11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 01 September 2026 | 10:54 WIB
11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel
Ilustrasi Petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. (ANTARA/Sucia Lucinda)
baca 10 detik
  • Sebanyak 11.567 personel gabungan dikerahkan di Sumatera Selatan untuk mengatasi karhutla akibat puncak kemarau dan El Nino 2026.
  • Kepala BNPB Suharyanto menyatakan operasi pemadaman diperkuat sembilan armada udara yang melakukan patroli, water bombing, dan modifikasi cuaca di Jakarta pada Selasa (1/9/2026).
  • Berdasarkan data per 30 Agustus 2026, area seluas 18,36 hektare berhasil dipadamkan dan 48,7 hektare menjadi fokus pendinginan di lahan gambut.

Suara.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan melibatkan kekuatan personel dan armada dalam jumlah besar.

Sebanyak 11.567 personel gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026.

Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, Masyarakat Peduli Api (MPA), sektor swasta hingga relawan.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menhampaikan bahwa penanganan juga diperkuat dengan dukungan armada udara. Dari total 32 armada udara nasional, sebanyak sembilan unit disiagakan khusus untuk menangani karhutla di Sumatera Selatan.

Operasi tersebut mencakup patroli udara, water bombing hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Penguatan mobilisasi personel dan peralatan operasional terus ditingkatkan guna mengantisipasi keterbatasan akses lokasi dan sumber air," kata Suharyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Untuk OMC, pesawat Cessna 208 Caravan telah menyelesaikan 27 sortie penerbangan dengan menyemai 27.000 kilogram bahan semai.

Sementara itu, patroli udara menggunakan helikopter AS365 N2 dan Cessna 208B telah mencatat lebih dari 439 jam terbang untuk memetakan titik panas di sejumlah wilayah.

Operasi pemadaman dari udara juga dilakukan menggunakan helikopter Blackhawk, MI-8 dan Super Puma tercatat telah melakukan lebih dari 237 sortie pemadaman, terutama di wilayah Tulung Selapan, Rantau Bayur, Sungai Rotan dan Lalan.

baca juga

Meski demikian, diakui Suharyanto bahwa kondisi di sejumlah lokasi masih menjadi tantangan bagi tim gabungan. Jarak pandang yang terbatas dan angin kencang, terutama di wilayah lahan gambut, dapat memengaruhi proses operasi udara.

Berdasarkan pemantauan per 30 Agustus 2026, sisa area yang membutuhkan pemadaman dan pemantauan ketat mencapai 67,06 hektare. Baru berhasil dipadamkan sekitar 18,36 hektare. Rinciannya, 2,5 hektare ditangani melalui water bombing dan 15,86 hektare melalui operasi darat.

Sementara itu, sekitar 48,7 hektare lainnya kini menjadi fokus pendinginan atau cooling down.

Tahapan tersebut terutama dilakukan di lahan gambut untuk memastikan bara api yang masih berada di dalam tanah tidak kembali memicu kebakaran.

"BNPB bersama seluruh elemen Satgas Karhutla tetap bersiaga 24 jam penuh hingga puncak kemarau berakhir dan seluruh titik api dipastikan padam total," ujarnya.

Petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]
Petugas Manggala Agni Daops Bukit Tempurung memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]

Beberapa wilayah juga menjadi prioritas penanganan. Di Ogan Komering Ilir (OKI), terdapat lima titik dengan cakupan sekitar 21 hektare, terutama di wilayah Kota Bumi dan Tulung Selapan.

Kemudian di Musi Banyuasin (Muba), terdapat satu titik dengan luas sekitar tujuh hektare. Wilayah Lalan menjadi perhatian karena memiliki gambut tebal dan kondisi angin yang cukup kencang.

Sementara di Muara Enim terdapat dua titik dengan luas sekitar 11 hektare yang berada di Gelumbang dan Sungai Rotan.

Adapun satu titik masing-masing terpantau di Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU dan Ogan Ilir dengan cakupan sekitar tiga hingga empat hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:14 WIB

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

Karhutla Sumsel Turun 88 Persen, Tapi Asap Masih Bikin Udara Palembang Tak Sehat

News | Selasa, 01 September 2026 | 10:12 WIB

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Satgas Udara Telah Jatuhkan 3,5 Juta Liter Air untuk Tangani Kebakaran Hutan Indonesia

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Paru-Paru Dunia dalam Kepungan Asap: Hak Bernapas di Tengah Krisis Karhutla

Paru-Paru Dunia dalam Kepungan Asap: Hak Bernapas di Tengah Krisis Karhutla

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Spesifikasi Helikopter CH-47, Alutsista Raksasa Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Spesifikasi Helikopter CH-47, Alutsista Raksasa Jepang Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

×