Krimonolog UI Sebut Editor Metro TV Yodi Korban Pembunuhan Kamuflase

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Rabu, 29 Juli 2020 | 12:11 WIB
Krimonolog UI Sebut Editor Metro TV Yodi Korban Pembunuhan Kamuflase
Tim gabungan Kepolisian dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Suara.com - Ahli Kriminologi dari Universitas Indonesia, Ferdinand Andi Lolo meminta polisi tidak terlalu cepat menutup kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo hanya berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang menyimpulkan bahwa korban tewas akibat bunuh diri.

Menurutnya, perlu adanya penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap adanya kemungkinan lain penyebab kematian korban.

Ferdinand lantas mengungkapkan kemungkinan lain penyebab kematian Yodi bisa saja ialah akibat tindakan pembunuhan yang dikamuflase oleh pelaku.

"Kalau kita lihat dari beberapa kasus kan, itu bisa saja itu adalah pembunuhan yang dikamuflase menjadi tindakan bunuh diri. Jadi ada rekayasa di TKP. Itu bisa jadi seperti itu. Tapi sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan itu," kata Ferdinand saat dihubungi Suara.com, Rabu (29/7/2020).

Meski sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Yodi di bunuh, Ferdinand menilai polisi tidak semestinya puas pada kesimpulan sementara bahwa korban tewas bunuh diri.

Melainkan, kata dia, perlu dilakukan penyelidikan sementara guna memastikan bahwa korban benar-benar tewas akibat bunuh diri.

"Bukan berarti kalau tidak ada bukti (pembunuhan), berarti tidak ada kejadian itu. Makanya polisi diharapkan untuk bisa juga melihat beberapa kemungkinan lain," ujar Ferdinand.

"Jadi jangan hanya puas dan menyimpulkan satu kejadian itu, untuk memastikan betul-betul bahwa kematian korban itu adalah bunuh diri," imbuhnya.

Kendati demikian, Ferdinand menilai kesimpulan sementara yang disampaikan oleh polisi terkait dugaan Yodi tewas akibat bunuh diri sudah tepat. Sebab, kesimpulan tersebut juga disampaikan oleh penyidik berdasar hasil pemeriksaan saksi, data, dan scientific investigation.

baca juga

"Sejauh ini kan polisi belum menemukan adanya bukti atau petunjuk mengenai ada orang lain yang ikut berperan di dalam kematian itu. Jadi menurut saya sudah betul polisi menyimpulkan sementara, dengan menduga bahwa itu adalah bunuh diri. Namun, polisi juga jangan kemudian terlalu cepat menutup kasus ini. Polisi juga perlu melihat bisa juga ada kemungkinan-kemungkinan lain selain bunuh diri," pungkas Ferdinand.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat enggan berpolemik dengan keluarga almarhum editor Metro TV Yodi Prabowo yang tak percaya anaknya tewas bunuh diri. Tubagus memahami kondisi psikologis keluarga yang mungkin belum bisa menerima kenyataan pahit tersebut.

Kendati begitu, Tubagus membantah pernyataan ayah korban, Suwandi yang menemukan adanya kejanggalan atas kematian anaknya lantaran mengklaim tidak melihat adanya lumuran darah pada jaket yang dikenakan Yodi saat ditemui tewas di pinggir Tol Jorr Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Tubagus memastikan bahwa pakaian yang dikenakan Yodi saat ditemukan tewas banyak ditemui bercak darah.

"Darahnya banyak kok. Masak iya orang luka begitu nggak banyak darahnya, nggak logis," kata Tubagus saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2020).

"Saya polemik seperti itu saya nggak mau tanggapi. Temen-temen media bisa melihat sendiri fotonya. Itu di situ kan tanah, tanahnya merembes. Untuk apa juga itu dibohongi, enggak ada pentingnya," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×