Nadiem Izinkan Sekolah Dibuka di Zona Kuning, Epidemiologi: Berbahaya!

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:56 WIB
Nadiem Izinkan Sekolah Dibuka di Zona Kuning, Epidemiologi: Berbahaya!
Mendikbud Nadiem Makarim. [Dok Muhammadiyah]

Suara.com - Pemerintah resmi mengizinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah kembali digelar di daerah zona risiko rendah atau zona kuning.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, keputusan itu berbahaya untuk anak-anak.

Dicky mengatakan, jika memutuskan untuk membuka sekolah hanya berdasarkan status zonasi itu tidak serupa dengan mempertimbangkan sesuai dengan indikator pandemi.

"(Itu) bahaya. (Karena) menyandarkan pada status zonasi yang tidak memiliki dasar yang kuat dari sisi capaian indikator pandemi, antara lain tidak ada indikator tes yang sesuai target WHO," kata Dicky saat dihubungi Suara.com, Jumat (7/8/2020).

Dicky menjelaskan bahwa sekolah yang sangat aman untuk kembali dibuka selama pandemi Covid-19 itu harus berada di wilayah yang telah mencapai low community transmission rates atau kurang dari satu kasus yang muncul per harinya.

Selain itu, wilayahnya juga tetap fokus dalam menjaga penularan virus.

Menurutnya, akan sangat berisiko apabila pembukaan sekolah tanpa dilengkapi pengetahuan akan adanya dampak negatif dalam jangka pendek dan panjang terkait infeksi Covid-19 kepada anak-anak.

"Penting sekali ditekankan potensi bahaya sekolah dibuka. Ditengah proporsi kasus pada anak secara global meningkat tiga kali lipat. Kasus pada anak di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata global, juga kematian pada anak," ujarnya.

Dicky memaparkan dari jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia, proporsi anak usia 0 - 5 tahun yang menderita Covid-19 di Indonesia sebanyak 2,3 persen, usia 6-18 tahun 6,8 persen, usia 19-30 tahun 23,3 persen, usia 31-45 tahun 31,4 persen, 46-59 tahun 24,5 persen, dan usia di atas 60 tahun 11,6 persen.

baca juga

Kemudian angka kasus bayi berusia 1- 5 tahun yang meninggal karena Covid-19 di Indonesia mencapai 1 persen.

"Dalam rentang umur ini, bayi yang berumur di bawah satu tahun paling rentan meninggal dengan tingkat kematian 4 persen jika terpapar virus ini, dibandingkan anak-anak berusia 1 - 18 tahun yang tingkat kematiannya 1 persen jika terpapar," tuturnya.

Lebih lanjut, Dicky juga menyebut adanya lethargy encephalitis, salah satu yang timbul pasca infeksi Covid-19.

Ia mengaku khawatir lantaran tes di Indonesia kepada anak-anak yang masih rendah.

"Yang bikin saya sangat khawatir adalah data kasus infeksi Covid-19 anak yang memprihatinkan di atas masih belum menggambarkan masalah yang sesungguhnya karena cakupan test kita yang sangat rendah apalagi pada anak," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah secara resmi mengizinkan daerah zona risiko rendah atau zona kuning untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Nadiem Izinkan Praktik Tatap Muka Pelajar SMK di Semua Zona

Menteri Nadiem Izinkan Praktik Tatap Muka Pelajar SMK di Semua Zona

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:41 WIB

Satgas Covid-19 Izinkan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Corona

Satgas Covid-19 Izinkan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Corona

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:18 WIB

Buka Sekolah di Zona Kuning Corona, Pemerintah: Solusi Atas Keluhan Ortu

Buka Sekolah di Zona Kuning Corona, Pemerintah: Solusi Atas Keluhan Ortu

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:53 WIB

Terkini

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×