Dampak Pandemi Covid-19 Pada Traffic Berita Sampai Belanja

Siswanto

Jum'at, 11 September 2020 | 12:02 WIB
Dampak Pandemi Covid-19 Pada Traffic Berita Sampai Belanja
Ilustrasi (unsplash)

Suara.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia mengubah perilaku masyarakat Indonesia di dunia maya. Hasil riset Lifepal mencatat penurunan kunjungan yang drastis ke situs-situs penyedia jasa perjalanan bersamaan dengan merebaknya virus corona di Tanah Air seiring menurunnya jumlah masyarakat yang bepergian dan berwisata.

Sejak April 2020, traffic situs-situs tersebut mulai mencatatkan pertumbuhan kunjungan, namun trennya masih menurun.

Hal yang serupa juga ditunjukkan situs-situs pencarian lowongan kerja. Meski mulai membaik sejak bulan Juni, namun, traffic-nya belum kembali seperti sebelum pandemi. Ini cukup berlawanan dengan fakta bahwa jumlah orang yang membutuhkan pekerjaan justru kian banyak akibat tingginya arus pemutusan hubungan kerja  akibat pandemi.

Dalam riset tersebut yang tak kalah menarik adalah kunjungan ke situs-situs broker asuransi yang menunjukkan tren naik. Ini berlawanan dengan traffic ke situs-situs kesehatan yang justru trennya menurun. Nampaknya, orang lebih memilih “mencegah” ketimbang “mengobati.”

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, riset data traffic terhadap sejumlah situs penyedia jasa dengan kategori industri travel, belanja online, kesehatan, broker asuransi, media pemberitaan, dan lowongan pekerjaan. Mereka mendapatkan hasil yang bervariasi antara satu kategori industri dengan kategori industri lainnya.

Ada yang menunjukkan tren kenaikan, dan sebaliknya ada pula yang menunjukkan tren penurunan.

Kunjungan ke situs broker asuransi meningkat di masa pandemi

Data traffic ke broker asuransi ini belum disertakan pada riset kami sebelumnya. Lifepal menggunakan data traffic dari empat broker asuransi di Indonesia sebagai sampel, yakni Lifepal.co.id, Bandingin.com, Futuready.com, dan Cekpremi.com.

Data keempat sampel tersebut menunjukkan pertumbuhan traffic. Sempat mencapai titik terendah pada bulan Mei 2020, terjadi kenaikan traffic 9% hingga Agustus 2020. Tentunya pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat pengguna internet terhadap produk-produk asuransi di masa pandemi.

baca juga

Tambahan informasi mengenai asuransi, walau telah mengalami penurunan cukup drastis di awal 2020, pendapatan premi asuransi jiwa di bulan Juni 2020 menjadi yang tertinggi dibanding Januari hingga Juni baik pada tahun 2019 maupun 2020. Hasil riset Lifepal lainnya menunjukkan bahwa kinerja bulan Juni 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 23,7 persen dibandingkan dengan pendapatan di bulan Juni 2019.

Situs penjualan tiket transportasi dan hotel membaik, meski tren menurun

Sejalan dengan menurunnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19, situs-situs penyedia jasa penjualan tiket transportasi dan pemesanan hotel pun menurun.

Lifepal  melakukan riset data traffic kunjungan ke situs yang bergerak di industri tersebut. Meskipun sejak mei 2020 sampai agustus 2020 terlihat mulai tercatat adanya pertumbuhan meskipun belum pulih sepenuhnya seperti sebelum pandemi.

Ada tiga situs ticketing yang dijadikan sampel oleh Lifepal, yakni Traveloka.com, Tiket.com, dan PegiPegi.com. Jika dibandingkan dengan traffic pada bulan Februari 2020, traffic pada bulan agustus 2020 telah berkurang pada kisaran 48 persen.

Kenaikan diprediksi akan terus terjadi menyusul diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru di berbagai daerah. Namun, bukan tidak mungkin juga yang terjadi justru sebaliknya, karena sudah ada penerapan PSBB kembali di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Banten.

Traffic situs belanja online cenderung stabil dan meningkat

Pandemi Covid-19 yang sudah bergulir sejak awal Maret 2020 di Indonesia juga diprediksi banyak pihak akan memicu lonjakan jumlah pengunjung situs-situs belanja online. Pasalnya, diyakini makin banyak orang yang memilih membeli berbagai keperluan dari rumah menggunakan aplikasi belanja online.

Grafik di atas menunjukan bahwa sejak Februari 2020 sampai Agustus 2020 terlihat adanya tren peningkatan. Tercatat pertumbuhan berada di angka 21.6 persen selama 7 bulan terakhir.

Lifepal menggunakan data traffic lima situs sebagai sampel yaitu Tokopedia.com, Shopee.co.id, Bukalapak.com, Lazada.co.id, dan Blibli.com.

Situs kesehatan cenderung turun di tengah pandemi

Sebagai informasi, situs-situs kesehatan yang dijadikan sampel menawarkan berbagai jasa, dari jasa konsultasi dokter via online, pemesanan obat-obatan, penebusan resep dan pengiriman obat, hingga artikel-artikel berisi informasi kesehatan dan penyakit.

