Antarkan Daging Kurban, Ganjar Pranowo ke Dusun Girpasang, Klaten

Fabiola Febrinastri
Antarkan Daging Kurban, Ganjar Pranowo ke Dusun Girpasang, Klaten
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Dusun Girpasang, Klaten, Jateng. (Dok : Pemprov Jateng)

Kampung tersebut hanya dihuni 12 kepala keluarga, tepatnya 37 orang.

Suara.com - Sesepuh Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Padmo Sudarno (70), mempersilakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat. Napas Ganjar ngos-ngosan, akibat harus jalan kaki, naik turun jurang selama kurang lebih 45 menit, untuk mencapai rumah Padmo.

"Monggo mlebet riyin, pak (silahkan masuk dulu pak), ngaso mriki (istirahat di sini)," sapa Mbah Padmo ramah, Jateng, (1/8/2020).

Ganjar baru saja menyusuri jalan setapak yang dibuat dari semen itu meliuk-liuk di bawah jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter.

Tanpa banyak bicara, Ganjar pun langsung masuk ke rumah sederhana milik Mbah Padmo itu. Setelah meneguk teh hangat dan jadah goreng, Ganjar menerangkan maksud tujuannya berkunjung ke Dusun Girpasang.

"Kulo mriki sepindah silaturahmi mbah (saya kesini untuk silaturahmi), kalih niki mbeto daging kurban kanggo warga (sama ini membawa daging kurban untuk warga)," terang Ganjar.

Ganjar memperingati hari hari raya Idul Adha tahun ini dengan berbeda. Jika biasanya ia berkurban dengan mengirim sapi ke masjid-masjid, kali ini ia rela mengunjungi desa terpencil di Klaten itu untuk membagikan daging kurban.

Dusun Girpasang terletak di atas bukit, dengan akses jalan satu-satunya harus melalui jurang cukup dalam. Untuk menuju Desa Girpasang, jalan satu-satunya adalah dengan berjalan kaki, naik turun anak tangga menyusuri jurang.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Dusun Girpasang, Klaten, Jateng. (Dok : Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Dusun Girpasang, Klaten, Jateng. (Dok : Pemprov Jateng)

Daging kurban dan sembako yang dibawa Ganjar dari Semarang, diangkut menggunakan gondola kecil ala kadarnya yang biasa digunakan warga mengangkut barang.

Kampung tersebut hanya dihuni 12 kepala keluarga, tepatnya 37 orang. Ganjar pun langsung memberikan daging kurban dan sembako kepada warga.

"Biasanya saya tiap tahun memang mencari desa yang jarang dikunjungi, apalagi mendapatkan bantuan hewan kurban. Maka saya ke sini untuk membantu membagi daging kurban dan sembako, agar masyarakat disini bisa menikmati," kata Ganjar.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS