Teror di Masjid Toronto Berlanjut, Kaum Muslim Minta Polisi Bertindak

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 10:28 WIB
Teror di Masjid Toronto Berlanjut, Kaum Muslim Minta Polisi Bertindak
Aksi simpati dengan tulisan 'Bersatu melawan Islamofobia' di dekat Pusat Kebudayaan Islam di Quebec, Kanada, Senin (30/1/2017). Kiri atas: Alexandre Bissonnette. [Alice Chiche/AFP & Facebook/capture]

Suara.com - Masjid di pusat kota Toronto, Kanada, terus mendapat teror dalam tiga bulan terakhir. Kaum muslim setempat pun meminta polisi untuk bertindak menangkap para pelaku.

Menyadur Al Jazeera, Jumat (21/8/2020), Masjid Toronto telah enam kali dirusak dalam tiga bulan terakhir. Pada Minggu (16/8/2020), jendela-jendela di bangunan itu kembali pecah.

Meskipun penangkapan telah dilakukan atas serangan berulang-ulang, Asosiasi Muslim Kanada (MAC) sangat prihatin dengan apa yang terjadi.

"Tampaknya seseorang mencoba mengintimidasi komunitas Muslim. Ini tidak bisa diterima," kata Munir, anggota MAC.

"Seharusnya tidak ada orang Kanada yang merasa tidak aman di tempat ibadah mereka," tambah pria yang juga bekerja untuk Yaqeen Institute for Islamic Research, lembaga yang bertujuan memecahkan narasi Islamofobia.

Minggu ini, Masjid Toronto menemukan jendelanya pecah untuk ketiga kalinya dalam tiga minggu.

Kejadian itu membuat teror dan vandalisme di masjid sekitaran Toronto--yang juga dikelola MAC--telah terjadi enam kali dalam tiga bulan terakhir.

Selain jendela yang pecah, ada upaya untuk masuk ke masjid, dan grafiti rasis telah tertulis di dinding dan jendela, menurut MAC.

"Insiden ini sekarang terjadi pada tingkat yang menakutkan dan kami tidak dapat menerima menunggu lebih lama lagi untuk tindakan polisi," kata MAC.

baca juga

Layanan Polisi Toronto (TPS) mengaku tak tinggal diam dengan teror yang memiliki motif berbau kebencian terkait ras, suku dan agama itu.

Mereka mereka menyebut terus mendalami dan penyelidiki kejadian ini. Perburuan terhadap pelaku teror juga masih berjalan.

"Saat ini ada enam investigasi dan dua penangkapan telah dilakukan sejauh ini," kata TPS.

"Unit Kejahatan Kebencian kami telah mengetahui insiden tersebut dan terus mendukung penyelidikan jika diperlukan."

Meski penangkapan telah dilakukan dalam dua kasus terakhir, Mariam Manaa, manajer hubungan masyarakat MAC, kurang puas.

Dia ingin teror tersebut tidak dianggap sebagai aksi kejahatan biasa. Tindakan itu dinilainya harus dipandang sebagai kejahatan bermotif kebencian.

"[Kasus itu] berada di bawah kerusakan, bukan di bawah vandalisme atau niat untuk menyakiti atau membenci," kata Manaa.

"Masalahnya adalah dalam tiga sampai empat hari, mereka akan dibebaskan lagi jika mereka ditangkap dan mereka dapat kembali dan lagi merusak masjid."

"Kami ingin penyelidikan lebih lanjut dan ingin polisi mengambil tindakan lebih lanjut. Kami tidak ingin ini terulang kembali," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malu-maluin Polri Saja, Beginilah Nasib Polisi yang Minta Duit Turis Jepang

Malu-maluin Polri Saja, Beginilah Nasib Polisi yang Minta Duit Turis Jepang

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 10:08 WIB

Cuitan Rasis dan Islamophobia, Ratu Kecantikan Ini Kehilangan Gelarnya

Cuitan Rasis dan Islamophobia, Ratu Kecantikan Ini Kehilangan Gelarnya

Lifestyle | Minggu, 21 Juli 2019 | 13:00 WIB

ISIS Sebar Seruan Aksi Balas Dendam atas Teror di Masjid Selandia Baru

ISIS Sebar Seruan Aksi Balas Dendam atas Teror di Masjid Selandia Baru

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 16:27 WIB

Pascateror Inggris Islamophobia Menguat, Muslim Terancam

Pascateror Inggris Islamophobia Menguat, Muslim Terancam

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 15:06 WIB

Teror di Masjid Kanada, Enam Tewas

Teror di Masjid Kanada, Enam Tewas

News | Senin, 30 Januari 2017 | 13:39 WIB

Terkini

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

×