Pengamat Politik Kritik Paslon Pilkada yang Tak Taat Protokol Kesehatan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 08 September 2020 | 17:46 WIB
Pengamat Politik Kritik Paslon Pilkada yang Tak Taat Protokol Kesehatan
Para pengamat politik mengkritik perilaku bakal paslon yang tidak memperhatikan protokol kesehatan saat proses pendaftaran Pilkada Serentak 2020. (Dok : Kemendagri)

Suara.com - Sejumlah pengamat politik mengkritik perilaku bakal pasangan calon (paslon) yang tidak memperhatikan protokol kesehatan saat proses pendaftaran Pilkada Serentak 2020, pada 4 - 6 September 2020. Mereka dinilai tidak mencerminkan keteladanan dan telah mencoreng etika publik.

Hal ini dikatakan oleh Ari Nurcahyo, dari PARA Syndicate, saat diskusi kritis secara daring online dengan tema “Pilkada Sehat dan Covid-19, Siapa Peduli?"

“Saya mengatakan siapa yang peduli, ini cermin bahwa hari ini, demokrasi kita melihat para paslon itu kan calon pemimpin, calon pemimpin menurut saya, tidak mencerminkan, tidak melakukan teladan dan etika publik. Mereka baru pasangan calon, tetapi tidak menaati aturan terkait protokol kesehatan,” kata Ari, Jakarta, Selasa (8/09/2020).

Selain Ari, hadir sebagai nara sumber acara tersebut, antara lain Jojo Rohi, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP); Aditya Perdana, Pusat Kajian Politik FISIP UI (Puskapol UI); Jeirry Sumampow, Komite Pemilih Indonesia (TePI Indonesia); Lucius Karus, Forum Masyarakat Perduli Parlemen (FORMAPPI); Ray Rangkuti, Lingkar Madani, (LIMA); Alwan Ola Riantoby, Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat, (JPPR); Arif Susanto, Exposit Strategic; dan Erik Kurniawan, Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD).

Ari Nurcahyo mengatakan, pertanyaan “Pilkada Sehat –Covid-19, Siapa Peduli?” merupakan cerminan calon pemimpin masa kini yang mesti menjadi teladan masyarakat terkait kepedulian taat protokol kesehatan dan juga pengujian terhadap sense of crisis.

Menurutnya, pengumpulan massa yang terjadi pada tahap pendaftaran Pilkada, disebabkan oleh perilaku paslon untuk “show off power” atau ingin memamerkan seberapa besar kekuasaan/kekuatannya.

Pendapat tersebut juga diakui Jojo. Show off power kepada lawan politik merupakan metode purba yang mesti diperbaharui, karena tidak sesuai dengan kondisi sekarang di tengah pandemi Covid-19.

“Kerumunan massa adalah salah satu bentuk show off power, sebagai komunikasi politik untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan dia kepada lawannya. Nah, itu naluri purba komunikasi politik. Mungkin naluri purba inilah yang menggerakkan para calon untuk menggunakan kerumunan massa. Sebenarnya kerumunan massa, menurut saya cara yang agak nggak up to date, agak ketinggalan zaman. Banyak cara lain tanpa harus menggunakan kerumunan massa,” tandasnya.

Sementara itu, menurut Aditya, situasi saat pendaftaran cukup ironi karena masih banyak yang belum taat protokol kesehatan, sehingga mesti menjadi evaluasi bersama. Kebijakan yang ketat perlu dibuat, lantaran Pilkada tetap harus berjalan.

baca juga

“Saya dengar, pihak Bawaslu, KPU dan Kemendagri, serta aparat keamanan sudah melakukan evaluasi. Oleh karena itu, saya berharap, para penyelenggara dan pihak stakeholder yang berkepentingan tentang Pilkada segera menyampaikan langkah-langkah strategis apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat karena sudah tidak bisa ditarik balik,” ujarnya.

Jeirry menambahkan, fenomena yang terjadi pada tahap pendaftaran, dilihat sebagai bentuk ketidakpedulian paslon dengan keselamatan para pendukungnya yang tidak patuh protokol kesehatan.

“Ini harus kita tegaskan dan tentu pemimpin model begini mestinya kita evaluasi kembali untuk menjadi pemimpin daerah,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Lucius mengatakan, sukses dan tidaknya Pilkada Serentak 2020 merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh pihak penyelenggara. Maka dibutuhkan evaluasi secara mendetail untuk tahapan selanjutnya, sehingga pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada tahap pendaftaran dapat menjadi catatan serius.

“Melihat apa yang terjadi, kita dapat menilai kualitas pemimpin macam apa yang akan dilahirkan dari proses Pilkada pada tahun 2020 ini. Rupanya calon-calon pemimpin yang akan dipilih di Pilkada 2020 adalah orang yang sejak awal tidak menjadikan rakyat sebagai komoditi politik. Untuk itu perlu menyerukan kepada publik, agar jangan memilih pemimpin yang tidak peduli dengan rakyatnya,” terangnya.

Adapun teguran langsung dari Kemendagri dan Bawaslu semestinya menyadarkan bakal paslon bahwa pemerintah tidak sedang main-main. Ray berharap, pelanggaran protokol kesehatan tidak terulang kembali ditahap Pilkada selanjutnya, karena semua berkepentingan agar Pilkada berjalan sukses dan lancar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sanksi Menanti Cakada Pelanggar Pilkada Saat Pandemi, Ini Dasar Hukumnya

Sanksi Menanti Cakada Pelanggar Pilkada Saat Pandemi, Ini Dasar Hukumnya

News | Selasa, 08 September 2020 | 11:52 WIB

Menimbulkan Kerumunan, Konser Deklarasi Paslon Bupati Pohuwato Jadi Sorotan

Menimbulkan Kerumunan, Konser Deklarasi Paslon Bupati Pohuwato Jadi Sorotan

News | Senin, 07 September 2020 | 12:07 WIB

Pendaftaran Pilkada Banyak Langgar Protokol, Komisi II Sentil KPU-Bawaslu

Pendaftaran Pilkada Banyak Langgar Protokol, Komisi II Sentil KPU-Bawaslu

News | Sabtu, 05 September 2020 | 20:18 WIB

Pilkada saat Pageblug, Survei LSI: Hanya 46 Persen Pemilih Datang ke TPS

Pilkada saat Pageblug, Survei LSI: Hanya 46 Persen Pemilih Datang ke TPS

News | Sabtu, 05 September 2020 | 19:04 WIB

Izak Samuel Ongge, Pemuda Papua Berkarier Cemerlang di Kemendagri

Izak Samuel Ongge, Pemuda Papua Berkarier Cemerlang di Kemendagri

News | Sabtu, 05 September 2020 | 08:26 WIB

Jaga Pilkada, Tito: Satpol PP Jangan Main Asal Pukul, Bisa Picu Konflik

Jaga Pilkada, Tito: Satpol PP Jangan Main Asal Pukul, Bisa Picu Konflik

News | Jum'at, 04 September 2020 | 18:13 WIB

Terkini

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

ADA Band Genap 30 Tahun, Siap-Siap Nostalgia di Remember Fest x Cube Concert November Nanti

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02

Bogor | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

×