Berlindung di Sebuah Gubuk, 9 Bocah di Uganda Meninggal Tersambar Petir

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 10:24 WIB
Berlindung di Sebuah Gubuk,  9 Bocah di Uganda Meninggal Tersambar Petir
Ilustrasi petir (shutterstock)

Suara.com - Sepuluh anak tewas tersambar petir di sebuah kota terpencil di Uganda dekat perbatasan Kongo Uganda pada Kamis (27/7/2020).

Menyadur ABC News, anak-anak yang menjadi korban sambaran petir usianya berkisar antara 9 hingga 16 tahun.

Insiden tersebut terjadi ketika mereka berlindung dari hujan di rumah beratap ilalang saat petir menyambar pada Kamis malam.

Saat kejadian, mereka sedang bermain sepak bola di lapangan terdekat, kata Josephine Angucia, juru bicara polisi di wilayah Nil Barat Uganda. Empat anak lainnya terluka.

Sambaran petir mematikan biasa dilaporkan di negara Afrika Timur tersebut selama musim hujan yang diikuti petir menggelegar.

Menurut para peneliti di Universitas Tel Aviv, Afrika mengalami badai petir yang lebih besar dan lebih sering karena suhu global meningkat.

Benua Afrika sudah memiliki banyak titik petir di dunia, dengan badai yang bisa sangat merusak dan terkadang mematikan.

Menurut laporan New York Times, pada bulan Februari tahun ini, sebuah kelompok konservasi melaporkan bahwa empat gorila gunung langka tersambar petir di Taman Nasional Mgahinga, Uganda.

Bencana sambaran petir paling besar terjadi pada tahun 2011, sebuah sekolah dasar di negara yang sama tersambar petir yang menewaskan 20 anak dan melukai hampir 100 orang. Banyak ruang kelas, terutama di daerah pedesaan, tidak dilengkapi dengan penangkal petir.

baca juga

Korban massal seperti itu jarang terjadi. Tetapi ahli meteorologi bertanya-tanya pada saat itu apakah badai petir menjadi lebih umum di Afrika pada era perubahan iklim.

Jawabannya, menurut penelitian baru, yang diterbitkan pada bulan Januari di American Meteorological Society's Journal of Climate, adalah ya.

Menurut temuan peneliti, peningkatan suhu di Afrika selama tujuh dekade terakhir berkorelasi dengan badai yang lebih besar dan lebih sering.

"Petir adalah pembunuh nomor 1 ketika kita berbicara tentang cuaca di negara tropis," kata Colin Price, profesor Ilmu Atmosfer di Universitas Tel Aviv dan penulis utama studi tersebut.

Tidak ada data terorganisir untuk korban sambaran petir yang mencakup seluruh Afrika, tetapi studi 2018 di delapan negara menyebutkan jumlah kematian sekitar 500 per tahun.

Secara global, diperkirakan berkisar dari 6.000 hingga 24.000 kematian per tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memalukan, Dubes Uganda Ketahuan Pimpin Rapat Zoom untuk Curi Dana Covid-19

Memalukan, Dubes Uganda Ketahuan Pimpin Rapat Zoom untuk Curi Dana Covid-19

News | Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:33 WIB

CEK FAKTA: Kentutnya Bunuh Nyamuk, Pria Ini Diincar Perusahaan Pestisida?

CEK FAKTA: Kentutnya Bunuh Nyamuk, Pria Ini Diincar Perusahaan Pestisida?

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:21 WIB

Bunuh Gorila Paling Terkenal di Uganda, Pria Ini Dibui 11 Tahun

Bunuh Gorila Paling Terkenal di Uganda, Pria Ini Dibui 11 Tahun

News | Kamis, 30 Juli 2020 | 21:44 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×