Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 Juli 2026 | 11:35 WIB
Sampah Jakarta Capai 7.354 Ton per Hari, Bisakah Pengelolaan dari Rumah Jadi Solusi?
Ilustrasi pengumpulan sampah. (Freepik)
baca 10 detik
  • Jakarta mengirimkan rata-rata 7.354 ton sampah harian ke TPST Bantar Gebang sepanjang tahun 2025.
  • Program PHINLA mengumpulkan 283 ton sampah dan melibatkan 2.876 anggota di berbagai wilayah Jakarta.
  • Pengelolaan sampah berbasis masyarakat meningkatkan pendapatan warga serta mencegah terjadinya banjir di Jakarta Utara.

Suara.com - Persoalan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan besar. Sepanjang 2025, rata-rata sebanyak 7.354 ton sampah dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang setiap hari atau sekitar 2,68 juta ton dalam setahun.

Di tengah besarnya volume sampah tersebut, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Salah satunya dilakukan melalui Program PHINLA (Philippines, Indonesia, Sri Lanka) yang dijalankan Wahana Visi Indonesia bersama Divers Clean Action dengan dukungan Pemerintah Jerman melalui Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ).

Ilustrasi sampah. (Pixabay.com/@RitaE)
Ilustrasi sampah. (Pixabay.com/@RitaE)

Hingga saat ini, program tersebut mencatat telah mengumpulkan lebih dari 283.152 kilogram sampah atau sekitar 283 ton. Program ini juga melibatkan 2.876 anggota aktif yang tergabung dalam 24 bank sampah dengan total pendapatan lebih dari Rp100 juta dari hasil penjualan sampah yang dapat didaur ulang.

Selain itu, program tersebut membentuk 44 kelompok simpan pinjam berbasis komunitas dan melatih 80 kader advokasi di 11 desa dan kelurahan.

Program Director Wahana Visi Indonesia, Eben Ezer Sembiring, mengatakan pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

"Kami melihat banyak anak-anak di Jakarta yang masih hidup dalam kondisi yang kurang sehat karena tingginya produksi sampah di lingkungannya serta rendahnya pengelolaan sampah dari sumber. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui partisipasi masyarakat," kata Eben dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik juga berpotensi mengurangi risiko banjir sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Sejak 2024, Program PHINLA mendampingi empat kelurahan di Jakarta Utara, dua kelurahan di Jakarta Timur, serta enam pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Warga didorong memilah sampah sejak dari rumah, kemudian menyetorkannya ke bank sampah agar dapat didaur ulang sekaligus menjadi tabungan.

baca juga

Program tersebut juga diintegrasikan dengan Asosiasi Simpan Pinjam untuk Kesejahteraan Anak (ASKA) untuk membantu pengelolaan keuangan keluarga, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Counsellor for Development Cooperation Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Angelika Stauder, mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah berbasis komunitas bergantung pada kolaborasi jangka panjang antara masyarakat, pemerintah daerah, bank sampah, dan sektor swasta.

"Melihat masyarakat secara aktif mengumpulkan dan memilah sampahnya sendiri merupakan perkembangan yang sangat positif. Namun, keberlanjutan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi jangka panjang antara masyarakat, bank sampah, pemerintah daerah, dan sektor swasta," ujarnya.

Manfaat program ini juga dirasakan oleh Nurpiah, Ketua Bank Sampah di Jakarta Utara. Ia mengaku lingkungan tempat tinggalnya sebelumnya kerap dilanda banjir saat musim hujan.

"Program PHINLA mengajarkan kami memahami nilai lingkungan dan nilai ekonomi sampah. Kami belajar memilah sampah, menjualnya, lalu menabung dari hasilnya. Lingkungan kami sekarang tidak pernah banjir lagi, sementara penghasilan tambahannya membantu kebutuhan keluarga dan pendidikan anak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:31 WIB

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:24 WIB

Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia

Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

Tes Kejujuran Polisi, Mahasiswa Selipkan Uang ke Barikade Aparat, Duit Rp 50 Ribu Disikat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan Soroti Aparat Belum Terapkan UU TPKS Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Harga Nasional Cabai Rawit Merah Anjlok 18,84 Persen, Kini Dijual Rp83.550 per Kg

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Cara Membedakan Sepatu Nike Air Force 1 Asli dan Palsu Sebelum Beli di Online Shop

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kapal Perempuan: Banyak APH Belum Terapkan UU TPKS dalam Kasus Kekerasan Seksual

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

×