Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:25 WIB
Bunuh Bosan saat Karantina, Perawat Ini Jalan Maraton 55 Km di Kamar Hotel
Ilustrasi hotel murah. (Pixabay)

Suara.com - Seorang perawat asal Australia menghabiskan waktu karantina dengan aktivitas yang tak biasa, yakni berjalan sejauh 55 km di kamar hotel.

Menyadur News.com.au, Sarah Crocker diwajibkan menjalani 14 karantina di hotel Playford, Adelaide, setelah bekerja di tempat-tempat dengan kasus Covid-19 tinggi di Melbourne.

Perempuan berusia 24 tahun ini memutuskan untuk melakukan jalan puluhan kilometer pada Kamis (23/7), untuk mengobati keinginan mengikuti acara maraton di London yang dibatalkan karena pandemi virus corona.

"Mengingat saya masih sangat sehat dalam tugas (karantina) ini, saya pikir mampu jalan maraton. Saya berlari hampir setiap hari, jadi saya memuruskan untuk melakukan maraton penuh," ujar Sarah.

Sarah membeberkan ia membutuhkan waktu lebih dari delapan jam untuk bisa melakukan maraton 55 km tersebut.

Ia mengaku senang bisa melakukan hal ini lantaran tak memiliki aktivitas lain mendesak untuk dilakukan.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Terlebih, ia mendapatkan dukungan dari orang-orang yang bekerja di sekitar gedung hotel.

"Mereka mulai melambaikan tangan kepadaku ketika aku berjalan melintas seolah-olah mereka tahu bahwa aku mungkin seorang gadis gila di hotel karantina," katanya.

Adapun rute maraton kamar hotel yang dilalui Srah adalah berjalan dari pintu, menuju ruang duduk, berputar-putar di sofa, lalu sepanjang tepi tempat tidur, hingga menyusuri lorong ke kamar mandi.

Rute itu ia lakukan berulang-ulang hingga jarak puluhan kilometer yang ia inginkan terpenuhi.

Sebelum melakukan tantangan jalan maraton sejauh 55 km ini, Sarah pernah menjajal berjalan 30 km di kamar hotel.

"Pinggul saya sangat sakit karena berjalan di sekitar sudut yang sempit, saya harus mandi dengan air es," bebernya.

"Banyak orang telah mengomentari betapa gilanya hal yang saya lakukan. Tapi itu membuat saya tetap terhubung dengan dunia luar ketika orang-orang berinteraksi dengan saya di instagram," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Wanita Memohon ke Presiden untuk Selamatkan Suaminya yang Kena Corona

Viral Wanita Memohon ke Presiden untuk Selamatkan Suaminya yang Kena Corona

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 11:24 WIB

Diminta Karantina Malah Joget, Selebgram Diamankan Polisi

Diminta Karantina Malah Joget, Selebgram Diamankan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 10:39 WIB

Agar Anak Bisa Ikut Kelas Online, Ayah Jual Sapi Satu-satunya untuk Beli HP

Agar Anak Bisa Ikut Kelas Online, Ayah Jual Sapi Satu-satunya untuk Beli HP

News | Jum'at, 24 Juli 2020 | 19:13 WIB

Terkini

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB