Bikin Penerbangan Pamitan, Qantas Airlines 'Gambar' Kanguru di Langit

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 26 Juli 2020 | 21:00 WIB
Bikin Penerbangan Pamitan, Qantas Airlines 'Gambar' Kanguru di Langit
Ilustrasi pesawat Qantas Airlines.(Shutterstock).

Suara.com - Sebuah pesawat dari Qantas Airlines membuat satu rute penerbangan dengan membentuk gambar kanguru sebagai bentuk perpisahan.

Menyadur CNN, Minggu (26/7/2020), pesawat Boeing 747 terakhir dari maskapai Qantas Airlines membuat sebuah aksi menarik dengan membentuk rute penerbangan bergambar kanguru setelah mengudara lebih dari 50 tahun.

Pesawat tersebut meninggalkan Australia untuk terakhir kalinya pada hari Rabu dan meninggalkan pesan khusus untuk semua orang dengan membentuk gambar kanguru yang juga sebagai ikon maskapai.

Penerbangan dengan nomor QF7474 terbang membentuk logo Qantas di langit setelah lepas landas dari Bandara Sydney yang akan menuju Amerika Serikat.

"Pesawat ini jauh di depan waktu dan masih sangat mampu," kata CEO Qantas Group, Alan Joyce dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNN.

Rute penerbangan bergambar kanguru sebagai perpisahan pesawat Boeing 747.[CNN]
Rute penerbangan bergambar kanguru sebagai perpisahan pesawat Boeing 747.[CNN]

"Para insinyur dan awak kabin senang bekerja untuk mereka dan pilot suka menerbangkannya. Begitu juga para penumpang. Mereka sudah mendapat tempat yang sangat istimewa dalam sejarah penerbangan dan saya tahu mereka akan sangat dirindukan oleh banyak orang, termasuk saya." jelas Joyce.

Menurut Joyce, pesawat Boeing 747 akan digantikan oleh pesawat yang lebih hemat bahan bakar dengan jangkauan yang lebih jauh, seperti 787 Dreamliner dan Airbus A350.

Industri perjalanan mengalami kerugian besar oleh Covid-19 karena sebagian negara menerapkan kebijakan lockdown yang membuat akses perjalanan sangat terbatas.

Perpisahan

baca juga

Orang-orang berkumpul di Bandara Sydney untuk mengucapkan selamat tinggal pada pesawat Boeing 747, yang menerima water salute sebelum lepas landas. Pesawat itu akan dibawa menuju Los Angeles sebelum disimpan di boneyard di Gurun Mojave, menurut rilis pers Qantas.

Joyce mengatakan sulit untuk melebih-lebihkan dampak 747 bagi negara seperti Australia. Ukuran pesawat besar membantu menurunkan harga tiket pesawat untuk negara yang jauh seperti Australia.

Pilot yang bertugas untuk menerbangkan pesawat tersebut adalah Kapten Sharelle Quinn, kapten wanita pertama maskapai Qantas Airlines.

Ilustrasi pesawat Qantas Airlines. (Shutterstock)
Ilustrasi pesawat Qantas Airlines. (Shutterstock)

"Saya sudah menerbangkan pesawat ini selama 36 tahun dan itu merupakan hak istimewa mutlak," kata Quinn dalam siaran pers.

Quinn mengatakan 747 telah membawa lebih dari 250 juta penumpang Qantas Airlines, termasuk sejumlah misi penyelamatan selama 50 tahun terakhir.

Pesawat tersebut membuat rekor pada tahun 1975 ketika membawa pulang 674 penumpang dari Darwin setelah Topan Tracy. Ia juga membawa persediaan medis dan wisatawan pulang dari Maladewa dan Sri Lanka setelah tsunami besar pada Desember 2004.

Baru-baru ini, pesawat tersebut digunakan untuk membawa pulang ratusan orang Australia yang terlantar dari Wuhan pada bulan Februari.

Qantas Airlines menerima pesawat Boeing 747 pertamanya pada Agustus 1971, bersamaan dengan McDonalds pertama dibuka di Australia, menurut maskapai.

"Itu menjadi bagian yang luar biasa dari sejarah kami, pesawat yang benar-benar luar biasa dan sementara kami sedih melihat pesawat terakhir kami pergi, sekarang saatnya untuk menyerahkan kepada generasi pesawat berikutnya yang jauh lebih efisien," kata Kaptain Quinn.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel

Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:25 WIB

Australia Bantu Indonesia 100 Ventilator untuk Penanganan Covid-19

Australia Bantu Indonesia 100 Ventilator untuk Penanganan Covid-19

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 12:08 WIB

Pria Ini Jalan Kaki 32 Km Demi Makan Ayam, Eh Malah Kena Denda Lockdown

Pria Ini Jalan Kaki 32 Km Demi Makan Ayam, Eh Malah Kena Denda Lockdown

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 12:08 WIB

Terkini

KPK Ungkap Asal Uang Rp 1,5 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Pemkab Bogor

KPK Ungkap Asal Uang Rp 1,5 Miliar yang Disita dari Kasus Korupsi Pemkab Bogor

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:14 WIB

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

Kronologis Pendaki WNI Ditemukan Meninggal Dunia di Stasiun Ketujuh Gunung Fuji Jepang

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:05 WIB

Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus

Potensi Kerusuhan Terkendali, Pengamat Hukum Nilai Polri Berhasil Amankan Aksi 27 Agustus

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 11:04 WIB

Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro

Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 11:03 WIB

Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi

Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 11:00 WIB

Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI

Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:58 WIB

BPOM Perketat Batas BPA 12x Lebih Rendah, Galon Guna Ulang Jadi Sorotan

BPOM Perketat Batas BPA 12x Lebih Rendah, Galon Guna Ulang Jadi Sorotan

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:57 WIB

11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel

11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:54 WIB

×