Lantik Pamong Praja Muda Lulusan IPDN, Jokowi: Saya Percaya Anda

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:33 WIB
Lantik Pamong Praja Muda Lulusan IPDN, Jokowi: Saya Percaya Anda
(Youtube/retariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik pamong praja muda di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7/2020). Mereka yang dilantik adalah lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII tahun 2020.

Total sebanyak 881 orang dilantik pada hari ini. Rinciannya, 176 orang lulusan Strata Satu (S1) Ilmu Pemerintahan dan 705 orang lulusan Program Diploma 4 (D4) Sians Terapan Pemerintahan.

"Saya Presiden RI Indonesia, atas nama pemerintah Indonesia melantik saudara-saudara sebagai Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan 27 tahun 2020, saya percaya bahwa saudara-saudara dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan," kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan secara virtual, Rabu pagi.

Dalam sambutannya, Kepala Negara memberi selamat pada mereka yang dilantik hari ini. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak lagi meragukan kapasitas para pamong praja muda yang dilantik dalam kapasitas kebangsaan dan keindonesiaan.

"Kebangsaan dan ke-Indonesiaan saudara-saudara telah tertanam kuat dan komitmen saudara untuk melayani masyarakat tidak saya ragukan," lanjut dia.

Meski demikian, Jokowi menekankan agar para pamong praja muda untuk berkomitmen saja. Dia meminta agar pamong praja muda ini menjadi motor penggerak birokrasi hingga mengembangkan cara-cara kerja baru.

"Tetapi komitmen saja tidaklah cukup. Sebagai pamong praja muda, saudara harus menjadi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi birokrasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, menjadi motor penggerak pemerintahan yang baru," ungkap dia.

Jokowi berpendapat, dalam zaman kiwari, sudah saatnya diperlukan cara kerja baru. Misalnya, budaya kerja yang lebih inovatif, cepat serta berani.

Dia menganalogikan bahwa bukanlah negara besar yang mengalahkan negara kecil atau negara kaya yang mengalahkan negara miskin. Justru, negara cepatlah yang mengalahkan negara lambat.

baca juga

"Sekarang dan ke depan, bukan negara besar yang mengalahkan negara kecil, bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, tetapi yang cepatlah yang akan mengalahkan yang lambat," beber Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi membeberkan letak permasalahan pemerintahan Indonesia. Menurut dia, sudah terlalu banyak aturat yang memperumit kerja-kerja, yakni prosedur yang bertahap.

"Oleh karena itu, saya sangat berharap pada saudara-saudara pamong praja muda untuk memberikan nuansa yang berbeda, memberikan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Ikut memacu birokrasi, menempuh jalan yang smart shortcut, yang orientasinya adalah hasil yang langsung dirasakan oleh rakyat," kata dia.

Jokowi turut meminta agar para pamong praja muda untuk bekerja yang berorientasi pada hasil yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat. Apalagi, kondisi saat ini, pandemi Covid-19, telah menciptakan semacam krisis.

"Apalagi dalam kondisi krisis kesehatan, krisis pandemi saat ini. Cara kerja seperti itu tidak bisa ditawar lagi. Saya mengajak saudara-saudara untuk mengawal cara perubahan kerja baru. Dari cara kerja yang rumit, yang lambat, jadi cara kerja yang cepat. Dari regulasi yang banyak dan rumit, ke regulasi yang sedikit dan sederhana. Dari SOP yang berbelit-belit, ke SOP yang mudah dan sederhana," tegas dia.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan bahwa masa depan pemerintahan berada di tangan para pamong praja muda ini. Mulai dari tingkat Desa, Kabupaten, hingga Pusat menjadi tantangan yang harus dijalani oleh para pamong praja muda yang baru saja dilantik.

"Harus saudara ingat, bahwa saudara-saudara adalah masa depan pemerintahan kita. Mulai dari tingkat pusat, kabupaten, sampai ke pelosok desa, dan penentu reformasi di instansi-instansi kalian masing-masing. Tangan kalianlah yang akan menjalani adaptasi dan reformasi itu," tutup Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Harvard Ungkap Sebab Pasien Covid-19 Kehilangan Indera Penciuman

Peneliti Harvard Ungkap Sebab Pasien Covid-19 Kehilangan Indera Penciuman

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 10:31 WIB

Dua Produk Baru Rolls-Royce, Aktris dan Fotografer Suka Sosoknya

Dua Produk Baru Rolls-Royce, Aktris dan Fotografer Suka Sosoknya

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2020 | 10:00 WIB

Lebih dari 900 Perempuan di Peru Hilang Selama Pandemi Virus Corona

Lebih dari 900 Perempuan di Peru Hilang Selama Pandemi Virus Corona

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 08:50 WIB

Gegara Pesta, 14 Orang di Satu Keluarga Terinfeksi Virus Corona

Gegara Pesta, 14 Orang di Satu Keluarga Terinfeksi Virus Corona

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 09:50 WIB

Tekan Sebaran Covid-19, Pakistan Desak Warga Beli Hewan Kurban Via Online

Tekan Sebaran Covid-19, Pakistan Desak Warga Beli Hewan Kurban Via Online

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 08:57 WIB

Kasus Terus Melonjak, 3.000 Orang Positif Covid-19 di Kota Ini 'Hilang'

Kasus Terus Melonjak, 3.000 Orang Positif Covid-19 di Kota Ini 'Hilang'

News | Rabu, 29 Juli 2020 | 09:13 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×