Baru Dilaunching, Situs Gerakan Klik Serentak KPU Langsung Diserang

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 15 Juli 2020 | 12:32 WIB
Baru Dilaunching, Situs Gerakan Klik Serentak KPU Langsung Diserang
Ketua KPU Arief Budiman. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaunching Gerakan Klik Serentak (GKS) pada Rabu (15/7/2020). Agenda tersebut bertepatan dengan dimulainya pelaksanaan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) untuk meningkatkan kualitas daftar pemilih pada Pilkada Serentak 2020.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, GKS merupakan kanal informasi online berupa website yang bisa diakses masyarakat. Untuk mengecek kesesuaian data pemilih dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), masyarakat bisa mengakses situs lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Menurut Arief, meski baru dipublikasikan, sejak Selasa (14/7/2020), situs tersebut mulai diserang. Meski demikian, dia tidak merinci siapa yang menyerang dan bentuk serangan apa yang diterima.

"Jadi mulai tadi malam sudah di serang dan trennya terus meningkat sampai hari ini," ujar Arief di Gedung KPU, Jakarta Pusat.

Semula, Arief mengatakan jika pihaknya akan menggelar dialog di sejumlah daerah berkaitan dengan GKS. Namun, intensitas serangan semakin tinggi dan membikin kerja aplikasi menjadi lambat.

"Saya sampai dengan tadi pagi masih berharap masih bisa dilakukan dialog langsung dengan daerah, tapi hari ini makin tinggi ya. Kuantitas serangannya makin tinggi. Tidak merusak web kami, tidak merusak aplikasi kami, akan tetapi membuat kerjanya menjadi lambat," katanya menjelaskan.

Arif mengklaim, minat publik terhadap situs tersebut amat tinggi. Dengan demikian, pada hari ini senjumlah anggota KPU berada di sejumlah daerah --untuk mengklik situs itu bersama sejumlah tokoh.

"Ternyata minat publik terhadap web kita, lindungihakpilihmu.kpu.go.id sangat luar biasa. Hari ini sebetulnya kami mendesign acara ini untuk terkoneksi langsung dengan beberapa daerah. Makanya beberapa anggota KPU berada di daerah, mereka akan klik bersama tokoh-tokoh di daerah, penyelenggara di daerah, ada KPU Bawaslu di daerah, kemudian kami juga akan berdialog dengan beberapa tokoh masyarakat," papar Arief.

Lebih lanjut, Arief menyebut nama-nama tokoh yang dihadirkan di sejumlah daerah. Misalnya publik figur Ayu Ting-Ting di Kota Depok.

baca juga

"Kami sudah siapakan sebetulnya, kalau dari Depok itu Mba Ayu Tingting, kemudian dari Kabupaten yang lain sudah ada Pak Hasan Wirayudha ya, dan sudah kita siapakan bebrapa tokoh masyarakatsudah kami siapakan," pungkas Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pilkada 2020, KPU Resmi Luncurkan Aplikasi Gerakan Klik Serentak

Jelang Pilkada 2020, KPU Resmi Luncurkan Aplikasi Gerakan Klik Serentak

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 12:08 WIB

CEK FAKTA: Festival Layang-Layang, KPU-Bawaslu Sosialisasi Pilkada 2020?

CEK FAKTA: Festival Layang-Layang, KPU-Bawaslu Sosialisasi Pilkada 2020?

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 22:17 WIB

Intip Garasi Ketua KPU yang Dipecat Gara-gara Selingkuh, Cuma Ada 2 Motor

Intip Garasi Ketua KPU yang Dipecat Gara-gara Selingkuh, Cuma Ada 2 Motor

Otomotif | Selasa, 14 Juli 2020 | 14:20 WIB

Sekretaris KPU Papua Parat Ngaku Serahkan Rp 500 Juta ke Wahyu Setiawan

Sekretaris KPU Papua Parat Ngaku Serahkan Rp 500 Juta ke Wahyu Setiawan

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 15:25 WIB

Jaksa Tak Mau Hadirkan Hasto di Sidang Suap Wahyu Setiawan, Ini Alasannya

Jaksa Tak Mau Hadirkan Hasto di Sidang Suap Wahyu Setiawan, Ini Alasannya

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 14:18 WIB

DKPP Sebut Mantan Komisioner KPU Evi Pantas Dipecat

DKPP Sebut Mantan Komisioner KPU Evi Pantas Dipecat

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 20:53 WIB

Kultur Indonesia Belum Siap, KPU Belum Mau Gelar Pilkada Secara Online

Kultur Indonesia Belum Siap, KPU Belum Mau Gelar Pilkada Secara Online

News | Senin, 06 Juli 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×