Anggota DPRD Tak Disediakan Mik Saat Paripurna, PSI Duga Rapat Setingan

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 07 September 2020 | 17:44 WIB
Anggota DPRD Tak Disediakan Mik Saat Paripurna, PSI Duga Rapat Setingan
Rapat paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (P2ABPD). (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Rapat paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) tahun 2019 diwarnai protes dan berujung walkout dari empat fraksi.

Tak hanya menolak laporan penggunaan anggaran dari Gubernur Anies Baswedan, tidak adanya pengeras suara atau microphone saat rapat untuk anggota dewan juga menjadi sorotan. Microphone hanya disediakan untuk pimpinan DPRD, pemapar, dan Anies.

Saat rapat berlangsung, para anggota dewan melakukan interupsi karena menganggap laporan dari Anies itu memiliki banyak kejanggalan. Namun mereka menyampaikan pendapatnya di ruangan yang cukup besar ini tanpa pengeras suara.

Otomatis anggota dewan harus agak berteriak dan bersuara kencang agar suara sampai ke seluruh ruangan. Bahkan karena tak kedengaran beberapa kali Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta suara dikencangkan.

Belakangan ketika empat fraksi sudah walk out, pantauan Suara.com, pegawai Sekretariat Dewan baru memberikan microphone tanpa kabel kepada anggota dewan yang ingin berbicara.

Sekretaris fraksi PSI DPRD Jakarta Anthony Winza Prabowo mengaku heran dengan pencopotan mic yang biasanya tersedia di meja tiap anggota dewan. Ia bahkan menduga ada pengaturan khusus atau settingan yang dibuat dalam rapat ini.

"Mikrophone-nya nggak ada. Baru kali ini saya lihat rapat paripurna, anggota dewan tidak diberikan mikrophone, dicabutin dari mejanya, satu per satu dipretelin. Saya nggak ngerti apakah ini setting atau apa," ujar Anthony di gedung DPRD, Senin (7/9/2020).

Menurutnya tidak boleh ada diskriminasi dalam pelaksanaan rapat terhadap anggota dewan. Sebab mereka semua, kata Anthony, dipilih juga oleh rakyat.

"Dalam arti, ada yang pakai mikrophone dan ada yang nggak, sama-sama wakil rakyat. Dan kenapa sampai segitunya sih dicabut mikrophonenya? Tolong dijawab gitu," jelasnya.

baca juga

Ia juga mengaitkan hal ini dengan penularan corona. Sebab di saat pandemi ini, sangat tidak dianjurkan berteriak yang berpotensi mengeluarkan droplet atau percikan dari mulut.

"Hanya pimpinan, gubernur dan wagub di atas saja. Biasanya tiap satu meja ada satu. Kita lagi suasana Covid, enggak mungkin saya buka masker teriak-teriak interupsi," pungkasnya.

Sebelumnya, setelah melayangkan protes, empat fraksi DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk walk out dari rapat paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (P2ABPD).

Fraksi PAN, PSI, Nasdem, dan Golkar menolak laporan penggunaan anggaran dari Gubernur Anies Baswedan.

Awalnya, ketika perwakilan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike selesai menyampaikan hasil pembahasan P2ABPD, Anggota fraksi Golkar Basri Baco melakukan interupsi.

Ia mengaku kecewa dengan Anies dan anak buahnya karena tidak menjalankan hasil reses anggota DPRD. Karena itu ia memutuskan untuk walk out dari rapat.

"Kami tidak melihat adanya niat baik dari eksekutif untuk menjalankan hasil reses. Karena itu fraksi Golkar izin untuk walkout," kata Baco di ruang rapat paripurna DPRD DKI, Senin (7/9/2020).

Setelah itu Baco dan anggota fraksi Golkar lainnya berjalan meninggalkan ruangan. Selanjutnya, Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI, Oman Rahman Rakinda juga menyampaikan kekecewaan dengan rapat paripurna ini dan meminta izin fraksinya untuk keluar dari ruangan rapat.

"Kami fraksi PAN kecewa dengan forum ini. Tidak boleh terjadi lagi setting forum seperti ini. Untuk itu izinkan kami fraksi PAN untuk meninggalkan ruangan ini," kata Oman.

Tak hanya Oman dan anggota fraksi, Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani juga ikut berjalan meninggalkan ruang rapat paripurna.

Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza menganggap anggota dewan tidak diakomodir dalam memberikan pendapat di rapat paripurna. Ia juga menyatakan menolak laporan dari Anies itu.

"PSI juga menolak tentang pertanggungjawaban APBD 2019," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boleh Beroperasi Lagi, Cinepolis, CGV, dan XXI Ajukan Pembukaan Bioskop

Boleh Beroperasi Lagi, Cinepolis, CGV, dan XXI Ajukan Pembukaan Bioskop

News | Senin, 07 September 2020 | 16:15 WIB

Laporan Raperda Ditolak Empat Fraksi DPRD, Anies Balas Pakai Pantun

Laporan Raperda Ditolak Empat Fraksi DPRD, Anies Balas Pakai Pantun

News | Senin, 07 September 2020 | 15:57 WIB

Masih Didukung Lima Fraksi Lain, Laporan APBD Anies Disahkan DPRD

Masih Didukung Lima Fraksi Lain, Laporan APBD Anies Disahkan DPRD

News | Senin, 07 September 2020 | 15:36 WIB

Tolak Laporan Anies soal APBD 2019, Empat Fraksi DPRD Pilih Walk Out

Tolak Laporan Anies soal APBD 2019, Empat Fraksi DPRD Pilih Walk Out

News | Senin, 07 September 2020 | 15:16 WIB

Laporan Anies Soal APBD 2019 Dianggap Mengada-ada, 4 Fraksi DPRD DKI Protes

Laporan Anies Soal APBD 2019 Dianggap Mengada-ada, 4 Fraksi DPRD DKI Protes

News | Senin, 07 September 2020 | 14:47 WIB

Terkini

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

×