Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati

Muhammad Yasir | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:16 WIB
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
Aktivitas perawatan kandang dan hewan ternak sapi yang dijalankan Kelompok Ternak BUMDes Cikahuripan di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
  • Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi menyiagakan petugas untuk mengantisipasi penyebaran penyakit BEF pada sapi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Virus BEF yang menular melalui serangga dinilai sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian ternak secara cepat dan mendadak.
  • Peternak wajib memperketat sanitasi serta pemberian vitamin, sementara pembeli disarankan hanya memilih hewan kurban yang memiliki sertifikat kesehatan.

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian mulai mengantisipasi kemunculan penyakit demam tiga hari atau Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang mengancam hewan kurban jenis sapi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyakit yang dibawa oleh serangga pengisap darah ini dinilai memiliki risiko kematian yang lebih cepat dibandingkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua Kelompok Ternak BUMDes Cikahuripan, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Karma, mengungkapkan bahwa para peternak saat ini tengah memperketat pengawasan karena keganasan virus BEF tersebut.

"Penyakit ini lebih berbahaya dibanding penyakit mulut dan kuku (PMK) karena dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani," kata Karma di Cikarang, Jumat (8/5/2026).

Menurut Karma, kecepatan identifikasi gejala menjadi kunci keselamatan ternak. Ia merinci bahwa sapi yang terjangkit akan menunjukkan gejala demam tinggi dan sesak napas akut.

"Kalau PMK sudah biasa, ini sapi sesak nafas, ngos-ngosan, panas kalau kena BEF. Itu 1×24 jam kalau nggak buru-buru ditangani bisa mati," ujarnya.

Guna mencegah kerugian, peternak kini mengoptimalkan pemberian pakan bergizi berupa kombinasi ampas tahu, konsentrat, dan serat kasar, serta pemberian vitamin secara berkala.

Karma juga mengingatkan pentingnya aspek pengendalian parasit internal.

"Pemberian obat cacing secara rutin juga penting sebab makan banyak tapi kalau obat cacing kagak dikasih percuma, dimakan cacing itu abis. Nggak gemuk-gemuk, cacingan. Jadi harus disertai pengendalian parasit," ucapnya.

Merespons kondisi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah menyiagakan 32 personel pengawasan kesehatan hewan yang disebar di 23 kecamatan untuk memantau lapak penjualan, kandang peternak, hingga rumah potong hewan.

Ketua Tim Pengendalian Penyakit Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dewi Suryani, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan kematian ternak akibat BEF.

Ia menjelaskan bahwa penyakit ini bersifat endemik dan penularannya bergantung pada populasi serangga saat musim pancaroba.

"BEF bersifat endemik di hampir seluruh wilayah Indonesia. Penyakit ini tidak menular secara kontak langsung antarhewan, melainkan melalui perantara nyamuk atau lalat penggigit," jelas Dewi.

Dewi juga mengimbau para pedagang untuk meningkatkan sanitasi lingkungan kandang melalui penyemprotan insektisida atau fogging guna memutus rantai penularan lewat nyamuk.

Sementara masyarakat diminta hanya membeli hewan kurban di lapak-lapak yang telah melewati pemeriksaan medis dan mengantongi sertifikat kesehatan dari petugas resmi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Iduladha 2026, Pemprov DKI Siapkan 900 Sapi Kurban Bersertifikat Halal dan Sehat

Jelang Iduladha 2026, Pemprov DKI Siapkan 900 Sapi Kurban Bersertifikat Halal dan Sehat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:33 WIB

Viral  Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:44 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi

Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:05 WIB

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:53 WIB

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:45 WIB

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:37 WIB

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:45 WIB