Puncak kunjungan terlihat pada bulan Maret, tepat pada saat ditemukannya kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia. Namun setelah itu, kunjungan ke situs-situs tersebut terus menurun. Hal ini menunjukkan, minat dan kebutuhan masyarakat akan layanan-layanan tersebut memang cenderung stagnan di masa pandemi.

Data menunjukkan, kunjungan ke situs-situs kesehatan hanya meningkat saat awal pandemi Covid-19, dan semakin berkurang antusiasnya. Hal ini sejalan dengan volume pencarian dengan kata kunci “corona” yang hanya memuncak di bulan Maret 2020.

Lima situs kesehatan yang diambil data trafficnya sebagai sampel adalah Alodokter.com, Doktersehat.com, Klikdokter.com, Halodoc.com, Hellosehat.com, SehatQ.com.

Kebutuhan informasi meningkat, media online malah alami penurunan traffic

Kebutuhan masyarakat akan berita tampaknya juga meningkat secara signifikan di awal masa pandemi Covid-19. Tapi berdasarkan data di atas, setelah bulan maret 2020, traffic website berita terus turun.

Tercatat dari puncak tertingginya pada Maret 2020 sampai Agustus, terlihat traffic sudah turun sampai sekitar 33.4 persen. Lifepal menggunakan data traffic dari lima website berita sebagai sampel, yakni Detik.com, Tribunnews.com, Kompas.com, Liputan6.com, dan Suara.com.

Situs lowongan kerja masih menunjukan tren menurun meski ada perbaikan traffic

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan puluhan ribu perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja  atau merumahkan karyawannya. Hingga 31 Juli 2020, menurut kementerian ketenagakerjaan, jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun dirumahkan mencapai lebih dari 3,5 juta orang.

Logika sederhana membawa kita pada dugaan bahwa semakin banyak orang yang membutuhkan pekerjaan, maka semakin tinggi pula minat orang untuk mencari kerja dari sumber-sumber informasi lowongan pekerjaan.

Situs-situs lowongan pekerjaan adalah sumber yang dapat memberikan informasi semacam itu. Namun data menunjukan kunjungan ke situs situs lowongan pekerjaan Indonesia justru tercatat menurun cukup dalam pada bulan April hingga Mei 2020.

Patut diduga, kondisi perekonomian yang tak menentu membuat orang ragu untuk mencari pekerjaan baru. Di sisi lain, tingginya angka pekerja yang terdampak Covid-19 tidak lantas membuat kunjungan ke situs pencarian kerja meningkat, melihat lebih besarnya jumlah karyawan yang dirumahkan ketimbang yang mengalami PHK.

Namun, pemulihan traffic terjadi mulai bulan Juni, dan terus meningkat, meskipun tipis, pada bulan Juli dan Agustus. Hal ini tentunya tak lepas dari berbagai pelonggaran PSBB yang dilakukan sejak Juni lalu.

Adapun lima situs pencari kerja yang dijadikan sampel adalah Id.Indeed.com, Jobstreet.co.id, JobsDB.com, Urbanhire.com, dan Karir.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren SDM Berubah, Riset Ungkap Generasi Muda Kini Utamakan Makna Kerja Ketimbang Sekadar Karier

Tren SDM Berubah, Riset Ungkap Generasi Muda Kini Utamakan Makna Kerja Ketimbang Sekadar Karier

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 07:35 WIB

Anomali DTSEN BPS: Warga Pengeluaran Rp 3 Juta per Bulan Malah Setara Raffi Ahmad

Anomali DTSEN BPS: Warga Pengeluaran Rp 3 Juta per Bulan Malah Setara Raffi Ahmad

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:45 WIB

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:10 WIB

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Isu Lingkungan hingga AI, Riset Pelajar di OMI 2026 Bikin Kaget Para Ahli!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 21:34 WIB

Riset Ungkap Hanya 10% Perusahaan di Indonesia yang Berhasil Maksimalkan AI untuk Bisnis

Riset Ungkap Hanya 10% Perusahaan di Indonesia yang Berhasil Maksimalkan AI untuk Bisnis

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, 5 Jilid Capai Ribuan Halaman

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, 5 Jilid Capai Ribuan Halaman

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 11:44 WIB

Kemendiktisaintek: Ragi Tempe Jadi Bukti Sains Bisa Hadir Menjawab Kegelisahan Perajin

Kemendiktisaintek: Ragi Tempe Jadi Bukti Sains Bisa Hadir Menjawab Kegelisahan Perajin

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:32 WIB

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun

RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang

Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 13:51 WIB

Masuk Lewat Dumai, 49,85 Ton Kacang Tanah Selundupan Siap Edar di Jakarta Digagalkan Polisi

Masuk Lewat Dumai, 49,85 Ton Kacang Tanah Selundupan Siap Edar di Jakarta Digagalkan Polisi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:50 WIB

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

×