Merespons Pandemi Corona, Vietnam Akan Larang Perdagangan Satwa Liar

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 24 Juli 2020 | 19:08 WIB
Merespons Pandemi Corona, Vietnam Akan Larang Perdagangan Satwa Liar
Warga Vietnam menikmati bir sambil menyantap daging anjing. (AFP/HOANG DINH NAM)

Suara.com - Dikenal sebagai salah satu konsumen produk satwa liar terbesar di Asia, Vietnam berjanji akan menangguhkan semua impor satwa liar baik yang hidup atau mati dan berjanji akan menghilangkan pasar ilegal di seluruh negeri.

Menyadur Channel News Asia, langkah yang telah disetujui oleh Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc ini merespon skandal internasional penjualan satwa liar yang disebut-sebut menjadi penyebab dari pandemi virus corona.

"Perdana menteri memerintahkan penangguhan impor satwa liar, hidup atau mati, dan telurnya," ujar pernyataan yang dirilis pada Kamis (23/7) di situs web pemerintah.

"Semua warga negara, terutama pejabat tidak boleh berpartisipasi dalam perburuan ilegal. membeli, menjual, mengambil satwa liar ilegal," sambung pernyataan itu.

Larangan ini menjadi kemenangan besar bagi kelompok konservasi yang getol menuding pihak berwenang Vietnam menutup mata terhadap maraknya perdagangan spesies langkah di seantero negara.

Disebutkan, bagian dari hewan-hewan liar seperti tanduk badak, trenggiling, hingga harimau, paling sering diselundupkan karena dipercaya berguna untuk pengobatan tradisional.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Kendati dijual dengan harga tinggi dan diperdagangkan jauh hingga Afrika, namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan satwa-satwa tersebut bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Pemerintah negara ini juga akan menghilangkan pasar-pasar yang memperdagangkan satwa liar secara ilegal.

Kelompok anti perdagangan liar Freeland memuji upaya ini sebagai yang paling tegas dalam pengendalian perdangan satwa liar sejak pandemi virus corona terjadi.

"Vietnam akan diberi selamat karena mengakui Covid-19 dan pandemi lainnya terkait dengan perdagangan satwa liar," ujar Steven Glaster, ketua Freeland.

"Perdangan ini harus dilarang karena tberhubungan dengan keamanan kesehatan internasional dan publik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vietnam Berharap Bisa Gelar Balap Formula 1 Akhir November

Vietnam Berharap Bisa Gelar Balap Formula 1 Akhir November

Sport | Selasa, 07 Juli 2020 | 12:16 WIB

Intip Hotel Mewah Berlapis Emas di Vietnam

Intip Hotel Mewah Berlapis Emas di Vietnam

Foto | Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:42 WIB

Dipuji WHO, Bagiamana Langkah Vietnam Mengatasi Covid-19?

Dipuji WHO, Bagiamana Langkah Vietnam Mengatasi Covid-19?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:42 WIB

Terkini

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:58 WIB

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB