Viral Dokter Berbikini Selamatkan Nyawa, Protes Seksisme di Kedokteran

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Viral Dokter Berbikini Selamatkan Nyawa, Protes Seksisme di Kedokteran
Ilustrasi bikini. (Pexels/Wendy Hero)

"Kita bisa mengenakan apa pun yang kita inginkan di waktu luang kita, dan masih menyelamatkan hidup orang lain," ujar Candice Myhre.

Suara.com - Seorang dokter perempuan memprotes seksisme di ranah medis dengan mengunggah foto saat dirinya dalam balutan bikini, menyelamatkan nyawa seorang peselancar.

Menyadur News.com.au, Candice Myhre melalui postingannya yang menjadi viral ini berpartisipasi dalam gerakan #MedBikini untuk menyuarakan kebebasan berpakaian bagi dokter perempuan.

Gerakan ini merespon sebuah studi kontroversial terbitan Journal od Vascular Surgery edisi Agustus 2020 yang menyebut pakaian tidak pantas -termasuk bikini dan pakaian mewah- adalah konten tidak profesional yang tidak boleh dibagikan di media sosial oleh para pekerja di bidang kedokteran.

Klaim tersebut kemudian menginspirasi para petugas medis baik pria maupun perempuan di seluruh dini untuk mengunggah foto memakai pakaian renang sebagai bentuk protes, termasuk Myhre.

Dokter asal Hawaii ini kemudian membagikan momen dirinya dalam balutan pakaian renang, menyelamatkan seorang peselancar yang tertabrak perahu di tengah laut.

Dalam caption, Myhre menjelaskan dirinya telah menyeret pria tersebut ke darat menggunakan papan selancar. Kemudian, merawat luka-lukanya, membuatnya stabil selama satu jam, sebelum peselancar ini dibawa ke rumah sakit lokal dengan helikopter.

Candice Myhre menyelamatkan seorang peselancar. (Instagram/drcandysurfvival)
Candice Myhre menyelamatkan seorang peselancar. (Instagram/drcandysurfvival)

"Dokter perempuan, perawat, NP/PA, semua profesional kesehatan, kita bisa memakai bikini, gaun, atau scrub, Ini tidak mempengaruhi seberapa baik kita dalam menyediakan pelayanan kesehatan," ujarnya pada caption Instagram.

"Kita bisa mengenakan apa pun yang kita inginkan di waktu luang kita, dan masih menyelamatkan hidup orang lain," sambungnya.

Myhre lalu menyebut seksisme dalam kedokteran masih ada dan terus berkembang. Kendati demikian, ia menjamin para petugas medis perempuan tidak akan goyah hanya karena diskriminasi ini.

"Kita harus menghilangkan seksisme dalam dunia kedokteran dan terus bergerak. Sekarang sudah 2020. Seksisme adalah hal basi," imbuhnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS