Presiden Lebanon: Ledakan Beirut Bisa Jadi Karena Rudal atau Bom

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:20 WIB
Presiden Lebanon: Ledakan Beirut Bisa Jadi Karena Rudal atau Bom
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan kota di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). [Foto/AFP]

Suara.com - Presiden Lebanon, Michael Aoun memberikan pernyataannya pada hari Jumat (07/08/2020). Dalam kesempatan itu, ia mengungkap tiga kemungkinan yang jadi penyebab ledakan yaitu rudal, bom atau faktor kelalaian.

Menyadur Euro News pada Sabtu (08/08/2020),  Aoun masih menyelidiki kasus ini agar bisa mengetahui penyebab ledakan secara pasti.

"Penyebabnya belum ditentukan. Bisa jadi (ledakan) itu karena kelalaian atau tindakan eksternal dengan rudal atau bom," ungkapnya tiga hari setelah ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut.

Jumlah total korban dari ledakan tersebut meningkat menjadi 154 pada hari Jumat dengan 5.000 orang lainnya terluka. Puluhan orang lainnya masih hilang.

Sekitar 300.000 orang atau lebih dari 12% populasi penduduk Beirut, tidak bisa kembali ke rumah mereka karena ledakan tersebut.

Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan kota di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8).  [Foto/AFP]
Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan kota di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8). [Foto/AFP]

Komentar kepala negara itu muncul ketika para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi pada Kamis malam saat unjuk rasa anti-pemerintah di ibu kota Lebanon setelah ledakan hari Selasa.

Pengunjuk rasa melempari petugas dengan batu, menyuarakan kemarahan mereka terhadap elit politik. Mereka menuduh pemerintah lalai dan korupsi sebagai penyebab ledakan Beirut.

Sejauh ini, setidaknya 16 karyawan pelabuhan telah ditahan dan lainnya diinterogasi atas ledakan tersebut. Investigasi difokuskan pada kargo amonium nitrat yang berada di penyimpanan pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun.

Kecurigaan muncul karena bahan kimia berbahaya itu disimpan begitu lama, dengan cara yang tidak aman, begitu dekat dengan daerah padat penduduk.

Sebuah laporan pengacara dari tahun 2015 mengatakan muatan berupa bahan kimia itu disimpan di pelabuhan untuk menunggu pelelangan atau pembuangan yang benar. Namun kargo itu tetap di sana sampai bencana terjadi.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab telah meluncurkan penyelidikan, mengatakan dia akan meminta hukuman maksimum bagi mereka yang bertanggung jawab. Tetapi banyak yang mengarahkan kemarahan mereka jauh ke luar pejabat pelabuhan.

Ilustrasi Amonium Nitrat. [Shutterstock]
Ilustrasi Amonium Nitrat. [Shutterstock]

"Ini adalah kelalaian dari elit penguasa. Sebuah bom atom telah ada di sana selama bertahun-tahun, dan tidak seorang pun pemimpin atau penguasa melakukan apa-apa," kata seorang pria penduduk Beirut pada Euro News.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Lebanon pada Kamis di mana dia menjanjikan bantuan internasional untuk negara itu. Namun dia mengatakan pemerintah harus memberantas korupsi dan melaksanakan reformasi ekonomi terkait hal ini.

Macron sedang berjalan melalui jalan-jalan Beirut yang rusak saat kerumunan orang berdesak-desakan di sekitarnya meneriakkan agar pemerintah mundur dan meminta bantuan internasional.

Dia menjanjikan penduduk setempat sebuah pakta politik baru dan akan memberi pemerintah Lebanon waktu hingga 1 September untuk memberlakukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertimbun Reruntuhan Bangunan, Gadis Korban Ledakan Beirut Ditemukan Hidup

Tertimbun Reruntuhan Bangunan, Gadis Korban Ledakan Beirut Ditemukan Hidup

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Kisah Kapten Kapal Rhosus, Pembawa Bahan Kimia Penyebab Ledakan Beirut

Kisah Kapten Kapal Rhosus, Pembawa Bahan Kimia Penyebab Ledakan Beirut

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:01 WIB

Pejabat Lebanon Tewas Misterius Setelah Minta Amonium Nitrat Dipindah

Pejabat Lebanon Tewas Misterius Setelah Minta Amonium Nitrat Dipindah

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:01 WIB

Terkini

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB

Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan

Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:04 WIB

Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran

Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:02 WIB

Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati

Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:58 WIB

Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner

Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:57 WIB

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK

Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:48 WIB

Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19

Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:46 WIB

Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!

Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB