Daftar Beasiswa, Gadis 17 Tahun Malah Diperkosa dan Dimutilasi

Rendy Adrikni Sadikin, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 27 Agustus 2020 | 10:34 WIB
Daftar Beasiswa, Gadis 17 Tahun Malah Diperkosa dan Dimutilasi
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja perempuan di India tak pernah pulang ke rumah setelah pergi untuk mengisi formulir beasiswa. Gadis ini ditemukan tewas dalam keadaan termutilasi setelah diperkosa.

Menyadur Gulf News, Kamis (27/8/2020), insiden pemerkosaan dan pembunuhan ini terjadi di distrik Lamkhimpir Kheri, negara bagian Uttar Pradesh.

Gadis berusia 17 tahun ini ditemukan tak bernyawa di sebuah kolam yang terletak sekitar 200 meter dari kawasan desanya pada Selasa (25/8) pagi.

Hingga kini pelaku pemerkosaan dan pembunuhan gadis ini masih buron.

Pihak keluarga mengatakan remaja ini meninggalkan rumah pada Senin (24/8) untuk pergi ke kota guna mengurus formulir beasiswa.

Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Tak kunjung pulang, keluarga kemudian melaporkan hal ini kepada kepolisian setempat dan pencarian pun dilakukan.

Hingga esok paginya, kepolisian menemukan jasad gadis ini tergeletak di sebuah kolam dalam keadaan termutilasi.

Keterangan polisi awal menyebut siswi sekolah mengenah atas ini kemungkinan dibunuh dengan senjata tajam, mengingat ada luka di bagian leher.

"Saya benar-benar tida tahu harus berkata apa atau siapa yang harus dicurigai. Dia pergi sekitar jam 8.30 pagi pada Senin. Kami tidak mencurigai siapa pun," ujar paman korban.

baca juga

Seorang pejabat kepolisian mengatakan hasil post-mortem korban menunjukkan adanya tindak pemerkosaan. "Kami melakukan semua upaya yang mungkin untuk mengidentifikasi dan menangkap tersangka," kata polisi itu.

Polisi menambahkan, sebuah tim khusus telah dibentuk menangani kasus ini. Adapun tim penyelidik telah mengumpulkan beberapa pentunjuk penting, dan para pembunuh akan segera ditangkap.

Pemerkosaan dan pembunuhan gadis 17 tahun ini merupakan kasus kedua yang terjadi Lakhimur Kheri dalam 10 hari terakhir.

Sebelumnya, seorang gadis beriisa 13 tahun ditemukan tewas di sebuah ladang tebu pada Jumat (14/8) lalu.

Selain diperkosa, keluarga mengklaim lidah korban dipotong dan matanya dicungkil. "Matanya telah dicungkil. Lidahnya dipotong dan dicekik dengan dupatta," ujar ayah korban.

Kendati demikian, kepolisian menyangkal pernyataan keluarga korban terkait pemotongan lidah dan pencukilan mata, menyatakam pemeriksaa mayat menunjukkan tanda-tanda pemerkosaan dan pencekikan.

Polisi menyebut goresan di dekat mata gadis itu mungkin disebabkan oleh daun tebu yang tajam di ladang tempat korban ditemukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis 16 Tahun Tewas Diperkosa 3 Orang, Mayatnya Dibuang di Septic Tank

Gadis 16 Tahun Tewas Diperkosa 3 Orang, Mayatnya Dibuang di Septic Tank

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:15 WIB

Sadis! Gadis 16 Tahun Diperkosa 30 Pria di Kamar Hotel

Sadis! Gadis 16 Tahun Diperkosa 30 Pria di Kamar Hotel

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 12:01 WIB

Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Keluarga Klaim Lidahnya Dipotong

Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Keluarga Klaim Lidahnya Dipotong

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 15:07 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×