Psikolog: Pandemic Shaming Tidak Efektif untuk Ubah Perilaku Masyarakat

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 27 Juli 2020 | 09:36 WIB
Psikolog: Pandemic Shaming Tidak Efektif untuk Ubah Perilaku Masyarakat
Ilustrasi pandemic shaming [shutterstock]

Suara.com - Psikolog berpendapat bahwa "Pandemic shaming" atau mempermalukan seseorang ketika pandemi Covid-19 untuk mengikuti pedoman kesehatan tidak efektif dalam mengubah perilaku masyarakat.

Pandemi virus corona mengubah kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar orang di dunia. Seperti memakai masker, yang dahulu dianggap aneh oleh orang Amerika, kini sudah menjadi hal biasa. Tapi hal tersebut masih menyebabkan perpecahan di antara orang-orang.

Beberapa orang memakai topeng sepanjang waktu di tempat umum, sedangkan ada yang memakainya ketika pergi dan di dalam ruangan. Dan yang lain tidak memakai masker sama sekali. Hal itu menyebabkan munculnya apa yang oleh beberapa ahli disebut "pandemic shaming."

Para psikolog mengatakan mempermalukan bukanlah cara yang tepat untuk mengubah perilaku orang lain.

"Kami benar-benar mencoba untuk menjauh dari mempermalukan seseorang agar menyesuaikan diri atau berpartisipasi dalam apa yang kami pikir adalah sebuah pedoman," kata Dr. Lynnea Lindsey, direktur Behavioral Health Services di Legacy Health disadur dari Komo News, Senin (27/6/2020).

Ilustrasi body shaming di media sosial maupun di dunia nyata. (Shutterstock)
Ilustrasi pandemic shaming di media sosial maupun di dunia nyata. (Shutterstock)

"Secara psikologis, kami tidak akan mendorong cara berinteraksi seperti itu." tambahnya.

Para ahli mengatakan mereka yang mempermalukan orang lain, apa pun penyebabnya, mencoba membujuk orang lain untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.

"Malu sering tidak memiliki hasil yang sama seperti yang kita harapkan," buka Dr Roseann Fish Getchell, psikolog klinis di Providence Health Services, Amerika Serikat.

"Sejauh persuasi berjalan, kita harus memiliki hubungan dan semacam kepercayaan dengan orang itu. Sangat sulit untuk membujuk seseorang jika mereka tidak menghargai hubungan itu." jelas Dr Roseann.

baca juga

Dengan kata lain, mempermalukan orang asing tentu tidak akan membantu.

"Pilihan terbaik adalah tidak melibatkan diri dengan mereka," kata Dr. Lindsey. "Kita memiliki kesempatan untuk menjauh atau pergi ke tempat lain, atau pergi ke tempat lain hampir sepanjang waktu." jelas Dr Lindsey.

Dr Lindsey memiliki rekomendasi untuk siapa pun yang bertekad untuk mencoba dan mengubah perilaku orang lain.

"Cara yang sama yang dapat Anda lakukan adalah dengan pendetakan jika seseorang tidak memiliki jaket atau mungkin mereka kedinginanan, Anda merasa khawatir," ujar Dr Lindsey.

"Itu pendekatan yang berbeda dengan konsep 'kenapa kamu tidak punya jaket' atau mengapa kamu berjalan 'tanpa alas kaki'." jelas Dr Lindsey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Ketinggalan, Lebanon juga Latih Anjing untuk Lacak Covid-19

Ogah Ketinggalan, Lebanon juga Latih Anjing untuk Lacak Covid-19

News | Senin, 27 Juli 2020 | 08:04 WIB

Presiden Jair Bolsonaro Akhirnya Dinyatakan Bebas Covid-19

Presiden Jair Bolsonaro Akhirnya Dinyatakan Bebas Covid-19

News | Senin, 27 Juli 2020 | 08:23 WIB

Penumpang Bersorak saat Seorang Wanita Diusir dari Pesawat karena Hal Ini

Penumpang Bersorak saat Seorang Wanita Diusir dari Pesawat karena Hal Ini

News | Senin, 27 Juli 2020 | 08:24 WIB

Terkini

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

7 Cara Efektif Mencegah Nyamuk Masuk Rumah, Sederhana tapi Sering Dilupakan

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:51 WIB

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Kelangkaan BBM Meluas, IESR Sebut Ketahanan Energi Cuma di Atas Kertas

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

6 Rekomendasi Sepeda MTB Full Suspension Termurah di Bawah Rp4 Juta untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 10:48 WIB

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 10:44 WIB

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Noda Tinta di Pakaian Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya Tanpa Merusak Kain

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 10:43 WIB

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

Houthi Kusai Garis Pantai Laut Merah, Bab el-Mandeb Bisa Senasib Selat Hormuz

News | Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Babak Belur! Tembus Level Rp17.624 per Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:39 WIB

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Serba Salah Jadi Multifandom: Niat Cari Hiburan, Malah Terjebak Perang Antar-Fandom

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 10:38 WIB

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:35 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi Capai 5,2% pada 2026

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 10:33 WIB

×