Lewat Line, Trio Ini Rekrut Gadis 14 Tahun Live Show Adegan Ranjang

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Lewat Line, Trio Ini Rekrut Gadis 14 Tahun Live Show Adegan Ranjang
Ilustrasi--kasus video call sex bugil atau VCS bugil atau Ohone Sex di Surabaya. (Suara.com/Achmad Ali)

"Semua akun Line dikelola oleh tiga tersangka..."

Suara.com - Polisi telah meringkus tiga pelaku kasus prostitusi daring yang merekrut anak-anak berusia 14 tahun menjadi objek fantasi seks para pria hidung belang.

Ketiga tersangka yang dicokok adalah P, DW dan RS.

Kapolres Metro Jakbar Kombes, Audie S Latuheru mengatakan, selama beraksi, modus para pelaku menggaet para pelanggannya lewat aplikasi media sosial seperti Twitter, WhatsApp hingga Line.

Dari platform tersebut, ketiganya menyebarkan video pornografi yang diperankan gadis ABG.

Untuk dapat bergabung ke dalam grup tersebut, para pelanggan wajib melakukan registrasi pembayaran kepada admin grup melalui sebuah rekening bank atau Gopay atau aplikasi dana milik admin.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ditemukan juga di dalam grup tersebut tidak hanya terdapat aktivitas penyebaran video pornografi. Ada juga para penampil (talent) wanita yang masih berusia anak-anak melakukan jasa VCS dan live show atau pertunjukan langsung.

Talent melakukan live streaming langsung yang dapat dilihat semua member grup dengan sepengetahuan admin.

"Semua akun Line dikelola oleh tiga tersangka. Mereka cari para pelanggan dari Twitter juga akun medsos lain seperti WA, Line, mereka ajak ikuti akun asusila tersebut dengan bayar sejumlah uang, mereka akan punya akses tonton beberapa pertunjukan seks" ujar Audie melalui siaran langsung instagram resmi Polres Jakbar, Senin (10/8/2020).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan awalnya telah menangkap seorang berinisial P yang diduga bekerja sebagai admin grup. Berdasarkan keterangan P, diduga ada lagi pelaku lain yang terlibat bisnis asusila ini.

"Berdasarkan alat bukti yang diperoleh, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku P yang diduga admin. Tersangka P ditangkap di daerah Kapuk Poglar Jakarta Barat, di mana dari keterangan pelaku yang diamankan ada pelaku lain yang terlibat yakni BP (DPO) yang juga merupakan admin grup," jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS