Array

Kapan Daftarkan Anak ke PAUD di Tengah Pandemi? Ini Kata Kemendikbud

Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:45 WIB
Kapan Daftarkan Anak ke PAUD di Tengah Pandemi? Ini Kata Kemendikbud
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). (Kemendikbud)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19 yang kelihatannya belum akan berakhir dalam waktu dekat, sebagian besar orangtua merasa gelisah dan belum mendapatkan kepastian untuk mendapatkan waktu yang tepat mendaftarkan anak mereka ke tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain karena penyebaran virus yang masih masif, kebijakan social distancing juga masih berlaku.

Merespons kegelisahan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis sebuah video grafis, yang isinya mengingatkan orangtua untuk mempertimbangkan dengan baik usia anak sebelum masuk PAUD.

Anak tetap disarankan untuk mendapatkan pengalaman lewat PAUD, karena jenjang pendidikan ini hanya satu kali dilalui seumur hidupnya. Saat anak berada di PAUD, mereka akan diberikan sejumlah keterampilan yang sesuai dengan usianya untuk perkembangan otak, sosial dan emosionalnya.

Tujuan dari pendidikan di level ini, agar nantinya anak menjadi lebih siap untuk mengkuti kegiatan belajar di jenjang berikutnya.

Namun di tengah pandemi Covid-19, Kemendikbud telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang tetap menomorsatukan keselamatan dan kesehatan guru, murid, dan tenaga pendidik lainnya.

Pembelajaran tatap muka di PAUD akan dimulai tergantung dari kondisi dan kesiapan daerah dan sekolah. Namun pastinya, Kemendikbud mendorong orangtua untuk mendapingi anak dalam kegiatan belajar mengajar, sementara kementerian ini menyiapkan sumber dan paket belajar bagi guru dan orangtua.

Hal ini pernah ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, Kemendikbud menyediakan modul-modul pembelajaran untuk PAUD dan Sekolah Dasar (SD), yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orangtua, dan peserta didik.

“Dari opsi kurikulum yang dipilih, intinya adalah siswa tidak dibebani untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran,” tegasnya.

Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Kemendikbud Izinkan Sekolah Pakai Dana BOS untuk Rapid Test Siswa

“Modul tersebut diharapkan dapat mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah dan membantu orangtua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah,” tambah Nadiem. Modul pembelajaran ini dapat diunduh secara gratis di bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id. Caranya, pilih menu "Aplikasi Daring & Televisi untuk Pembelajaran", lalu pilih "Buku Saku PAUD", dan Anda akan dibawa ke laman google drive yang berisi bahan ajar untuk anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI