan wilayah tersebut dipilih menjadi basis pertahanan.

Syafruddin kemudian juga membuat semacam basis militer di wilayah tersebut. Bahkan, keberadaan sebuah bangunan yang dahulunya berupa Surau, dijadikan sebagai markas dalam mengatur strategi dalam menentang Belanda. Kini, surau tersebut sudah lapuk dan tak dihuni, serta bentuk fisiknya pun berubah karena sudah banyak bangunannya runtuh.

"Selama PDRI, Syafruddin bolak balik ke sini, dan di surau atau disinilah ia mendirikan markasnya," ungkap Zulfikri.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kampung Tempat Indekos Soekarno Jadi Heritage Walk Of Lawang Seketeng

Kampung Tempat Indekos Soekarno Jadi Heritage Walk Of Lawang Seketeng

Jatim | Selasa, 12 November 2019 | 04:30 WIB

Memprihatinkan, Bangunan Cagar Budaya di Indramayu Jadi Penutup Septic Tank

Memprihatinkan, Bangunan Cagar Budaya di Indramayu Jadi Penutup Septic Tank

Jabar | Kamis, 01 Agustus 2019 | 22:08 WIB

Tiga Kawasan Situs Sejarah Berpotensi Jadi Warisan Dunia

Tiga Kawasan Situs Sejarah Berpotensi Jadi Warisan Dunia

News | Minggu, 22 Juni 2014 | 14:19 WIB

Terkini

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:05 WIB

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:33 WIB

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5  Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5 Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:31 WIB

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:57 WIB

Dukcapil: Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta Cari Kerja, Didominasi Usia Produktif

Dukcapil: Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta Cari Kerja, Didominasi Usia Produktif

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:55 WIB

Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen

Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:49 WIB

Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas

Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:47 WIB

Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara

Kayu Hanyutan Banjir di Aceh dan Sumut Dimanfaatkan Warga jadi Material Huntara

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:24 WIB

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB