Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: Kebijakan Justru Pro Impor

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2020 | 14:32 WIB
Jokowi Ajak Beli Produk Lokal, Rizal Ramli: Kebijakan Justru Pro Impor
Presiden Joko Widodo saat hadir di acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020). (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - Ahli Ekonomi Rizal Ramli mengkritik imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat membeli produk dalam negeri untuk menyelamatkan perekonomian nasional. Ia menilai pemerintah justru banyak mengeluarkan kebijakan pro impor.

Hal itu disampaikan oleh Rizal Ramli melalui akun Twitter miliknya @ramlirizal. Rizal menyebut imbauan yang dikeluarkan Jokowi adalah contoh imbauan asal-asalan.

"Inilah contoh imbauan ngasal. Track record kebijakan justru sangat pro impor," kata Rizal Ramli seperti dikutip Suara.com, Senin (10/8/2020).

Rizal Ramli mengusulkan agar pemerintah mengubah kebijakan-kebijakan yang ada. Menurut Rizal, mengubah kebijakan jauh lebih penting dari sekadar mengeluarkan imbauan.

"Ubah kebijakannya, lebih penting dari sekadar imbauan!" ungkap Rizal Ramli.

Rizal Ramli sindir imbauan Jokowi beli produk dalam negeri (Twitter/ramlirizal)
Rizal Ramli sindir imbauan Jokowi beli produk dalam negeri (Twitter/ramlirizal)

Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi dunia melesu, tanpa terkecuali Indonesia. Angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 ditutup pada angka minus 5,32 persen.

Jika dibandingkan secara tahunan, angka pertumbuhan ini mengalami kontraksi yang cukup hebat, pasalnya di triwulan II tahun lalu pertumbuhan masih cukup baik yakni diangka 5,07 persen.

Menanggapi angka pertumbuhan ekonomi yang terus memprihatinkan, Jokowi mengajak masyarakat untuk terus menggerakkan roda perekonomian nasional.

Ia mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk dalam negeri. Dengan adanya belanja produk dalam negeri, maka diharapkan perekonomian akan bangkit dan Indonesia selamat dari jurang resesi.

"Roda perekonomian harus bisa bergerak lagi dengan cara apa? Beli produk-produk buatan dalam negeri, beli produk-produk petani, nelayan, produk-produk UMKM," ungkap Jokowi dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra di Hambalang, Bogor pada Sabtu (8/8/2020).

Angka perekonomian mencapai minus 5,32 persen sangat berbahaya bagi Indonesia. Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan, hanya tinggal menunggu waktu saja bagi Indonesia untuk masuk ke jurang resesi ekonomi.

"Indonesia, sebagaimana negara lain, diperkirakan akan mengalami resesi," kata Piter kepada suara.com, Rabu (5/8/2020).

Piter mengemukakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II yang tumbuh negatif di kisaran 5 persenan ini, bisa berdampak juga pada pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV.

"Dengan demikian, apabila perkiraan ini benar-benar terjadi, maka Indonesia pada bulan Oktober nanti akan secara resmi dinyatakan resesi," kata Piter.

Tak hanya Indonesia, dia juga menjelaskan, bahwa semua negara berpotensi mengalami resesi. Perbedaannya hanya masalah kedalaman dan kecepatan recovery.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Sri Mulyani Tak Sanggup Jadi Menkeu, Serahkan ke Rizal Ramli

CEK FAKTA: Sri Mulyani Tak Sanggup Jadi Menkeu, Serahkan ke Rizal Ramli

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 08:42 WIB

Dituduh Suka Cari Panggung, Rizal Ramli: Saya Sudah Terkenal Sejak Umur 23

Dituduh Suka Cari Panggung, Rizal Ramli: Saya Sudah Terkenal Sejak Umur 23

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 15:35 WIB

Pembukaan Aktivitas Ekonomi Diyakini Dongkrak Pertumbuhan Nasional

Pembukaan Aktivitas Ekonomi Diyakini Dongkrak Pertumbuhan Nasional

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 05:41 WIB

Terkini

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:31 WIB