Boris Johnson Sarankan Warganya untuk Diet agar Tidak Mudah Tertular Corona

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 29 Juli 2020 | 09:06 WIB
Boris Johnson Sarankan Warganya untuk Diet agar Tidak Mudah Tertular Corona
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. [AFP]

Suara.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan kampanye kepada warganya yang kelebihan berat badan untuk diet agar tidak mudah tertular virus corona.

Menyadur Time, Selasa (28/7/2020), sebuah makalah kampanye pemerintah Inggris yang diterbitkan Senin (26/7) mengatakan sekarang ada "bukti konsisten" bahwa orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi dirawat di rumah sakit, masuk perawatan intensif, atau sekarat setelah tertular Covid-19 daripada orang yang memiliki berat badan yang dianggap sehat.

Menurut makalah tersebut, sekitar dua pertiga orang dewasa di Inggris kelebihan berat badan, dan setengah dari kelompok itu dianggap obesitas.

Inggris memiliki jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia akibat Covid-19 dengan hampir 46.000 kasus kematian pada hari Senin.

"Ketika saya pergi ke ICU, ketika saya sakit keras, saya sangat ... saya sangat kelebihan berat badan," kata Johnson dalam sebuah video yang diposting ke akun Twitter resminya.

Boris Johnson push up. (youtube/nyoooz tv)
Boris Johnson push up. (youtube/nyoooz tv)

"Saya memiliki tinggi sekitar 5 kaki ( sekitar 1,7 meter) dan, Anda tahu, saya terlalu gemuk." ungkapnya.

Johnson juga menambahkan bahwa dia sudah mulai berjalan setiap hari bersama anjingnya sejak pulih dari Covid-19 dan sudah menurunkan berat badannya hingga 14 pon (6,3 kg).

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa mengurangi tingkat obesitas akan membantu mengurangi pengeluaran pada Layanan Kesehatan Nasional (NHS) selama pandemi.

Jika semua orang Inggris yang kelebihan berat badan dapat diet sekitar 5,5 pon (2,4 kg), itu akan menghemat pengeluaran NHS sebesar 135 juta dolar (Rp 1,9 triliun) pada tahun 2025, menurut penelitian NHS.

baca juga

Inggris juga melakukan perluasan layanan "manajemen berat badan" NHS, melarang iklan junk food di TV dan online sebelum jam 9 malam, pembatasan tentang bagaimana produk tidak sehat disajikan di toko bahan makanan, dan undang-undang untuk mewajibkan sebuah restoran besar menampilkan jumlah kalori pada hidangan mereka.

"Saya harap, kampanye ini dapat membantu orang untuk menurunkan berat badan mereka - tidak dengan cara yang terlalu suka memerintah atau memaksa." ujar Boris Johnson.

Komentator di Inggris menyatakan terkejut ketika Perdana Menteri Johnson memperjuangkan kampanye penurunan berat badan nasional.

Sebelum menjadi perdana menteri, Johnson menerbitkan beberapa kolom yang menentang kebijakan terkait kesehatan dari pemerintah sebelumnya dengan alasan bahwa mereka terlalu banyak campur tangan dalam keputusan pribadi seseorang.

Saat mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif pada Juli 2019, ia mengkritik pajak makanan yang mengandung gula, garam, dan berlemak yang ia sebut sebagai "pajak dosa."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hits Bola: Kekasih Ronaldo Pakai Lingerie Rayakan Scudetto di Ranjang

5 Hits Bola: Kekasih Ronaldo Pakai Lingerie Rayakan Scudetto di Ranjang

Bola | Selasa, 28 Juli 2020 | 07:34 WIB

Dikenal Bersahabat, Mohamed Salah Sangat Kehilangan Dejan Lovren

Dikenal Bersahabat, Mohamed Salah Sangat Kehilangan Dejan Lovren

Bola | Selasa, 28 Juli 2020 | 07:00 WIB

Jurgen Klopp Dinobatkan Sebagai Manajer Terbaik

Jurgen Klopp Dinobatkan Sebagai Manajer Terbaik

Bola | Selasa, 28 Juli 2020 | 06:56 WIB

Terkini

Bukan Cuma Pantai! Ini 3 Aktivitas Seru di Tanjung Lesung, Ada Skydiving hingga Konservasi Penyu

Bukan Cuma Pantai! Ini 3 Aktivitas Seru di Tanjung Lesung, Ada Skydiving hingga Konservasi Penyu

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Dari Merawat Diri hingga Menjaga Kesehatan Mental, Self-Care Kini Makin Dekat dengan Wellness

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Harga Motor Honda Oktober 2026 Terbaru: BeAT Mulai Rp 19 Jutaan, Cek Lini Matic hingga EV

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Seni Perlawanan di JABFest 2026: Lomba Mewarnai Jadi Cara Lawan Impunitas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

1.900 Lebih Pegawai Kemensos Terindikasi Main Judol, 620 Masuk Pelanggaran Berat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Bukan Sekadar Cerita, Ini Petualangan Search and Find di Kota Tikus

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia Oktober 2026 dan Harganya

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:30 WIB

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

BEM UI Laporkan Dugaan Kekerasan terhadap Hafidz Hernanda, Cantumkan Delik Penganiayaan Terencana

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

Temuan Lakban Hitam hingga Sarung Tangan Lateks, Penganiayaan Pengurus BEM UI Terencana?

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:27 WIB

×