Keponakan Prabowo Enggan Dianggap KKN Soal Ekspor Benih Lobster

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 13 Juli 2020 | 23:47 WIB
Keponakan Prabowo Enggan Dianggap KKN Soal Ekspor Benih Lobster
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. [Dokumentasi JarNas TPPO]

Suara.com - Direktur Utama PT Bima Sakti Mutiara, Rahayu Sarawati Djojohadikusumo atau Sara membantah soal "bagi-bagi" jatah untuk perusahaan eksportir benih lobster yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut Saras, perusahaannya bukan bak orang 'baru' yang tiba-tiba mendapatkan jatah tanpa memiliki kapabilitas sesuai. 

PT Bima Sakti Mutiara menjadi salah satu dari puluhan perusahaan yang terdaftar sebagai eksportir. Perusahaan itu disebutkannya sudah berdiri sejak 34 tahun yang berfokus pada mutiara. Sara menyebut perusahaannya tengah memproses penggantian nama menjadi PT Bima Sakti Bahari karena ingin menerapkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Saras mengatakan proses pergantian nama itu sudah dilakukan sebelum Menteri KP Edhy Prabowo membuka keran ekspor benih lobster. Hal tersebut disampaikannya melalui diskusi yang disiarkan langsung melalui akun YouTube "Let's Talk With Sara", Senin (13/7/2020). 

"Jadi kita waktu itu langsung saja pas mendengar bahwa ada potensi ada dibukakan pintu seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin mengembangkan usaha lobster, kami akhirnya mendaftarkan diri dengan yang bersamaan kita sedang mengubah akte untuk menjadi Bima Sakit Bahari," kata Sara. 

Sara pun berusaha menyampaikan visi misi perusahaannya kepada KKP saat mendaftarkan diri. Pembudidayaan perikanan berkelanjutan menjadi salah satu tujuan ia mendaftarkan perusahaan tersebut. 

Bukan hanya fokus pada ekspor benih lobster saja, akan tetapi juga keberlangsungan ekosistem di lautnya. Pakan menjadi salah satu hal yang juga menjadi konsentrasinya. 

"Jadi itu penting buat saya karena apa? Karena Indoensia maupun Asia telah mendapatkan reputasi kurang baik karena adanya kita tidak melakukan farming yang sustainable. Kita adanya farming yang take, take, take tanpa kita memperhatikan lingkungan hidupnya, itu bukan bagian dari visi misi kami," ujarnya. 

Karena itu, putri dari Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo itu membantah mendapatkan jatah dalam daftar perusahaan eksportir benih lobster tanpa memiliki kapasitas. 

"Mohon maaf kalau misalkan ini penunjukkan langsung kalau penunjukkan, yes, mau dituduh bahwa ini ada sedikit permainan dan kita tidak kita punya kapasitas, silahkan berarti ada KKN," katanya. 

baca juga

"Tapi karena ini dibuka pintunya kepada siapapun yang punya kapasitas, punya kapabilitas, punya financial strength untuk bisa ya itu tadi mengembangkan lobster pasir selama 14 bulan, membudidaya lobster budidaya sampai dua tahun," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan Keponakan Prabowo Jawab Tudingan Kongkalikong Ekspor Lobster

Blak-blakan Keponakan Prabowo Jawab Tudingan Kongkalikong Ekspor Lobster

News | Senin, 13 Juli 2020 | 22:51 WIB

Susi Prihatin, Ada Nelayan Curhat: Saya Bingung Benih Lobster Kok Diekspor?

Susi Prihatin, Ada Nelayan Curhat: Saya Bingung Benih Lobster Kok Diekspor?

News | Minggu, 12 Juli 2020 | 10:46 WIB

KKP Klaim Pembukaan Keran Ekspor Lobster Sudah Dibahas Para Ahli

KKP Klaim Pembukaan Keran Ekspor Lobster Sudah Dibahas Para Ahli

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 18:11 WIB

Terkini

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

×