Array

Aktivis Lingkungan Daur Ulang Masker dan APD Bekas Jadi Batu Bata

Senin, 31 Agustus 2020 | 18:27 WIB
Aktivis Lingkungan Daur Ulang Masker dan APD Bekas Jadi Batu Bata
ilustrasi sampah di pantai [shutterstock]

Suara.com - Binish Desai, seorang aktivis lingkungan dan inovator asal India, berhasil menciptakan batu bata dari bahan masker dan alat pelindung diri(APD) bekas pakai.

Menyadur India Times, Senin (31/8/2020), Binish berharap temuannya itu bisa menjadi solusi untuk mengurangi limbah medis selama pandemi virus Corona.

Jutaan sarung tangan, masker, dan APD bekas yang terus bermunculan seiring penanganan Covid-19, membuat pria berjuluk Recycle Man ini khawatir.

Julukan Recycle Man dia dapat pada 2010 setelah medesain P-Block, batu bata dari kertas industri dan limbah permen karet.

Kini, Binish Desai kembali membuat temuan baru guna menyelamatkan lingkungan. Batu bata yang terbuat dari limbah medis diklaim ramah lingkungan.

Menurut laporan dari Central Pollution Control Board (CPCB) di National Green Tribunal, India menghasilkan sekitar 101 Metric Tonnes (MT) limbah biomedis terkait COVID-19 per hari.

Ini merupakan tambahan dari rata-rata timbulan sampah biomedis normal yang biasanya berkisar 609 MT per hari.

Batu bata yang dibuat oleh Binish mengandung 52 persen APD dan masker yang robek, tiga persen pengikat, dan 45 persen limbah kertas. Mereka tahan air, tahan api, dan tahan hama.

Dia juga berencana untuk memperkenalkan "eco-bins", yang akan membantu mengumpulkan sampah dari berbagai tempat publik.

Baca Juga: Bikin Video Telanjang di Jembatan Suci, Wanita Prancis Ditangkap

Eco-bins akan ditempatkan Binish di rumah sakit, kantor polisi, tempat lain di mana staf atau orang-orang menggunakan perlengkapan APD dan masker kelas medis.

Selama pandemi virus Corona, limbah medis menjadi salah satu masalah baru yang cukup mengkhawatirkan bagi lingkungan.

BBC melaporkan pada 9 Juli bahwa setiap bulan manusia menghasilkan 129 miliar sampah masker dan 65 miliar sarung tangan sekali pakai.

Sebagian besar sampah medis itu dikatakan tidak dibuang dengan benar dan berakhir di laut, kata lembaga Ocean Conservacy.

Doug Cress, wakil presiden bidang konservasi Ocean Conservacy menyebut dunia telah mengalami krisis sampah plastik di laut sebelum pandemi.

Kini, lanjutnya, pandemi virus Corona yang mendorong munculnya sampah medis sekali pakai, semakin memperparah kerusakan lingkungan, terutama di laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI