CEK FAKTA: Benarkah Nahdlatul Ulama Ganti Lambang Ditambahkan Salib?

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 08 September 2020 | 20:27 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Nahdlatul Ulama Ganti Lambang Ditambahkan Salib?
Fakta NU ganti lambang ditambahkan salib (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan Nahdlatul Ulama (NU) telah berganti logo. Logo terbaru NU ditambahkan simbol salib.

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Tanue Brewok pada Senin (7/9/2020). Pada bagian bawah logo NU diberi keterangan 'NU Protestan Rahmatan Lil Alamin'.

Berikut isi narasi unggahan akun tersebut:

"Alhamdulillah saya masih di NU garis lurus dengan ulama-ulama yang bukan penjilat, maklum ini NU rezim now!!".

Benarkah klaim tersebut?

Fakta NU ganti lambang ditambahkan salib (Turnbackhoax.id)
Fakta NU ganti lambang ditambahkan salib (Turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (8/9/2020), klaim yang menyebut NU telah mengganti logo dan ditambahkan salib adalah klaim yang salah.

Lambang NU dengan tanda salib yang dilingkari simpul tali adalah hasil suntingan atau editan orang yang tidak bertanggungjawab.

Lambang NU yang asli terdiri dari peta Indonesia di dalam bola dunia dan dikelilingi tali yang mengikat dengan untaian tali berjumlah 99 dan lima bintang di atas bumi (yang tengah berukuran paling besar), serta empat bintang di bawah bumi.

baca juga
Fakta NU ganti lambang ditambahkan salib (Turnbackhoax.id)
Fakta NU ganti lambang ditambahkan salib (Turnbackhoax.id)

Di tengah bumi terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab dan di bawah bumi ada tulisan NU dalam huruf latin.

Masing-masing simbol dalam lambang NU memiliki makna tersendiri. Peta Indonesia di dalam bola dunia melambangkan sejarah NU yang didirikan di Indonesia.

Tali bersimpul yang melingkari bola dunia melambangkan persatuan yang kokoh, kuat dan ikatan dibawahnya melambangkan hubungan manusia dengan Allah SWT, sedangkan untaian tali berjumlah 99 yang melambangkan Asmaul Husna.

Adapun sembilan bintang yang melingkari bola dunia menunjukkan bintang yang paling besar melambangkan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Empat bintang di atas di atas garis khatulistiwa melambangkan kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib. Sedangkan untuk 4 Bintang di bawah garis khatulistiwa melambangkan 4 madzhab yang dianut oleh Nahdlatul Ulama, yaitu Imam Hanafi, Iman Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

Jumlah keseluruhan bintang sebanyak 9 bintang yang melambangkan Wali Songo.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut NU mengganti lambang dan menambahkan simbol salib adalah klaim yang salah atau hoaks.

Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. Karena, gambar tersebut telah disunting oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Mulai 7 September 2020?

CEK FAKTA: Benarkah Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Mulai 7 September 2020?

News | Senin, 07 September 2020 | 18:43 WIB

Cek Fakta: Benarkah PDIP Buka Opsi Bubarkan MUI Demi Utuhnya Pancasila?

Cek Fakta: Benarkah PDIP Buka Opsi Bubarkan MUI Demi Utuhnya Pancasila?

News | Minggu, 06 September 2020 | 16:43 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Rocky Gerung Mendadak Jadi Ustaz?

CEK FAKTA: Benarkah Rocky Gerung Mendadak Jadi Ustaz?

News | Sabtu, 05 September 2020 | 08:59 WIB

Terkini

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Buky Wibawa Pimpin PSSI Jabar, Erick Thohir: Bangun Sepak Bola Butuh Persatuan

Buky Wibawa Pimpin PSSI Jabar, Erick Thohir: Bangun Sepak Bola Butuh Persatuan

Jabar | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Survei: Mayoritas Publik Setuju Prabowo Rombak Kabinet

Survei: Mayoritas Publik Setuju Prabowo Rombak Kabinet

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Inklusi Keuangan DIY Capai 98,74 Persen, OJK Waspadai Gap Literasi Masyarakat

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:37 WIB

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

CCTV Bergeser Misterius Sebelum Listrik Batam-Bintan Padam, Bareskrim Turun Tangan

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:28 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×