Marak Peredaran Obat Corona, YLKI: Pejabat Publik Beri Contoh Membodohkan

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 10 Agustus 2020 | 16:55 WIB
Marak Peredaran Obat Corona, YLKI: Pejabat Publik Beri Contoh Membodohkan
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, di Jakarta, Jumat (28/7/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sejak Pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, penjualan obat yang diklaim bisa sembuhkan virus yang kali pertama menyebar di Kota Wuhan pun gencar beredar di pasaran.

Padahal, obat yang beredar luas di pasaran tersebut belum bisa dipastikan aman untuk dikonsumsi.

Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, hal tersebut bisa terjadi akibat pejabat publik yang memberikan contoh buruk di awal masa pandemi.

Tulus masih ingat ketika para pejabat publik saling memberikan khasiat agar masyarakat bisa kebal dari penularan Covid-19.

Mulai dari makan nasi kucing, doa anti corona, hingga yang terakhir ialah kalung pencegah Covid-19 yang diproduksi Kementerian Pertanian.

"Ini artinya apa? Selevel pejabat publik juga memberikan contoh-contoh kurang baik dan produktif membodohkan dan kurang mencerdaskan," kata Tulus dalam diskusi secara virtual, Senin (10/8/2020).

Karena banyaknya khasiat subjektif yang dipromosikan oleh para pejabat publik itu, maka penjualan produk dengan klaim bisa mencegah atau menyembuhkan Covid-19 pun meningkat.

Padahal, tidak sedikit dari produk tersebut belum bisa dipastikan sudah melewati uji klinis.

Selain itu, menurutnya faktor psikologi konsumen juga turut mempengaruhi banyaknya obat yang diklaim sembuhkan Covid-19 kian beredar luas.

baca juga

Ada semacam tekanan psikologis yang dirasakan konsumen di tengah pandemi sehingga mendorongnya untuk membeli produk.

"Terpaksa takut terinfeksi Covid-19 dikarenakan belum ada obat atau vaksin untuk Covid-19 sehingga masyarakat mencari jalan keluar sendiri-sendiri. Karena toh, bukannya hanya Indonesia, seluruh dunia belum melakukan itu," ujarnya.

Sebelumnya, Tulus Abadi mengatakan adanya faktor masyarakat yang lemah dalam literasi terhadap obat tradisional dan jamu herbal juga menjadi salah satu penyebab makin beredar luasnya obat yang diklaim bisa menyembuhkan Virus Corona.

Tulus menjelaskan bahwa penjualan jamu dan obat tradisional melalui sosial media sebenarnya sudah marak sebelum adanya pandemi Covid-19.

Promosi produk pun kian gencar saat Covid-19 merebak dengan melabeli sebagai obat penyembuh virus tersebut. 

Akan tetapi menurutnya, masyarakat selaku konsumen masih lemah dalam membaca produk-produk tersebut. 

"Lemahnya literasi konsumen terhadap jamu dan herbal. Antara menyembukan, meringankan, mengobati, dan lain sebagianya ada aturan teknis dalam peraturan obat-obatan," jelas Tulus dalam sebuah diskusi virtual, Senin (10/8/2020). 

Lemahnya tingkat membaca masyarakat tersebut mendukung peredaran produk jamu atau obat yang gencar dipromosikan melalui media sosial tanpa izin edar dari BPOM.

Bahkan Tulus sempat mengalami ditawari sebuah produk namun tidak jelas izin edarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obat dan Jamu Covid-19 Marak Beredar, YLKI Singgung Lemahnya Literasi Warga

Obat dan Jamu Covid-19 Marak Beredar, YLKI Singgung Lemahnya Literasi Warga

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 14:22 WIB

Manajemen Penanganan Wabah Buruk, Klaim Obat Covid-19 Pun Bermunculan

Manajemen Penanganan Wabah Buruk, Klaim Obat Covid-19 Pun Bermunculan

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 13:14 WIB

Jamu Herbal vs Obat Kimia Untuk Pengobatan, Mana yang Lebih Cespleng?

Jamu Herbal vs Obat Kimia Untuk Pengobatan, Mana yang Lebih Cespleng?

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 21:08 WIB

Terkini

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Ketika 'Mayat' Bangkit Demi Rp2 Miliar: MD Pictures Rilis Film Komedi Segar Gak Ada Matinya

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:30 WIB

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

Gandeng Komdigi, Pemprov DKI Siapkan Duta Antihoaks di Sekolah-Sekolah Jakarta

News | Senin, 02 November 2026 | 14:29 WIB

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana, Ada Menkeu hingga Gubernur BI

News | Senin, 02 November 2026 | 14:28 WIB

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, BNPB Pertimbangkan Pindahkan Armada Modifikasi Cuaca

News | Senin, 02 November 2026 | 14:21 WIB

Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental

Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Skincare yang Benar antara Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari?

Urutan Pemakaian Skincare yang Benar antara Toner, Serum, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:20 WIB

Drawing Closer: Apa yang Ingin Kita Tinggalkan Jika Waktu Kita Terbatas?

Drawing Closer: Apa yang Ingin Kita Tinggalkan Jika Waktu Kita Terbatas?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:20 WIB

Self-Care Makin Didorong di Asia Pasifik, Literasi Kesehatan dan Keamanan Obat Jadi Kunci

Self-Care Makin Didorong di Asia Pasifik, Literasi Kesehatan dan Keamanan Obat Jadi Kunci

Health | Senin, 02 November 2026 | 14:18 WIB

BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul

BPBD Bingung! Tak Ada Hujan, Bongkahan Es Seukuran Kepala Bocah Jatuh Jebol Atap Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 14:18 WIB

×