10 Kali Lebih Menular, Satgas Awasi Mutasi D614G Virus Corona di Indonesia

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Selasa, 01 September 2020 | 18:40 WIB
10 Kali Lebih Menular, Satgas Awasi Mutasi D614G Virus Corona di Indonesia
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebut mutasi virus corona menjadi D614G belum terlalu penting untuk dikhawatirkan. Sebab sejauh ini kematian pasien tertinggi masih disebabkan oleh faktor usia dan penyakit penyerta.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya akan terus mengawasi perkembangan mutasi D614G yang ditemukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Bukti saat ini menunjukkan bahwa D614G belum terlalu penting dibandingkan faktor risiko lainnya seperti usia, dan penyakit penyerta, namun perlu kami pastikan bahwa proses penelitian tentang virus ini dilakukan oleh lembaga penelitian bekerja sama dengan kementerian kesehatan," kata Wiku dalam konferensi pers dari Istana Negara, Selasa (1/9/2020).

Wiku menyebut pihaknya juga sudah menerima laporan dari LBM Eijkman terkait mutasi virus ini. Namun perlu penelitian lanjutan untuk memastikan klaim awal bahwa mutasi D614G lebih menular 10 kali lipat.

"Kami melihat bahwa dengan deteksi RNA SARS-COV-2 ini biasanya lebih tinggi melalui usap mulut dan hidup, dan sebenarnya itu belum tentu cerminan dari potensi penularan, yang jelas memang menginfeksi tapi potensi penularannya belum dapat disimpulkan pada saat ini," jelasnya.

Sebelumnya, LBM Eijkman menemukan mutasi D614G dari virus corona penyebab Covid-19 yang berada di Indonesia disebut lebih menular daripada mutasi lain pada Minggu (20/8/2020). Mutasi ini yang juga menghantui kawasan New York, Italia, dan Inggris.

Penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa mutasi ini menginfeksi virus dengan penyakit atau gejala Covid-19 yang lebih ringan, namun penyebarannya lebih cepat 10 kali lipat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) strain D614G telah diidentifikasi pada Februari di mana telah beredar di Eropa dan Amerika.

Mutasi ini juga telah ditemukan di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Pedagang Positif, 74 Toko di Pasar Baru Bandung Tutup Sementara

Seorang Pedagang Positif, 74 Toko di Pasar Baru Bandung Tutup Sementara

News | Selasa, 01 September 2020 | 18:37 WIB

Larang Warga Isolasi Mandiri, Anies: Banyak Muncul Klaster Rumah Tangga

Larang Warga Isolasi Mandiri, Anies: Banyak Muncul Klaster Rumah Tangga

News | Selasa, 01 September 2020 | 18:31 WIB

Dijauhi Masyarakat, Ini Kisah Pengantar Jenazah COVID-19 di Solo

Dijauhi Masyarakat, Ini Kisah Pengantar Jenazah COVID-19 di Solo

Jawa Tengah | Selasa, 01 September 2020 | 18:22 WIB

Alasan Anies Larang Pasien Virus Corona Tanpa Gejala Isolasi Mandiri

Alasan Anies Larang Pasien Virus Corona Tanpa Gejala Isolasi Mandiri

News | Selasa, 01 September 2020 | 18:18 WIB

Terjaring Razia Masker, 4 Remaja Lesu Diperlihatkan Peti Mati Covid-19

Terjaring Razia Masker, 4 Remaja Lesu Diperlihatkan Peti Mati Covid-19

Jakarta | Selasa, 01 September 2020 | 18:16 WIB

Anies Larang Pasien Covid-19 Karantina Mandiri: Harus Diisolasi Pemerintah

Anies Larang Pasien Covid-19 Karantina Mandiri: Harus Diisolasi Pemerintah

News | Selasa, 01 September 2020 | 18:09 WIB

Simbol Peringatan Covid-19 di Simpang Lima Senen

Simbol Peringatan Covid-19 di Simpang Lima Senen

Foto | Selasa, 01 September 2020 | 18:35 WIB

Terkini

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

×