Sejarah Haji di Era Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda

Rendy Adrikni Sadikin, Vita

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 15:41 WIB
Sejarah Haji di Era Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda
Ilustrasi Mekkah, Arab Saudi, saat jemaah melakukan ibadah haji. (Shutterstock)

Suara.com - Pemberangkatan haji saat ini sudah lebih banyak mengalami berbagai macam perubahan serta kemudahan jika dibandingkan pada era Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Selain perkembangan teknologi dan transportasi yang sudah semakin maju pada masa Kolonial Hindia Belanda umat muslim yang berangkat haji menjadi ancaman bagi mereka.

Melansir dari NU Online, pada rentang waktu tahun 1824-1859, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda melakukan pengetatan bagi umat muslim di Nusantara yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji. Bagi mereka, haji bakal menjadi ancaman bagi para kolonial di Indonesia. Sebab, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menilai seseorang yang pulang dari ibadah haji mempunyai potensi menggerakkan rakyat untuk melakukan pemberontakan.

Makna politis ibadah haji baru dirasakan secara serius tatkala negara Hindia Belanda berdiri sebagai penerus kekuasaan Vereenigde Oost-Insische Copagnie (VOC). Segala upaya dilakukan oleh Hindia Belanda, dari mulai pengetatan pemberangkatan dan aturan-aturan lain setelah pulang dari tanah suci.

Ujian haji untuk mendapatkan gelar haji.

Kekhawatiran pemerintah kolonial tercermin dalam Ordonansi Haji tahun 1825, berisi pembatasan dan pengetatan jumlah haji yang berangkat. Salah satu cara untuk merealisasikannya adalah menaikkan biaya haji. Beberapa dekade kemudian, pada tahun 1859, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan ordonansi baru menyangkut urusan haji.

Adanya ordonansi baru ini terdapat pemberlakuan semacam "ujian haji" bagi mereka yang pulang dari ibadah haji. Hal ini harus dibuktikan secara benar apakah mereka telah mengunjungi Makkah.

Jika peserta lulus dalam ujian maka berhak meenyandang gelar haji dan diwajibkan menggunakan pakaian khusus haji yaitu jubah, serban putih atau kopiah putih.

Sosok Snouck Hurgrounje yang mengubah cara pandang Pemerintah Kolonial Hindia Belanda

baca juga

Snouck Hurgrounje adalah seorang ahli Islam dari Belanda, kedatangannya mengubah pandangan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, Snouck ditunjuk sebagai seorang penasihat bagi Gubernur dan Jendral.

Nasihat Snouck tentang Islam politik banyak menganulir keijakan dari Kolonial terdahulu. Jika sebelumnya pemerintah menganggap "Islam" sebagai satu wajah yang menangui segalanya (bidang politik, ritual, spiritual dan kultural), Snouck menyarankan agar ada pemisahan.

Pemerintah kolonial, menurut nasihatnya, perlu memperhatikan tiga bidang terpisah dalam mengambil kebijakan soal Islam: yang murni agama, yang bersifat politik, dan hukum Islam (syariat).

Karena ketiganya berbeda, bagi Snouck perlu juga pemerintah Kolonial menghadapinya dengan pendekatan berlainan. Demikian pula dalam urusan haji. Bagi Snouck, jamaah haji hanya perlu dicamkan melalui sudut pandang statistik, bukan politik.

Itulah sejarah Haji di era Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telepon Raja Salman, Jokowi Singgung Soal Pelaksanaan Haji 2020

Telepon Raja Salman, Jokowi Singgung Soal Pelaksanaan Haji 2020

News | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:02 WIB

Sedang Renovasi Rumah Orang Tua, Mpok Alpa Pilih Tidak Berkurban Tahun Ini

Sedang Renovasi Rumah Orang Tua, Mpok Alpa Pilih Tidak Berkurban Tahun Ini

Video | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 11:00 WIB

Belum ada Kasus Covid-19 selama Ibadah Haji 2020, WHO Puji Arab Saudi

Belum ada Kasus Covid-19 selama Ibadah Haji 2020, WHO Puji Arab Saudi

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 17:49 WIB

Doa Raja Salman di Hari Raya Idul Adha: Semoga Ibadah Jemaah Haji Diterima

Doa Raja Salman di Hari Raya Idul Adha: Semoga Ibadah Jemaah Haji Diterima

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 16:00 WIB

Cerita Narpasan Batal Naik Haji: Tawaf dan Cium Hajar Aswad Cuma Mimpi

Cerita Narpasan Batal Naik Haji: Tawaf dan Cium Hajar Aswad Cuma Mimpi

Video | Jum'at, 31 Juli 2020 | 11:30 WIB

Jelang Hari Arafah, Arab Saudi Siapkan Dokter dan Perawat di Titik Khusus

Jelang Hari Arafah, Arab Saudi Siapkan Dokter dan Perawat di Titik Khusus

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 03:05 WIB

Pasien Corona RS Haji Surabaya Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 6

Pasien Corona RS Haji Surabaya Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 6

Jatim | Kamis, 30 Juli 2020 | 17:03 WIB

Terkini

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban

Banten | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Laba MNC Bank Tergerus, Dana Deposito Kabur dan Kredit Bermasalah Membengkak

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 12:58 WIB

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

10 Fungsi Tersembunyi Vaseline Repairing Jelly untuk Kecantikan Wanita Usia 40-an

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Mirabella Colorfix Nomor Berapa yang Warna Natural untuk Harian? Ini Rekomendasi Shade-nya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:56 WIB

3 HP Flagship Paling Menarik Dibeli, Bukan Keluaran Terbaru Tapi Performanya Gacor

3 HP Flagship Paling Menarik Dibeli, Bukan Keluaran Terbaru Tapi Performanya Gacor

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 12:55 WIB

×