Karyawan Terkena Covid-19, Mentan : Protokol Kesehatan Berlaku secara Ketat

Fabiola Febrinastri

Senin, 24 Agustus 2020 | 20:19 WIB
Karyawan Terkena Covid-19, Mentan : Protokol Kesehatan Berlaku secara Ketat
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020). (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pihaknya aktif mengingatkan kewaspadaan dalam bekerja. Protokol kesehatan tetap berlaku secara ketat, meski secara bergantian harus bekerja di kantor. Satgas Covid-19 Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat untuk melakukan tracing dan isolasi, agar penyebaran virus tidak meluas.

Hal ini merupakan tanggapan atas adanya karyawan Kementan yang terkena Covid-19.

"Kami secara terus-menerus aktif mengingatkan kewaspadaan dalam bekerja. Protokol kesehatan tetap berlaku secara ketat, meski secara bergantian harus bekerja di kantor," jelasnya, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020).

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020). (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020). (Dok : Kementan)

Mentan didampingi Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmon, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagiyono, Kepala Biro Umum dan Pengadaan, Maman Suherman dan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andiri. SYL juga mengecek kondisi gedung dan fasilitasnya, seperti alarm, sensor asap dan panas di dalam gedung, kesiapan hydran dan gudang mesin pompa air hydran.

"Fasilitas kita lengkap dan kondisinya siap siaga. Kondisi rawan kebakaran saat ini kita antisipasi dini. Kita harap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Terkait pencegahan Covid-19, SYL menuturkan, Kementan secara teratur melakukan rapid test dan tes SWAB untuk setiap karyawan. Selain itu, Kementan juga terus melakukan sterilisasi gedung seusai jam kerja untuk tetap menjaga ruang kerja aman dari ancaman Covid-19.

"Setiap bulan kita sudah melakukan pengecekan melalui rapid tes dan tes SWAB, tapi setiap karyawan juga tidak bisa 24 jam. Kita jaga karena mereka juga pergi ke pasar atau ke tempat lainnya," terangnya.

Selain itu, sektor pertanian juga mengharuskan turun kelapangan diberbagai daerah untuk menjaga kondisi pangan seperti petani berada disawah. Walaupun demikian, Mentan mengatakan, jajarannya selalu menerapkan prokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Dari tes SWAB terakhir, memang ada beberapa karyawan yang positif dan saat ini sudah mendapatkan menanganan. Ruangan juga sudah kembali disterilkan. Pembagian antara WFH dan WFO juga tetap berlanjut seperti sebelumnya," terang SYL.

baca juga

Di kesempatan yang sama, Momon mengatakan bahwa sebagai langkah antisipatif, Kementan terus diminta untuk melakukan langkah pencegahan secara ketat. Pertama, melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan kantor pusat Kementan.

"Kedua, melakukan protokol kesehatan secara ketat di setiap ruangan, termasuk peningkatan imunitas tubuh masing2 pegawai," ujarnya.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020). (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, saat melakukan pengecekan terhadap sistem kesehatan dan pengaman ancaman kebakaran, saat ditanya media di Gedung C Kampus Kementan, Jakarta, Senin(24/8/2020). (Dok : Kementan)

Ketiga, lanjut Momon, melakukan pengaturan WFH, dengan tetap dapat menyelesaikan pekerjaan/tugas. Keempat, mengurangi kegiatan yg bersifat pertemuan secara fisik (sebaiknya gunakan virtual). Kelima, memperbanyak pegawai untuk melakukan rapid test.

"Protokol kesehatan wajib berlaku, menjaga imunitas dengan vitamin dan gizi yang baik. Pegawai telah kita diminta makin berhati-hati. penanganan dilakukan secara maksimal," ungkap Momon.

Ia menambahkan, info terkini pengawai yang terinfeksi, saat ini sedang dalam pengobatan dan isolasi mandiri, mengingat rata-rata mereka tidak menunjukkan gejala sakit.

"Kita terus utamakan keselamatan karyawan Kementan. Mudah-mudahan dengan langkah yang sudah diambil karyawan aman dan Kementan bisa terhindar dari penyebaran Covid-19," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22 Orang Swab Test Usai Plt Bupati Sidoarjo Meninggal Positif Corona

22 Orang Swab Test Usai Plt Bupati Sidoarjo Meninggal Positif Corona

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 20:12 WIB

Mau Naik Gunung Papandayan? Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Dilakukan!

Mau Naik Gunung Papandayan? Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Dilakukan!

Jabar | Senin, 24 Agustus 2020 | 19:14 WIB

Sejak Juli, Lebih dari 500 Orang Meninggal Akibat Corona di Israel

Sejak Juli, Lebih dari 500 Orang Meninggal Akibat Corona di Israel

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 19:25 WIB

Terungkap, Ini yang Bikin Covid-19 Jadi Lebih Parah Jika Serang Orang Tua

Terungkap, Ini yang Bikin Covid-19 Jadi Lebih Parah Jika Serang Orang Tua

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 18:50 WIB

Thailand Laporkan Dua Kasus Impor Covid-19, Dari Mana?

Thailand Laporkan Dua Kasus Impor Covid-19, Dari Mana?

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 17:58 WIB

Luna Maya Akan Rayakan Ulang Tahun ke 37 di Bali

Luna Maya Akan Rayakan Ulang Tahun ke 37 di Bali

Foto | Senin, 24 Agustus 2020 | 17:50 WIB

Terkini

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:44 WIB

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

Gus Ipul Beri Apresiasi atas Komitmen Pemkab Bandung Dukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:41 WIB

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

Bukan Cuma Ganti Figur, DPR Desak Kepala BGN Baru Pengganti Nanik Deyang Berani Desain Ulang MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:40 WIB

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

PAM Jaya Ungkap Biang Kerok Kebocoran Berulang di TB Simatupang, Pipa Sudah Berusia 30 Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:38 WIB

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Santunan Korban Motor Tembus Rp1,79 T, Penguatan Standar Keselamatan Dinilai Mendesak

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:37 WIB

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

9 Rekomendasi Parfum untuk Kulit Sensitif dan Sudah Terdaftar BPOM

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

JPMorgan Resmi Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Simak Alasannya

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

Insentif Mobil Listrik Bisa Bikin Jakarta Rugi Rp2 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:33 WIB

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Kasus Penganiayaan Warga Rupat Utara, Propam Polda Riau Periksa 9 Orang

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:30 WIB

×