Dosen Bunuh Mahasiswi karena Cintanya Ditolak, Bikin Video Klarifikasi

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 13:01 WIB
Dosen Bunuh Mahasiswi karena Cintanya Ditolak, Bikin Video Klarifikasi
Video klarifikasi AS, dosen yang membunuh mahasiswi di Bima. (Instagram/instalombok_)

Suara.com - Oknum dosen yang menghabisi nyawa seorang mahasiswi karena lamarannya ditolak meralat pernyataannya.

Ia mengaku tidak pernah membiayai kuliah korban seperti yang pernah ia katakan sebelumnya.

Dalam sebuah video klarifikasi yang diunggah oleh akun Instagram @instalombok_, AS yang merupakan tersangka pembunuhan mahasiswi di Bima mengaku bersalah atas perbuatan dan ucapan pembelaannya.

Ketika ditanya wartawan terkait peristiwa pembunuhan itu, AS mengaku sakit hati ditolak lamaranny.

Padahal, dia mengklaim telah membiayai kuliah Intan Muliatyati yang merupakan korbannya. Belakangan, pernyataan itu ia ralat.

"Tidak pernah apa yang tersebar di sosial media kemarin itu bahwa saya memberikan bantuan untuk biaya sekolah, itu tidak benar," ungkap AS dalam video klarifikasi yang diunggah pada Jumat (7/8/2020).

Ia menjelaskan bahwa dirinya tengah panik saat menjawab pertanyaan wartawan sehingga muncul jawaban bahwa AS telah membiayai kuliah Intan.

"Jadi sekali lagi saya mohon maaf karena ketika ditanyakan oleh wartawan, saya kurang memberikan statement yang lebih elok sesuai dengan pemikiran baik saya, karena saya lagi drop ketika itu," AS berdalih.

AS juga meminta maaf dan berjanji akan menanggung perbuatannya.

baca juga

"Atas perbuatan saya, akan dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," ujar AS.

AS yang merupakan dosen di salah satu kampus kesehatan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat ditangkap polisi atas aksinya membunuh Intan Muliatyati.

Dikutip Suara.com dari Sinarlampung.co, Kamis (8/6/2020), motif di balik aksi pembunuhan itu karena tersangka terbakar cemburu karena korban hendak menikah dengan lelaki lain. Padahal, keduanya sudah menjalani hubungan selama empat tahun.

Faktor lain dosen tersebut nekat membunuh karena kecewa pernah ditolak keluarga saat melamar korban.

"Jadi, antara korban dengan tersangka ini ada hubungan khusus, sudah pacaran, sudah agak lama, dan kemudian tersangka ini melamar korban, tapi oleh orang tua korban lamaran ditolak,” kata Kapolres Bima KBP Harya Tejo Wicaksono.

Kronologi aksi pembunuhan itu terjadi, Rabu (5/8/2020) kemarin. Awalnya korban sempat mengantar ibunya ke Pasar Amahami, di Kelurahan Dara Kota Bima untuk berjualan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicegat Sepulang dari Pasar, Dosen Bunuh Mahasiswi karena Mau Menikah

Dicegat Sepulang dari Pasar, Dosen Bunuh Mahasiswi karena Mau Menikah

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:46 WIB

Tengku Zul: Kasus Bambang Arianto Sunyi Senyap, Beda Sama Habib Rizieq

Tengku Zul: Kasus Bambang Arianto Sunyi Senyap, Beda Sama Habib Rizieq

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:05 WIB

Dosen Swinger Viral, Ini Arti Swinger dan Risiko Kesehatan Swinger

Dosen Swinger Viral, Ini Arti Swinger dan Risiko Kesehatan Swinger

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:33 WIB

Siapkan Langkah Hukum, UNU Tolak Dosen Swinger Disebut Pengajar Kampusnya

Siapkan Langkah Hukum, UNU Tolak Dosen Swinger Disebut Pengajar Kampusnya

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:40 WIB

8 Fakta Baru Kasus Dosen Lecehkan 300 Wanita Berkedok Riset Swinger

8 Fakta Baru Kasus Dosen Lecehkan 300 Wanita Berkedok Riset Swinger

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 15:07 WIB

Heboh Dosen Swinger Disebut Buzzer Jokowi, DPR: Jangan Sembarang Tuduh

Heboh Dosen Swinger Disebut Buzzer Jokowi, DPR: Jangan Sembarang Tuduh

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:51 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×