Dua Awak Kapal Tunda Tewas saat Bersihkan Tumpahan Minyak di Mauritius

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 02 September 2020 | 12:41 WIB
Dua Awak Kapal Tunda Tewas saat Bersihkan Tumpahan Minyak di Mauritius
Tumpahan minyak di Mauritius.[Twitter/@SeeMauritius]

Suara.com - Dua awak kapal tunda yang sedang membersihkan tumpahan minyak di Mauritius tewas setelah kapal mereka bertabrakan dengan sebuah kapal tongkang karena cuaca buruk.

"Sungguh tragis kami kehilangan dua awak kapal tunda, sementara dua lainnya masih hilang," kata Perdana Menteri Pravind Jugnauth disadur dari Al Jazeera, Rabu (2/9/2020).

Empat anggota kru lainnya diselamatkan dengan helikopter dan dua lainnya masih belum ditemukan, kata Mahend Gungapersad, anggota parlemen dari Partai Buruh, kepada kantor berita Reuters.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menemukan mereka, dengan segala cara kami dan dengan bantuan nelayan di daerah itu," kata perdana menteri sambil menyampaikan belasungkawa kepada keluarga awak kapal yang meninggal.

MV Wakashio, kapal Jepang yang membawa minyak mentah, menghantam terumbu karang di lepas pantai negara kepulauan Samudra Hindia tersebut pada Juli, menumpahkan ribuan ton minyak mentah ke laut dan mencekik kehidupan laut di laguna yang masih asli.

Menurut Gungapersad, kapal tunda dan tongkang mengirimkan sinyal bahaya antara pukul 7:30 dan 8 malam waktu setempat pada hari Senin (31/8).

Saat kecelakaan, kedua kapal itu sedang memindahkan bagian-bagian yang diselamatkan dari lokasi tumpahan minyak ke pelabuhan.

Perdana Menteri Jugnauth mengatakan kapal tunda tersebut sedang mengangkut bahan bakar pada saat itu. Dia berjanji akan menyelidiki kecelakaan tersebut.

Pemerintah Mauritius menghadapi tekanan besar atas penanganannya terhadap tumpahan minyak, yang telah menyebabkan kerusakan ekologi dengan skala besar di garis pantai yang dilindungi.

"Insiden ini akan menambah kemarahan yang ada," kata Gungapersad, merujuk pada protes atas penanganan operasi untuk menahan tumpahan minyak dan kematian puluhan lumba-lumba di daerah itu.

"Kami mengalami tumpahan minyak, lalu kami mengalami kematian lumba-lumba dan sekarang dua orang yang telah terbunuh." sambungnya.

Selain kematian puluhan lumba-lumba, tumpahan minyak tersebut merusak terumbu karang dan biota laut yang diperkiran membutuhkan puluhan tahun untuk melestarikan kembali.

Nelayan setempat, Yasfeer Heenaye mengatakan dia melihat 25 hingga 30 lumba-lumba mati di laguna Jumat (28/8) pagi. Jumlah kematian diperkirakan akan terus bertambah. 

Para nelayan disebutkan mencoba menggiring beberapa lumba-lumba yang masih hidup untuk menjauh dari area tumpahan minyak.

Reuben Pillay, nelayan lain, menyebutkan rombongannya sempat menyaksikan bagaimana sepasang ibu dan anak lumba-lumba berjuang berenang di tumpahan minyak, sebelum akhirnya mati.

Diperkirakan 75.000 orang melakukan aksi protes di ibu kota Port Louis, banyak yang berpakaian hitam dan menuntut jawaban dari pemerintah. Aksi tersebut diklaim demonstrasi terbesar selama 40 tahun terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Belasan, Total Lumba-Lumba yang Mati di Perairan Mauritius Jadi 40

Dari Belasan, Total Lumba-Lumba yang Mati di Perairan Mauritius Jadi 40

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:59 WIB

Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan

Belasan Lumba-lumba Mati akibat Minyak Tumpah, LSM Desak Penyelidikan

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:06 WIB

14 Lumba-Lumba Mati di Mauritius, Dekat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

14 Lumba-Lumba Mati di Mauritius, Dekat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:12 WIB

Terkini

Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?

Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:32 WIB

Prabowo Prediksi akan Ada Perlawanan dari Kelompok Tak Cinta Tanah Air

Prabowo Prediksi akan Ada Perlawanan dari Kelompok Tak Cinta Tanah Air

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:23 WIB

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:08 WIB

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:53 WIB

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:45 WIB

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:44 WIB

PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:42 WIB

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:36 WIB

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:32 WIB