alexametrics

Selain Main HP di Pesawat, 4 Kasus Mumtaz Rais Lainnya yang Bikin Heboh

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Selain Main HP di Pesawat, 4 Kasus Mumtaz Rais Lainnya yang Bikin Heboh
Anak Amien Rais, Mumtaz Rais. (Uli Febriarni / Kontributor& instagram @mumtaz.rais)

Mumtaz Rais menjadi sorotan publik usai menelepon di dalam pesawat hingga cekcok dengan Wakil Ketua KPK

Suara.com - Putra Amien Rais, Mumtaz Rais menuai kecaman publik usai nekat menelepon di dalam pesawat. Ia juga sempat terlibat cekcok dengan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat diingatkan untuk tidak menelpon di dalam pesawat.

Aksi nekat tersebut dilakukan oleh Mumtaz saat pesawat dalam posisi berhenti mengisi bahan bakar. Mumtaz tak terima saat Nawawi mencoba untuk menegurnya.

Selain kasus teleponan di pesawat, berikut Suara.com merangkum beberapa kasus Mumtaz lainnya yang sempat menjadi sorotan publik, dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Minggu (16/8/2020).

1. Tak Sejalan dengan Amien Rais
Pada Maret 2020, sang ayah, Amien Rais berencana untuk melakukan reformasi dan perombakan partai besutannya Partai Amanat Nasional (PAN). Amien Rais juga berencana untuk membuat partai baru.

Baca Juga: Buntut Kasus Teleponan di Pesawat, Mumtaz Rais Diingatkan Jangan Sok Jagoan

Namun, rencana sang ayah itu justru ditentang oleh Mumtaz Rais. Ia menyebut reformasi tak adil bagi para kader yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan. Mumtaz secara terang-terangan membela Zulhas, panggilan akrab Zulkifli Hasan, yang merupakan mertuanya.

Dalam sesi wawancara, Mumtaz menegaskan keputusan Kongres V PAN yang menunjuk Zulhas menjadi Ketua Umum adalah keputusan yang sah.

Tak hanya itu, Mumtaz juga menyebut partai baru yang akan dibentuk oleh ayahnya tak akan beretahan lama. Ia menyebutnya sebagai PAN KW.

"Kami tahu, PAN palsu pasti kempes," kata Mumtaz.

2. Sindir Hanafi Rais Keluar PAN

Baca Juga: Dilaporkan Usai Ribut, Mumtaz Rais: Bisa Diselesaikan dengan Kekeluargaan

Mumtaz Rais juga pernah menyindir sang kakak kandung, Hanafi Rais yang keluar dari kursi anggota DPR RI dan keanggotaan PAN.

Komentar