Gelar Pernikahan Mewah di Istana, Si Pengantin Wanita Malah Mati Keracunan

Selasa, 14 Juli 2020 | 08:00 WIB
Gelar Pernikahan Mewah di Istana, Si Pengantin Wanita Malah Mati Keracunan
Ilustrasi pernikahan. (Unsplash/ Nathan Dumlao)

Suara.com - Hari pernikahan seharusnya menjadi momen yang paling membahagiakan. Namun, bagaimana jika malah terjadi hal buruk yang menimpa sang pengantin wanita.

Menentukan hidangan untuk pesta makanan biasanya dilakukan dengan sangat hati-hati. Bukan hanya soal kelezatan dan kebersihannya, penting pula untuk memastikan tidak ada bahan makan yang memicu alergi tertentu, terutama bagi kedua mempelai. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal.

Melansir Daily Star, Selasa (14/7/2020), seorang pengantin wanita dilaporkan pingsan saat resepsi pernikahan mewah impiannya di Istana Tsaritsyno, Moskow, Rusia. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat syok anafilaksis yang diduga terjadi karena alergi kacang.

Perempuan bernama Alexandra Erokhova itu menunjukkan reaksi ekstrem saat menikmati hidangan manis pada jamuan makan yang digelar setelah upacara pernikahan. Dia ambruk di meja dan membuat para tamu panik.

Ilustrasi pernikahan. (Shutterstock)

Orang-orang mencoba menghubungi tim medis untuk memberikan pertolongan pertama. Namun saat ambulans tiba di aula tempat acara berlangsung, nyawa sang pengantin wanita sudah tidak tertolong.

Dokter lalu mengatakan bahwa korban menderita syok anafilaksis yang kemungkinan besar disebabkan oleh alergi kacang.

Wanita 25 tahun ini rupanya memang alergi kacang sejak anak-anak. Menurut pihak keluarga, mereka sebelumnya sudah memberitahukan hal tersebut kepada juru masak pernikahan.

Namun, laporan menyatakan bahwa hidangan manis yang dimakan oleh pengantin wanita memang mengandung kacang. Polisi pun terus menyelidiki tragedi itu, termasuk memeriksa beberapa saksi dan bukti.

Sementara itu, anafilaksis sendiri merupakan reaksi alergi yang bisa berakibat fatal. Seperti semua alergi, sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap alergen dan akhirnya memaksa antibodi untuk bekerja lebih keras.

Baca Juga: Pasangan Down Syndrome Menikah, Suasana Haru Warnai Upacara Janji Suci

Antibodi kemudian menyebabkan reaksi dan melepaskan bahan kimia yang dapat menyebabkan sejumlah reaksi dalam tubuh, termasuk demam dan gejala alergi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI