Markas PDIP Dibom FPI, Hasto: Orang Anti Demokrasi dan Anti Kemanusiaan!

Reza Gunadha, Stephanus Aranditio

Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:21 WIB
Markas PDIP Dibom FPI, Hasto: Orang Anti Demokrasi dan Anti Kemanusiaan!
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - DPP PDI Perjuangan mengutuk penyerangan teror bom molotov ke markas PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 29 Juli 2020 lalu.

Belakangan diketahui, pelempar bom tersebut adalah sekelompok Laskar Islam (LPI), jaringan ormas FPI.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, ketujuh orang yang sudah ditangkap tim khusus gabungan Polda Jabar dan Polres Bogor adalah orang yang antidemokrasi dan antikemanusiaan.

"Ketika kantor PDI Perjuangan diserang dengan cara seperti itu, yang membunuh demokrasi, kami pun menempuh jalur hukum," kata Hasto dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/8/2020).

"Karena itulah, ketika ada pihak yang berada di luar jalur hukum, kemudian menggunakan bom molotov, siapa pun dia, apa pun latar belakangnya, orang itu antidemokrasi, orang itu antikemanusiaan," tambah Hasto.

Meski begitu, dia mengapresiasi kinerja kepolisian yang bergerak cepat menangkap pelaku.

Hasto juga bersyukur peristiwa itu tidak menyulut emosi kader dan simpatisan partai berlambang  Banteng Moncong Putih itu untuk membalas dendam.

"Kami memberikan apresiasi kepada Polri yang telah menindaklanjuti laporan. Kami juga mengapresiasi jajaran internal partai tidak ada yang emosional menanggapi itu dengan melakukan aksi serupa," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap tujuh pelaku teror bom molotov di markas PDIP Cileungsi yang berinisial AS (25) sebagai pimpinan Laskar Islam (LPI).

Kemudian terdapat M Pabuaran (24); AS (32); S (35); NM (23); MRR (21); dan AK (24). Mereka semua, merupakan warga Kabupaten Bogor.

Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi menjabarkan masing-masing pelaku memiliki peran khusus.

AS (25) misalnya yang merupakan pimpinan LPI yang juga merupakan anggota FPI, berperan meracik bom molotov.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimurlan Chaniago mengatakan, ketujuh orang yang ditangkap itu, merasa sakit hati terkait adanya pembakaran bendera saat terjadi aksi demo di depan gedung DPR pada 27 Juli 2020.

Penelusuran wartawan, saat itu diketahui terjadi aksi demo penolakan kembali Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, yang notabenenya sebagai imam besar FPI.

Ketujuh pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP, dugaan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran, diancam dengan pidana 12 tahun.

Serta Pasal 406 KUHP, yang berbunyi dengan sengaja dan melawan hukum merusak dan membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruh nya dengan diancam pidana 2 tahun 8 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksekutor Pelemparan Bom Molotov Ke Markas PDIP Bogor di Tangkap

Eksekutor Pelemparan Bom Molotov Ke Markas PDIP Bogor di Tangkap

Jabar | Rabu, 26 Agustus 2020 | 12:20 WIB

Habib Rizieq Disebut Manusia Sampah, Anggota FPI Ngamuk Lempar Bom Molotov

Habib Rizieq Disebut Manusia Sampah, Anggota FPI Ngamuk Lempar Bom Molotov

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:42 WIB

Terungkap! Anggota FPI Racik Bom Molotov, Dilempar ke Kantor PDIP Cileungsi

Terungkap! Anggota FPI Racik Bom Molotov, Dilempar ke Kantor PDIP Cileungsi

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2020 | 11:35 WIB

Ini Dia 2 Anggota FPI Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor

Ini Dia 2 Anggota FPI Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor

Jabar | Senin, 24 Agustus 2020 | 14:44 WIB

Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor Adalah Anggota FPI

Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor Adalah Anggota FPI

Jabar | Senin, 24 Agustus 2020 | 12:32 WIB

Target Menang 60 Persen, Calon Kepala Daerah Dapat Tugas Khusus dari Mega

Target Menang 60 Persen, Calon Kepala Daerah Dapat Tugas Khusus dari Mega

News | Senin, 24 Agustus 2020 | 12:32 WIB

PDIP Nilai Medali Kepeloporan dari Jokowi Pantas Disematkan untuk Megawati

PDIP Nilai Medali Kepeloporan dari Jokowi Pantas Disematkan untuk Megawati

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:39 WIB

Kantor DPC PDIP Cianjur Dijaga Aparat Bersenjata Usai Dilempar Molotov

Kantor DPC PDIP Cianjur Dijaga Aparat Bersenjata Usai Dilempar Molotov

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 02:05 WIB

Terkini

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:10 WIB

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:52 WIB

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:39 WIB