Soal Dinasti Politik, Sekjen PAN: Tidak Hanya Eksklusif di Indonesia.

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 18 Agustus 2020 | 16:57 WIB
Soal Dinasti Politik, Sekjen PAN: Tidak Hanya Eksklusif di Indonesia.
Sekjen PAN Eddy Soeparno. (Suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno menilai dinasti politik tidak hanya ada di Indonesia, melainkan sudah ada di negara-negara lain.

Ia pun mencontohkan dinasti politik keluarga Lee Kuan Yew di Singapura, keluarga mantan PM Malaysia Najib Razak, keluarga mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.

Pun hingga, keluarga mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush, keluarga PM Kanada Justin Trudeau, dan keluarga mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye.

"Kalau saya bicara dinasti politik, kita sudah tahu, tidak hanya eksklusif di Indonesia saja, kita lihat ada keluarga Lee di Singapura Nazib putra dari PM (Malaysia) di Amerika keluarga ada keluarga Kennedy, Bush Kanada ada Justin Trudeau di Filipina, Korea ada Presiden Park Geun Hye anak perempuannya yang meneruskan," ujar Eddy dalam diskusi daring bertajuk "Merdeka dari Dinasti: Lah..Apa Mungkin?, Selasa (18/8/2020).

Dinasti politik di Indonesia kembali ramai menyusul majunya putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabumingraka yang siap maju sebagai calon Wali Kota Solo.

Selain itu, menantu Jokowi, Bobby Nasution juga maju di Pemilihan Wali Kota Medan, serta putri Wakil Presiden Maruf Amin, Siti Nur Azizah yang maju di Pilwalkot Kota Tangerang.

Eddy pun mengungkapkan perbedaan dinasti politik di Indonesia dan di luar negeri.

Di luar negeri, putra-putri dari keluarga mantan Presiden atau PM maju di dunia politik ketika orangtuanya sudah tidak menjabat atau tidak berkuasa lagi.

Sehingga, mereka yang maju di politik tidak mengandalkan jabatan orangtua untuk memenangkan kontestasi politik.

"Bedanya dengan Indonesia dari luar negeri adalah mereka di luar negeri itu menjadi eksekutif ketika orang tua sudah lengser sudah tidak menjabat lagi, itu perbedaan utamanya. Jadi mereka tidak mengandalkan jabatan atau otoritas yang melekat pada orangtua untuk memenangkan kursi eksekutif tersebut," kata dia.

Sementara di Indonesia, dinasti politik yang dibangun oleh mereka yang maju saat orang tuanya masih menjabat atau memiliki kekuasaan. Karena itu, kemudian muncul konflik kepentingan yang besar.

"Kalau Indonesia ada keceenderungan ketika keluarganya masih menjabat ya keluarga lain putra istri maju sehingga memang di situ terjadi adanya konflik etika, konflik kepentingan yang besar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Parpol Kekalkan Dinasti Politik, Golkar: Jika Masyarakat Menghendaki, Sah

Parpol Kekalkan Dinasti Politik, Golkar: Jika Masyarakat Menghendaki, Sah

News | Jum'at, 31 Juli 2020 | 11:19 WIB

PKS: Dinasti Politik Bahaya, Apalagi Tiba-tiba Maju Pilkada Secara Instan

PKS: Dinasti Politik Bahaya, Apalagi Tiba-tiba Maju Pilkada Secara Instan

News | Selasa, 28 Juli 2020 | 15:54 WIB

Gibran Melawan Tuduhan Dinasti Politik Solo: di Mana Dinasti Politiknya?

Gibran Melawan Tuduhan Dinasti Politik Solo: di Mana Dinasti Politiknya?

Jawa Tengah | Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:23 WIB

Terkini

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Berkas Belum Rampung, KPK Perpanjang 30 Hari Masa Penahanan Fadia Arafiq

Berkas Belum Rampung, KPK Perpanjang 30 Hari Masa Penahanan Fadia Arafiq

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:00 WIB

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:49 WIB

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:35 WIB

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:16 WIB