Perbedaan Metanol, Etanol, dan Isopropil Alkohol pada Hand Sanitizer

Reza Gunadha | Hani
Perbedaan Metanol, Etanol, dan Isopropil Alkohol pada Hand Sanitizer
Hand sanitizer di dalam mobil. [Shutterstock]

Metanol memiliki sifat karsinogenik dan berbahaya bagi kulit serta organ lain.

Suara.com - Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat atau The Food and Drug Adminstrator (FDA) menarik sebanyak 75 merek hand sanitizer yang mengandung metanol di Amerika Serikat. Hand sanitizer tersebut dikatakan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan hingga kematian apabila dipakai dan dikonsumsi.

Metanol yang berhasil ditemukan dalam hand sanitizer ini mendapat pengujian terlebih dahulu. Sebab, alkohol yang tertera di label adalah ethyl alcohol atau etanol.

Alkohol yang aman untuk dicampurkan ke dalam hand sanitizer adalah etanol atau isopropil alkohol.

Lantas, apa perbedaan metanol, etanol, dan isopropil alkohol? Menyadur dari Science Notes, berikut Suara.com rangkum.

Perbedaan Metanol, Etanol, dan Isopropil Alkohol

Alkohol adalah senyawa kimia yang memiliki satu gugus hidroksi (-OH) yang terikat pada atom karbon jenuh.

Metanol, etanol, dan isopropil masuk dalam satu golongan alkohol. Penamaan jenis senyawa alkohol akan ditentukan berdasarkan panjang rantai karbon yang menyusun senyawa alkohol tersebut.

Etanol atau ethyl alcohol merupakan satu-satunya jenis alkohol yang aman untuk diminum asalkan tidak terkontaminasi dan tidak dirubah sifatnya (denatured).

Semua jenis alkohol memiliki sifat menyerap melalui kulit. Sementara metanol merupakan alkohol yang beracun dan bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf dan organ bahkan sampai memicu kanker karena bersifat karsinogenik.

Biasanya, metanol digunakan di laboratorium sebagai pelarut, anti beku dan aditif bahan bakar. Umumnya juga banyak digunakan sebagai pelarut cat karena merupakan alkohol yang paling baik untuk melarutkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS