Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB
Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang
Ilustrasi Petir (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Sambaran petir menewaskan 14 orang di Bangladesh termasuk seorang anak berusia sepuluh tahun.

  • Deforestasi menjadi penyebab utama meningkatnya angka kematian akibat hilangnya pelindung alami pohon tinggi.

  • Sebagian besar korban merupakan petani yang sedang bekerja di area terbuka tanpa perlindungan.

Suara.com - Gelombang sambaran petir yang mematikan baru saja merenggut nyawa sedikitnya 14 orang di berbagai wilayah Bangladesh.

Fenomena mematikan ini bukan sekadar faktor alam murni melainkan dampak nyata dari penggundulan hutan secara masif.

Dikutip dari Skynews, ketiadaan pohon-pohon tinggi di area terbuka membuat tubuh manusia menjadi titik tertinggi yang rentan disambar muatan listrik.

ilustrasi petir, hujan, mendung, cuaca buruk (freepik)
ilustrasi petir, hujan, mendung, cuaca buruk (freepik)

Seorang bocah berusia sepuluh tahun menjadi salah satu korban tragis yang kehilangan nyawa saat berada di luar rumah.

Angka kematian ini menyoroti betapa rentannya penduduk di pedesaan terhadap perubahan lanskap lingkungan yang tidak terkendali.

Mayoritas korban yang tewas merupakan para petani dan buruh lapangan yang sedang beraktivitas di area terbuka.

Kondisi lapangan yang gundul tanpa vegetasi pelindung membuat mereka tidak memiliki tempat berlindung saat badai tiba.

Media lokal mengabarkan bahwa anak laki-laki tersebut tewas bersama dua orang lainnya akibat satu sambaran tunggal.

Ilustrasi petir dan angin kencang. [Ist]
Ilustrasi petir dan angin kencang. [Ist]

Hujan deras dan badai intens yang melanda ibu kota Dhaka hingga pelosok desa memperparah situasi keselamatan warga.

baca juga

Beberapa warga lainnya dilaporkan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit akibat luka bakar yang parah.

Pakar lingkungan menegaskan bahwa hilangnya pohon-pohon besar telah menghilangkan konduktor alami yang menjauhkan petir dari manusia.

Tanpa adanya pohon tinggi, petir akan langsung menyasar objek apa pun yang berada di permukaan tanah yang lapang.

Deforestasi telah mengubah peta risiko bencana di negara tersebut menjadi jauh lebih berbahaya bagi masyarakat sipil.

Perubahan iklim yang diikuti dengan kelembapan tinggi menciptakan ketidakstabilan cuaca yang memicu munculnya petir dalam jumlah banyak.

Pemerintah terus memantau situasi medis para korban luka yang saat ini sedang berjuang melewati masa kritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:11 WIB

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 14:59 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×